About Me


Khutbah di Masjid Baitul Mahmud: Karakter Orang Beriman


Khotib: Ust. Supriyadi, M.Ag

Penulis: Sudono Syueb

Jum'at 1-1-2021

Harianindonesiapost.com Hadirin Jama'ah jum'ah masjid Baitul Mahmud yang dimulyakan Allah...

Mari kita selalu beriman kepada Allah Ta'ala denga menjalankan segala perintahnya dan menjauhi semua larangannya. Agar kita menjadi mukmin yang kuat, karena mukmin yang kuat itu lebih dicintai Allah dari pada mukmin yang lemah. (Almu'minul qowiyyu ahabbu ilallahi minal mu'minidl dloif)

Ada 3 kondisi iman:
1. Al imanu Yazidu wala yanqushu, iman itu selalu bertambah dan tidak berkurang. Ini imannya para Nabiullah dan Rasulullah.
2. Alimanu la Yazidu wala yanqushu, iman itu tidak bertambah dan tidak berkurang. Ini imannya para Malaikat.
3. Al-imanu yazidu wa yanqushu, iman itu bisa bertambah dan berkurang. Ini iman kita, manusia.

Hadirin yang dimulyakan Allah...

Supaya iman kita bisa bertambah terus mari kita miliki dan amalkan karakter orang beriman menurut Allah Ta'ala yaitu 

1. Bila disebut nama Allah hatinya bergetar.
 Allah ta’ala berfirman ,

 إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ 

“Orang-orang yang beriman itu adalah orang-orang yang apabila disebutkan nama Allah maka bergetarlah hati mereka. (QS. Al-Anfal: 2)

az-Zajaj mengatakan, “Maksudnya, apabila disebutkan tentang kebesaran dan kekuasaan-Nya dan ancaman hukuman yang akan ditimpakan kepada orang-orang yang durhaka kepada-Nya maka hati mereka pun merasa takut.”

‘Umair bin Habib radhiyallahu’anhu berkata, “Iman mengalami penambahan dan pengurangan.” Ada yang bertanya, “Dengan apa penambahannya?” Beliau menjawab, “Apabila kita mengingat Allah ‘azza wa jalla dan memuji-Nya maka itulah penambahannya. Apabila kita lupa dan lalai maka itulah pengurangannya.” 

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma berkata, “Orang-orang munafik itu tidak pernah sedikit pun meresap dzikir kepada Allah ke dalam hatinya pada saat mereka melakukan amal-amal yang diwajibkan-Nya. Mereka sama sekali tidak mengimani ayat-ayat Allah. Mereka juga tidak bertawakal [kepada Allah]. Mereka tidak mengerjakan sholat apabila dalam keadaan tidak bersama orang. Mereka pun tidak menunaikan zakat dari harta-harta mereka. Oleh sebab itulah Allah mengabarkan bahwasanya mereka itu memang bukan termasuk golongan orang-orang yang beriman."

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan maksud dari ungkapan ‘bergetarlah hati mereka’, kata beliau, “Yaitu mereka merasa takut kepada-Nya sehingga mereka pun melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya dan meninggalkan apa yang dilarang oleh-Nya.” 

2. Khusyuk saat Melaksanakan Sholat

Allah Ta’ala berfirman,

الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

Artinya: (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sholatnya (Q.S. al-Mukminum 23:2)

3. Menjauhkan Diri dari Kegiatan yang Sia-sia

Orang orang  beriman tidak akan melakukan hal yang sia-sia atau tidak bermanfaat. Dirinya justru akan sibuk melakukan urasan ibadah yang akan menambah keimanannya. Allah Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ‎

Artinya: dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang sia-sia (Q.S. Al-Mukminun 23: 3)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ‎

Artinya: “Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

4. Senang Mendengar Bacaan Ayat Al-Qur’an

Senang mendengar bacaan ayat Al-Qur’an merupakan satu karakter dari orang orang beriman. Bukan hanya itu, keimanan dalam hati mereka juga semakin bertambah ketika mendengar ayat-ayat Allah SWT. Allah Ta’ala pun berfirman:

وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًا‎

Artinya: “dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya)” (QS. Al-Anfal: 2)

Rasulullah mengatakan:

“Orang mu’min yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, ibarat buah jeruk manis, rasanya enak dan baunya harum. Sedangkan orang mu’min yang tidak membaca Al-Qur’an tetapi mengamalkan isinya, ibarat buah kurma, rasanya enak dan manis tetapi tidak ada baunya. Adapun perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur’an, maka ibarat minyak wangi, baunya harum tetapi rasanya pahit. Sedangkan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an, ibarat
 perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur’an, maka ibarat minyak wangi, baunya harum tetapi rasanya pahit. Sedangkan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an, ibarat buah kamarogan, rasanya pahit dan baunya busuk.” (Al-Bukhari & Muslim, 5).


5. Menunaikan Zakat

Menunaikan zakat termasuk ke dalam ciri-ciri orang beriman, karena dirinya tahu bahwa dengan berzakat atau bersedekah merupakan bukti keimanan seseorang. Orang-orang beriman hendaknya menunaikan kewajiban dan ibadah yang terkait harta ini dengan ikhlas untuk membersihkan harta dan menyucikan jiwa mereka. 

Allah Ta’ala berfirman:

وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ‎

Artinya: “dan yang menginfakkan rizki yang Kami berikan kepada mereka” (QS. Al-Anfal: 3).

Rasulullah juga pernah menjelaskan tentang bukti keimanan seseorang dapat dilihat dari sholat dan sedekahnya.

وَالصَّلَاةُ نُورٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ‎

Artinya: "Sholat adalah cahaya dan sedekah adalah bukti” (HR. Muslim no. 223)

6. Meneladani Rasul

Ciri-ciri orang beriman bukan hanya sekedar menjalankan perintah Allah SWT saja, melainkan juga meneladani setiap perbuatan dan perkataan rasul. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, berkata:

“Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‘Aku tinggalkan dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya yaitu Kitabullah dan Sunnahku, serta keduanya tidak akan berpisah sampai keduanya mendatangiku di Telaga (di Surga).”

7. Tawakal

Tawakal merupakan ciri-ciri orang beriman. Orang tawakal dan ikhlas pada setiap ketetapan dan takdir yang diberikan Allah SWT.

وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ‎

Artinya: “Dan hanya kepada Allah-lah kalian betawakal, jika kalian benar-benar orang yang beriman” (QS. Al-Maidah : 23).

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Artinya: “Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka Dialah Yang Mencukupinya” (QS. Ath-Thalaq: 3).

8. Sabar

Kesabaran juga merupakan ciri-ciri orang beriman. Seberat dan sesullit apapun ujian yang diberikan, maka dirinya akan selalu bersabar menghadapinya. Allah SWT berfirman dengan artinya yang berbunyi:

“Dan, orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. (Al-Baqarah : 177)

Aqulu qauli hadza wastagfiru innahu hual ghofururrohim. 

Sidoarjo, Sabtu 2-1-2021, jam 23.00 WIB

Post a Comment

0 Comments