Socialize

HARGA SEBUAH KEJUJURAN

By: Bunda Siswi


Harianindonesiapost.com Terkenang saat masih bertugas di sebuah Apotik 24 Jam. Saat itu,aku bekerja shif 2 pukul 07.00-14.00. Dengan tugasku sebagai kasir, aku pun berusaha menjalankan tugas dengan baik. Biasanya di sela tugas, ku isi dengan membersihkan obat bebas, dari segala debu yang menempel, sambil menyusunnya agar terlihat rapi, sekaligus mencatat obat apa yang kosong.

Sesekali aku minta di ajari pada Asisten Apoteker,untuk bisa menghargai obat di resep dokter. Dengan begitu aku bisa.menambah pengalaman.. sedikitnya faham tentang harga dan manfaat obat. 


Sekitar jam 09.00 datang seorang bapak, dengan tergopoh gopoh "maaf mbak, saya tadi malam habis beli obat ini (obat batuk), ternyata kata Nyonya (rupanya si bapak seorang supir), ini salah", katanya. Segera ku jawab "oh iya pak, tapi maaf tidak bisa kembali uang ya. Mana coba lihat bukti pembeliannya" ku minta bon nya. "Tadi malam, saya gak di kasih mbak". Sesuai dengan prosedur, sesuatu pembelian, harus ada gunakan nota. "Tunggu sebentar ya pak", ku suruh beliau duduk di ruang tunggu. Segera ku cari bukti arsip nota pembelian  semalam. Berkali kali ku cari, tak ada nota penjualan bebas obat tersebut. Ada rasa kawatir di hati, karena transaksi ini tak sesuai dan kejadian pengembalian obat, pas jam tugasku,sebagai kasir.


Segera ku sampaikan pada Kepala Asisten Apoteker yang sedang bertugas. Dan kuceritakan permasalahannya.   Beliau sempat kaget, dan karena tidak bisa mendapatkan solusinya, akhirnya menyampaikan pada Manager Apotik. Setelah mendapat arahan, sang kepala Asisten Apoteker sampaikan padaku, untuk segera mengganti obat yang dibeli pak supir, dengan obat lain seharga obat tersebut.


Tak lama, akupun segera di panggil Kepala Asisten Apoteker, untuk menghadap Manager untuk menyampaikan kronologis peristiwa tersebut. Aku dipanggil sebagai saksi, karena memang pengembalian obat yang dibeli pak supir, pada saat aku bertugas.

Selesai ku sampaikan, Manager menanggapi "ini tak bisa dianggap main main, Apotik ini beroperasi selama 24 jam, dan jika sudah ada yang berusaha bertugas dengan curang, maka sanksinya adalah di pecat" aku sempat terkejut, dan ku sampaikan "maaf pak,apakah tak ada kebijaksan dari bapak, agar pegawai itu tidak di pecat, minimal diberi peringatan dahulu?" Aku sempat terpikirkan tentang teman kasir yang bertugas malam itu, mungkin khilaf.

Sang Manager melanjutkan

" Tiada kata maaf dan kebijakan dari kami (Owner dan Manajer), karena hal ini bisa saja sudah di lakukan sejak lama, apalagi shif 1 (pukul 00.00- 06.00) yang bertugas hanya 2 orang, kurang pengawasan. Dan dengan sanksi ini, akan jadi pembelajaran 

buat pegawai lain, agar tak meniru perbuatan tersebut"

Akupun hanya bisa istighfar dalam hati, membayangkan nasib teman kasir ku dan keluarganya saat ia di pecat dari apotik.


Begitu mahalnya sebuah kejujuran. 

Dan memang dimana pun kita bertugas atau beraktivitas harus mengutamakan kejujuran. Terbukti  saat tak jujur, karir pun hancur.(sudono/ed)



By. Bunda Siswi

Jati Mulya,

17 Januari 2021

15.00 WIB

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel