About Me


Khutbah Jum'at: Mengingat Kematian Akan Dapat Melebur Dosa


Oleh: Ust. Drs. H. Imam Ghozali, MM.

(Dosen Tetap UPN, Surabaya, Dosen LB ITATS & STIKOM (sekarang UNIDIKA) Surabaya dan Anggota Bid. Pendidikan DDII Jatim)


Editor: Sudono Syueb


Harian Indonesia Post.com Surabaya-Saudara Kaum Muslimin yang dimulyakan Allah Ta'ala....


Alhamdulillah segala puji bagi Allah,Tuhan yang Rahman dan Rahim yang telah melimpahkan berbagai nikmat yang kita terima semenjak kita berada di dalam rahim ibunda tercinta sampai saat ini, dan banyak lagi 

nikmat yang tidak dapat kita hitung dan nyatakan dengan kata-kata.

Oleh karena itu tiada hentinya kita menyatakan kesaksian bahwa tiada Tuhan kecuali Allah, yang Tunggal dalam kejadiannya, Tunggal dalam 

wujudnya. Tunggal dalam kekuasaanya, Tunggal dalam segala-galanya. 

Dan tiada henti-hentinya pula kita menyatakan kesaksian bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah, bersama itu kita memohon semoga Allah melimpahkan Rahmat dan karunia-Nya kepada Nabi Muhammad, 

keluarganya dan segenap pengikutnya hingga akhir zaman.


Hadirin yang dimulyakan Allah...

Bertakwalah kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya ketakwaan, 

taatlah serta berbaktilah kepada Dzat yang menciptakan hidup dan mati seluruh makhluk, sebab bertakwa kepada Allah, taat dan berbakti kepada-Nya itulah yang menyebabkan kita dan pula kebahagiaan kita di dunia dan di akhirat, bahkan juga menyebabkan kita terhindar dari siksa api neraka. 

Akhirnya dapatlah kita memasuki surga, tempat kesenangan keselamatan 

kebahagiaan serta keselamatan yang kekal selama-lamanya.


Saudara-saudara yang mulia... Kira-kira beberapa yang lampau kita telah 

mendengarkan bersama cerita mengenai hal sakaratulmaut atau keadaan ketika manusia itu sudah didatangi oleh malaikat yang mencabut nyawa 

yaitu malakulmaut, ada yang kematiannya tenang dan ada yang sengsara, 

juga rupa dan bentuk malakulmaut itu kadang-kadang mengembirakan 

jikalau menemui orang mukmin dan kadang-kadang dapat menakutkan 

serta menggetarkan jikalau menemui orang-orang kafir atau orang durhaka. 


Adapun yang perlu diketenggahkan pada hari ini ialah soal kematian, 

artinya apakah yang disebut mati itu dan juga hal-hal yang ada hubungannya 

dengan kematian. Tujuannya supaya kita jangan sempat terlena, lalai dan 

lupa atau sembrono. Jadi akan terus teringat bahwa diri kita itu pasti menemui kematian. Dengan demikian lalu gemar untuk berlomba-lomba 

dan bersegera mencari bekal kematian. 


Kematian merupakan suatu kepastian, tidak ada makhluk yang abadi di dunia ini. Tidak perlu bertanya kapan kematian itu datang, yang perlu kita pertanyakan adalah amal ibadah apa yang akan dibawa nanti ketika mati. 

Dalam menjalani kehidupan, perbuatan manusia di dunia akan dimintai 

pertanggungjawabannya. Oleh karenanya, kita dituntut untuk mengelola 

perilaku dan perbuatan kita dengan sebenarnya-benarnya dengan berusaha 

menjalani semua perintah Allah SWT dan menjauhi semua larangan Allah 

SWT. 

Agar hidup bahagia di dunia dan di akhirat mendapatkan surga, kita 

diperintahkan untuk menjauhi dan terbebas dari tiga perkara yaitu sifat 

sombong, fanatisme yang berlebihan, dan hutang yang belum dibayar. Sebagaimana sabda Rasulullah yang artinya : “Barangsiapa yang mati dan ia terbebas dari tiga perkara yaitu sombong, fanatisme, dan utang, maka ia akan masuk surga.” (HR. At 

Tirmidzi)


Kaum Muslimin rahimakumullah...

