About Me


Nasrullah Larada: Demokrasi Kegaduhan


Laporan: Sudono Syueb
(Dosen Fikom Unitomo, Surabaya)

harianindonesiapost.com “Kehidupan demokrasi pada sisi tertentu justru menimbulkan kegaduhan (democracy of noisy)", demikian kata Nasrullah Larada, MSi, pada Webinar yang diselenggarakan oleh LeSPK, Yogyakarta, pada Selasa 29-12-2020, jam 09.00 - 12.00 WIB, dengan mengusung tema besar, REFLEKSI SOSIAL POLITIK DAN PENDIDIKAN INDONESIA 2020.

Padahal ciri negara demokrasi, menurut Larada, adalah adanya partisipasi publik yang sangat aktif. Namun sayangnya partisipasi publik tersebut minim isi.

Dalam satu negara, kata Larada, 
Ada 3 tipologi kelompok. Pertama, kelompok kerumunan buzzer. Mereka memanfaatkan media sosial untuk kepentingan tertentu. Tidak peduli kebenaran konten. Kedua, lembaga tradisional. Mereka menuangkan ide melalui organisasi formal. Namun kelemahannya jangkauannya terbatas. Ketiga, kelompok yang tidak memiliki keduanya, yakni tidak memiliki buzzer dan tidak memiliki organisasi yang tersusun rapi. Mereka hanya berorientasi pada eksistensi kelompoknya saja.

Berkaitan dengan kelompok kelompok keagamaan, Larada menyatakan, Kelompok-kelompok yang berbasis pada keagamaan selama ini kurang diakomodir oleh pemerintah.

“Padahal Agama harus dijadikan sebagai media kontrol atas jalannya demokrasi dan nilai keadilan", tandas Larada yang juga sebagai Ketum PP KBPII ( Pengurus Pusat Keluarga Besar Pelajar lslam Indonesia)

Sementara itu, menyinggung soal hubungan antara ormas dan negara di tahun 2020 ini, Nasrullah Larada menyimpulkan, sedang mengalami surut. Kurang adanya kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Ormas kurang bisa diperankan semaksimal mungkin.

Post a Comment

0 Comments