About Me


FILOSOFI HOLOPIS KUNTUL BARIS

 

Oleh: Ust. Drs H lmam Ghozali, MM.

(Dosen Tetap UPN, Surabaya, Dosen LB ITATS dan STIKOM, Surabaya [Sekarang  UNDIKA] dan Anggota Bid. Pendidikan DDII, Jatim)

Harianindonesiapost.com Buku yang berjudul “Kehidupan Baru di Era Pandemi Covid-19 dalam Perspektif Islam” yang ada di tangan para pembaca budiman ini adalah merupakan karya para Asosiasi Dosen Pendidikan Agama Islam Indonesia ( ADPISI ) secara kolektif, bergotong royong saling membantu dan kebersamaan.

Begitu rencana mau membuat buku maka para Dosen Agama Islam antri atau baris untuk membuat naskah yang akan diserahkan ke inisiator, kemudian dari inisiator di berikan pada penerbit supaya naskah itu di bukukan dalam bentuk buku atau di publikasikan.  

Ibarat  semboyan: Holopis Kuntul Baris. Kuntul adalah nama jenis burung berkaki panjang berleher panjang, sering terlihat di sawah dan menjadi simbol penjaga keutuhan lingkungan, orang menyebutnya burung cangak,  makanannya serangga dan ikan kecil. Biasanya mereka suka bergerombol, menjelang matahari terbenam mereka terbang bersama menuju pohon tempat mereka tidur. Dilihat dari bawah nampak mereka seperti sedang berbaris.

Holopis Kuntul Baris sendiri adalah memberi semangat ketika mengerjakan tugas berat yang hanya bisa dikerjakan secara bergontong royong dan untuk kepentingan bersama. Kata holopis kuntul baris di pergunakan oleh Bung Karno dalam pidatonya, untuk membakar semangat para masyarakat melalui intonasi khasnya, beliau meniupkan semangat kepada para masyarakat sebagai gelombang semangat yang disalurkan melalui gelombang suara di tengah wabah virus covid 19.  Selogan holopis kuntul baris, sebagai aba-aba untuk saling menyemangati dan bergerak bersama menghadapi covid 19, menjadi mantra yang dinantikan oleh seluruh masyarakat pemerintah mesti bersikap tegas untuk mangakhiri covid 19 dan harus berpihak pada kepentingan dan keselamatan rakyat.

Drs. H. Imam Ghozali, MM


Sejak awal 2020 sampai saat ini virus covid 19 sudah meresahkan masyarakat lndonesia dan juga dunia. Covid 19 telah menjadi bencana yang mengancam keselamatan kita semua.  Hal yang diperlukan saat ini adalah saling  bergotong royong atau holopis kuntul baris, saling menguatkan dan tolong menolong.  Saat ini rumah sakit dan petugas kesehatan mulai kewalahan menangani pasien covid 19 yang jumlahnya meningkat tajam di tengah tengah kapasitas ruang rawat, persediaan obat-obatan dan alat pelindung yang terbatas. Mereka bekerja melewati batas jam kerja normal, meninggalkan keluarga dengan resiko tertular covid 19.

Asosiasi dosen pendidikan agama islam Indonesia ( ADPISI ) memperhatikan kondisi di era pandemic covid 19, berikhtiar berinovasi dengan memberikan percikan pemikiran para Dosen Agama lslam tentang keberagamaan, pendidikan, social dan ekonomi yang dihadapi masyarakat, maka para Dosen Agama lslam selalu memberi implementasi melalui karya buku yang diterbitkan secara kolektif, rombongan, gotong royong dan kebersamaan sehingga terwujud beberapa buku di antaranya, Buku Abdimas lintas Kampus untuk bangsa, Buku Oase Ramadan, Kumpulan Kultum Ramadhan dan Buku Bergegas, Berhenti Sejenak, Lalu Bertebarlah, dan Kumpulan Khutbah Jum'at. 

Ibarat holopis kuntul baris, para dosen agama islam selalu antri membuat naskah yang akan diterbitkan oleh penerbit Bintang Pustaka Madani Yogyakarta.(sudono  syueb/ed)

Surabaya, 14 Desember 2020

Drs H Imam Ghozali,MM


Post a Comment

0 Comments