About Me


ISLAM PERLU BERPERAN DALAM POLITIK


Laporan: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Selama ini ada opini yang begitu kuat dan viral berkaitan dengan Agama itu tidak bisa dicampur aduk dengan politik. Alasannya, agama itu ada di ruang privat (pribadi) sedang politik itu ada di ruang publik. Padahal Agama terutama lslam tidak bisa dipisahkan dengan politik.
Seperti dikatakan oleh ust. Sigit Arfa dalam dialog sore di  GWA Gerakan Masjid Indonesia (GMI), Yogyakarta, bahwa Agama Islam tidak bisa dipisahkan dengan politik. Sabtu 2-1-2021, jam 16.00 WIB.

Pendapat ust. Sigit Arfa itu diamini oleh ust. Sambit Wahyudiono, "Kebutuhan akan pendidikan politik umat Islam sudah sangat mendesak. DA'WAH akan sangat efektif jika umat Islam juga mempunyai peran dan akses politik mulai tingkat bawah (Desa,pen) hingga yang lebih tinggi".


Ust. In'am eL-Mustofa merespon ajakannya ust. Wahyudiono dengan menyatakan, "Memang kesadaran Berpolitik dengan adab yang luhur perlu disampaikan di jamaah kita masing masing".

Lebih lanjut ust. In'am katakan, Menyerukan kebaikkan tentu sudah kita lakukan dengan berlomba lomba amar makruf. Sedang Nahi Mungkar masih terbatas, namun yang paling baik adalah dilakukan secara bijaksana.

"Kekuasaan adalah alat penting untuk dakwah dalam arti luas. Sedang Indonesia adalah lahan dakwah dengan segenap tata per-Undang Undangannta yang sudah ada", tegas ust. In'am, tokoh muda yang aktif di LeSPK ( Lembaga Studi Pendidikan dan Kebangsaan) Yogyakarta ini.

Diakui atau tidak, masih ada problematika serius dalam politik lslam. Problem itu menurut ust. Mukti adalah Karakter, "Problematika terbesar politikus islam adalah karakter"

Problem KAREKTER POLITIKUS ISLAM ini diamini oleh ust. In'am eL-Mustofa, "Nah, itu karakter. Points penting utk PENDIDIKAN KADER MASJID/PKM. Sekarang dengan segala kekurangan keadaan politik, baik aktor maupun keadaan sospol menjadi bahan perbaikan dalam PENDIDIKAN KADER MASJID ( PKM )".

Post a Comment

0 Comments