About Me


Ruh Ini Milik Allah, Biar Allah Sendiri Yang Menjaganya


Oleh: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Ruh yang ada dalam diri kita ini adalah ciptaan dan milik Allah Al Hayyu semata. 
Kalau ada orang atau kelompok dlolim yang mau membunuh kita, kita bisa katakan, badan ini bisa kalian hancurkan tapi Ruh ini milik Allah, biar Dia yang menjaganya.

Sikap kita ini bisa merujuk pada sikap Abdul Muthalib, Kakek Rasulullah, ketika Ka'bah mau dihancurkan Abrahah.

Berkatalah Abdul Muthalib kepada utusan Abrahah:

“Kami tidak punya kekuatan, kami akan membiarkan Ka'bah dan apa yang akan terjadi, karena ia adalah Rumah Allah dan rumah kekasih-Nya Ibrahim".

Lebih lanjut Abdul Muthalib berkata, Jika Allah melindunginya maka ia adalah rumah-Nya dan bila membiarkannya maka kami tidak punya kekuatan untuk mencegahnya.

Ketika Abdul Muthalib dengar 200 untanya dirampas tentara Abrahah, lalu Abdul Muthalib mendatangi Abrahah dengan perantara Anies pawang gajah Abrahah.

Bertemulah Abdul Muthalib dengan Abrahah dan meminta kembali unta-untanya, maka Abrahah berkata melalui penerjemahnya:

“Saya tadinya sangat mengagumimu dan sekarang tidak lagi.”

Abdul Mutholib Tanya:“mengapa?”
Ia menjawab,

“Saya datang ke rumah yang menjadi agamamu dan agama kakek moyangmu untuk menghancurkannya, lalu kamu tidak bicarakan hal itu sama sekali, malahan kamu hanya membicarakan 200 ekor untamu saja.”

Maka Abdul Muthalib berkata:“Saya pemilik unta tersebut dan Ka’bah punya pemilik yang akan melindunginya darimu.”

Abrahah berkata:“Tidak mungkin mencegahku.”

Abdul Muthalib menjawab:“Terserah kamu.”

Lalu Abrahah menyerahkan untanya dan ia pun pulang dan memerintahkan penduduk Mekkah untuk mengungsi di gunung dan lembah-lembah khawatir terkena akibat peperangan tersebut.
 Setelah itu kita sudah tahu bahwa Allah menyelamatkan  Ka'bah dan hancurkan Abrahah 

Merujuk pada sikap Kakek Rasulullah itu maka kita juga bisa bersikap yang sama jika ada orang atau pihak pihak yang mau membunuh kita dan kita tidak kuasa menjaga diri kita dengan melawannya, maka kita bisa katakan, Nyawa ini milik Allah biar Allah sendiri yang menjaganya.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ثُمَّ سَوّٰٮهُ وَنَفَخَ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِهٖ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَا لْاَ بْصَا رَ وَا لْاَ فْــئِدَةَ ۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ
"Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan roh (ciptaan)-Nya ke dalam (tubuh)nya dan Dia menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati bagimu, (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur."
(QS. As-Sajdah 32: Ayat 9)

Maka itu jika ada yang bertanya tentang ruh, katakan, ruh itu milik Allah, yang tahu hanya Allah. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَيَسْــئَلُوْنَكَ عَنِ الرُّوْحِ ۗ قُلِ الرُّوْحُ مِنْ اَمْرِ رَبِّيْ وَمَاۤ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا
"Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang roh, katakanlah, Roh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 85)

Post a Comment

0 Comments