Seluruh manusia sealam dunia, pasti akan mati baik itu orang lslam maupun orang kafir. Sebelum kita meninggalkan dunia, mari kita 

senantiasa mempertebal iman dan membaca kalimat syahadat sebagaimana 

sabda Rasulullah, “Perbaharuilah keimananmu semua, perbanyaklah 

mengucapkan Laailaahaillallah”

Seseorang pada saat mendekati kematian atau yang biasa disebut 

sakaratulmaut mengalami berbagai macam kondisi yang berbeda-beda. 

Ada yang tenang, ada yang tidak karuan-karuan gerakan tubuhnya, 

ada yang mata terbelalak, atau ada juga yang menguak seperti bunyi 

lembuh disembelih. Rasulullah pernah berdoa semoga dipermudahkan 

keadaannya ketika didatangi oleh sakaratulmaut. Doa beliau pada waktu 

mengalami sakaratulmaut, “ Ya Allah, permudahkanlah sakratulmaut atas 

Muhammad”

Disebutkan dalam al-Quran surat An-Naziat; 1- 2: “Demi malaikat 

yang mencabut nyawa orang kafir dengan kekerasan, demi malaikat yang menyambut nyawa orang mukmin dengan perlahan-lahan”.

Apakah yang dinamakan mati? Mati itu berpisahnya roh meninggalkan 

badan, bukan untuk seterusnya tetapi hanya untuk sementara, karena 

sesudah mati ketika sudah dikubur lalu roh akan masuk kembali ke dalam 

tubuh, hanya hidupnya di alam barzah. Permulaan masuknya roh dalam tubuh manusia itu apabila ia sudah berumur seratus dua puluh hari dalam 

kandungan ibu dan terus dibawa sampai waktu datang kematiannya. Jadi 

keluarnya roh itu ialah ketika ajal sudah tiba. 

Al-Quran menyebutkan dalam surat Al-Isra: 85; yang artinya “Orang-

orang sama bertanya kepadamu (hai Muhammad) perihal roh maka 

katakanlah roh itu termasuk urusan tuhanku sendiri (yakni tidak seorang 

makhlukpun yang mengerti hakikatnya) dan engkau semua itu tidak 

dikaruniahi ilmu pengetahuan melainkan sedikit sekali


Rasulullah memerintahkan kaum muslimin supaya sering serta 

memperbanyakkan ingatan kita kepada kematian, sebagaimana sabda Nabi: “Perbanyaklah mengingat kematian sebab itulah yang dapat 

melebur beberapa dosa dan membuat seseorang suka berzuhud di dunia“.

Hadits tersebut juga bisa untuk menjelaskan bahwa kita hidup tidak 

perlu panik terhadap virus corona covid 19, Malaikat Izroil sudah punya 

daftar nama siapa saja yang harus dipanggil duluan, tidak akan keliru dan tidak bisa dinego. 


Saudara kaum muslimin rahimakullah...

Rasulullah juga bersabda: “Sebijak-bijak manusia ialah orang yang terbanyak ingatnya kepada kematian dan terbanyak persiapannya untuk menghadapi kematian, merekalah orang-orang yang cerdik dan mereka 

dapat pergi ke alam baqa’ dengan membawa kemuliaan dunia dan kemuliaan akhirat” (Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah).


Tetapi kita jangan salah faham, sebab keliru sekali jika hanya ingat 

kematian itu lalu menyebabkan kita enggan bekerja atau tidak giat dalam 

mengusahakan kemajuan duniawi. Jadi selain amal akhirat juga wajib 

digiatkan namun jangan sekali-kali dilalaikan urusan keduniaan. Allah 

SWT berfirman dalam al-Quran Surat al-Qosos ayat; 77, yang artinya:

“Dan carilah olehmu akan pahala akhirat dengan menggunakan rizki yang sudah dilimpahkan oleh Allah padamu, sekalipun demikian janganlah 

engkau lalai akan kebahagiaan dalam urusan keduniaan dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik padamu.”


Satu hal yang sangat mengerikan ketika manusia mengalami kematian adalah mengalami kehidupan baru yakni alam kubur, yang merupakan 

alam penantian sebelum dibangkitkan pada hari kiamat. Betapa ruginya orang kafir yang mengira bahwa kematian merupakan akhir segalanya. 

Mereka menyangka bahwa tidak akan dihidupkan kembali di alam kubur. 

