About Me


PERNYATAAN SIKAPKORPS ALUMNI HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (KAHMI)


Laporan: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Dalam suratnya Nomor: 358/B/MNK/KAHMI/XII/2020 KAHMI mengeluarkan Pernyataan Sikap
Tentang
Peristiwa Penembakan di Tol 

Jakarta – Cikampek
(7 Desember 2020)
Bismillahirrahmanirrahim
Beberapa bulan ini terjadi beberapa kekerasan yang terjadi secara beruntun, meskipun 
satu dengan yang lain tidak terkait. Terjadi penembakan di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi 
Papuayang menimbulkan korban Jiwa (September 2020), aksi terorisme di Kabupaten Sigi, 
Provinsi Sulawesi Tengah (November 2020), dan terakhir terbunuhnya 6 orang di Tol Jakarta-
Cikampek (7 Desember 2020). Dua kekerasan yang terjadi (Intan Jaya dan Sigi) Pemerintah 
bersikap tegas. Pada kekerasan di Intan Jaya, Pemerintah membentuk dan menerjunkan Tim 
Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Pada kekerasan di Sigi, Presiden Joko Widodo mengecam 
tindakan tersebut dan menggencarkan kembali operasi Tinombala. Tindakan pemerintah tersebut 
sudah tepat dan patut di apresiasi. Negara hadir untuk memberi perlindungan dan menjamin 
keselamatan rakyat. 
Pada peristiwa terbunuhnya 6 orang di Tol Jakarta-Cikampek, terdapat dua versi 
penjelasan kasus antara yang dijelaskan oleh pihak Polda Metro Jaya dan Front Pembela Islam 
(FPI) sehingga menimbulkan kontroversi di dalam masyarakat. Sehubungan dengan kasus 
tersebut, maka Majelis Nasional KAHMI menyatakan sikap bahwa: 

1. Prihatin dan menyesalkan berbagai peristiwa kekerasan yang berakibat pada 
terganggunya perasaan aman di dalam masyarakat dan mendukung segenap upaya 
pemerintah untuk menyelesaikan berbagai tindak kekerasan secara transparan dan 
bertanggungjawab. 
2. Keprihatinan yang mendalam atas tragedi kemanusiaan yang menelan korban jiwa atas 
peristiwa di Tol Jakarta – Cikampek. Hukum harus ditegakkan dengan adil dan tidak 
dengan kekerasan serta penggunaan senjata untuk penegakkan hukum harus proporsional. 
Oleh karenanya perlu penyelidikan mendalam atas peristiwa tersebut.

3. Mendukung Komnas HAM membentuk timb pencari fakta untuk mengungkap peristiwa 
yang sesungguhnya terjadi yang berakibat pada timbulnya korban jiwa pada peristiwa di 
Tol Jakarta – Cikampek tersebut.

 4. Kepala Kepolisian Indonesia (Kapolri) untuk proaktif dan terbuka mengusut tuntas 
peristiwa penembakan di Tol Jakarta – Cikampek. 
5. Aparat penegak hukum untuk bekerja profesional, responsif dan transparan agar 
masyarakat mendapat perlindungan, pulih rasa aman, terpenuhinya keadilan dan dapat 
beraktivitas secara berkesinambungan. 
6. Negara untuk senantiasa hadir memberi rasa aman, perlindungan dan keadilan bagi 
masyarakat sehingga dapat memperkuat sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. 
7. Menghimbau kepada masyarakat untuk menahan diri dan tidak mengambil langkah atau 
melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan hal-hal yang dapat memperkeruh 
suasana. 
8. Segenap pimpinan KAHMI di semua tingkatan untuk menjaga persatuan, meningkatkan 
kewaspadaan serta melakukan koordinasi secara cepat dengan struktur KAHMI dan 
aparat penegak hukum jika ditemukan kejadian atau aksi yang mengarah pada gangguan 
harmoni masyarakat. 

Billahi Taufiq Wal Hidayah
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jakarta, 22 Rabiul Akhir 1442 H/08 Desember2020 M

MAJELIS NASIONAL KAHMI

SIGIT PAMUNGKAS
Koordinator Presidium

MANIMBANG KAHARIADY
Sekretaris Jender

Post a Comment

0 Comments