Agama VS Agama

Oleh: Ahmad Darojul Ali

(Alumni Ponpes YTP, Kertosono)


Harianindonesiapost.com Melihat judul tulisan ini mengingatkan saya pada buku mungil DR. Ali Syari'ati diantara ilmuan yang sangat berpengaruh di iran, tapi Allah mentakdirkan beliau wafat diusia muda dan tidak menyaksikan keruntuhan Syah iran. Konon ada yang berpendapat, seandainya Ali Syari'ati menyaksikan keruntuhan Syah iran, format Negara iran tidak persis  seperti sekarang.


Agama VS agama tidak dimaksudkan agama melawan suatu agama yang lain, tapi beragama tapi fikrohnya, moralitas, tindak dan kelakuannya justru terpaku dengan kebiasaan jahilayah. Beragama tapi senang menindas, memburu dan memenjarakan yang beda pendapat, yang berjuang sungguh - sungguh untuk cahaya islam disematkan kelompok radikal dan teroris. Beragama islam, tapi sistem ekonumi, politik dan mu'amalah lainnya dengan sitem liberal.


Bila dominasi di masyarakat kelompok agama tapi sesungguhnya belum beragama, maka kerusakan akan mudah datang, dan tangan2 ilahiyah akhirnya berbicara.

Maka, disini perlu penguatan dan kewibawaan komunitas ummat, yang beramal amar ma'ruf Nahi munkar.


Komunitas ummat seperti Muhammadiyah, NU, al wasliyah, persis dll.

Harus menguatkan jatidirinya sebagai komunitas yang mandiri, bebas dari tekanan dunia yang akhirnya bebas pula beramar ma'ruf nahi mungkar dengan ciri2 khas komunitas masing2.

Yang penting subtansi amar ma'ruf Nahi Munkar tetap kokah dan bersinar.


*... Idzhab ila fir'auna innahu Thogho *...


Pergilah hai Musa pada fir'aun, beri peringatan dan dakwah dia, sungguh fir'aun telah melampai batas...*.(QS AN Nazi'at: 17)(sudono/ed)



Jakarta, 20 januari 2021.


ADA.


Post a Comment

0 Comments