Betapa bodohnya mereka dan pasti akan menyesal. Disebutkan dalam al-Quran Surat an-Naaziat ayat 10, yang artinya:

“Orang-orang kafir berkata apakah sesungguhnya kami benar-benar 

dikembalikan kepada kehidupan semula


Betapa luar biasa berbeda dan mengejutkan keadaan alam kubur. 

Ketika jenazah telah dimakamkan dan derap alas kaki para pengantar 

meninggalkan area kuburan dengan tiba-tiba si mayat didudukkan oleh 

dua malaikat. Kemudian ditanya kesaksiannya tentang Nabi Muhammad, bila dia orang mukmin pasti akan bisa menjawab dan dipertontonkan 

tempatnya di surga.

Dari Anas bin Malik r.a, Nabi SAW bersabda: “Apabila seorang hamba 

telah diletakkan dalam kuburnya, para sahabatnya yang mengantarkan 

telah pulang, sesungguhnya dia mendengar bunyi terompah mereka, ketika 

itu datanglah dua Malaikat mendudukkannya kemudian keduanya bertanya, tahukah kamu siapakah laki-laki (Nabi Muhammad) ini? Kata Rasulullah 

Saw kalau mayat itu adalah seorang mukmin dia akan menjawab aku 

menjadi saksi bahwa dia itu seorang hamba Allah dan Rasulnya, maka dikatakan kepadanya, lihatlah tempatmu yang sedianya di neraka, tetapi Allah SWT menggantinya dengan tempat di surga, maka diperlihatkan 

tempat itu keduanya sekaligus”. (HR Muslim).

Aqulu qauli hadza wastaghfiruh innahu huwal ghofururrohim.


Khutbah Kedua


Saudara kaum muslimin.

Sangat beruntung bagi yang beriman karena di alam kubur tiap pagi 

dan petang akan diperlihatkan surga, sebaliknya calon penghuni neraka 

akan diperlihatkan pula neraka, sambil di katakan “inilah tempatmu!”, 

keadaan ini terus berlanjut sampai datangnya hari kebangkitan. 

Dari Ibnu ra katanya; Rasulullah bersabda: “Apabila salah seorang 

dari kamu telah meninggal dunia, maka diperlihatkan Allah Ta’ala 

kepadanya pagi dan petang tempatnya di surge jika dia menjadi penduduk 

syurga, atau tempat di neraka jika dia akan menjadi penduduk neraka, 

sambil dikatakan kepadanya; Inilah tempatmu! Begitulah seterusnya 

hingga Allah membangkitkanmu pada hari kiamat” (HR Muslim).


Keimanan yang mantap (tidak musyrik) maka Allah akan meneguhkan 

ucapannya dalam menjawab pertanyaan kedua Malaikat,sehingga dapat menjawab dengan tepat tentang adanya Allah dan Nabi Muhammad 

sebagai utusannya.


Dari Al-Bara bin Azib ra dari Nabi Saw sabdanya: “Allah Ta’ala 

meneguhkan iman orang-orang yang beriman dengan ucapan yang 

mantab“, kata beliau ayat itu diturunkan mengenai adzab (siksa) kubur, 

si mayat ditanya: siapa Tuhanmu, jawabnya; Tuhanku Allah dan Nabiku 

Nabi Muhammad Saw.


Firman Allah Azza Wajalla: “Allah meneguhkan iman orang-orang 

yang beriman dengan ucapan yang mantab dalam kehidupan dunia dan akhirat” (QS. Ibrahim 27).


Siksa kubur memang benar-benar ada sebagaimana disampaikan Nabi 

Saw ketika waktu maghrib beliau mendengar suara orang Yahudi ketika mengalami siksa kubur. Beliau bisa mendengar suara siksa kubur berkat 

mukjizat beliau. Dari Abu Ayyub ra; katanya : “Rasulullah Saw pernah keluar rumah sesudah maghrib maka terdengar olehnya suatu suara, kata 

beliau, itu suatu suara orang Yahudi sedang disiksa dalam kuburnya; ( HR Muslim )


Begitulah dahsyatnya siksa kubur, seperti ketika Rasulullah Saw 

melewati kuburan orang-orang musyrik, keledai Rasulullah saw sampai membelok mendadak sehingga Nabi saw hampir terjatuh.


Sumber: harianmerdekapost.com


Post a Comment

0 Comments