About Me


MILITANSI KADER MUHAMMADIYAH


Oleh: Ust. Ahmad Darojul Ali

(Alumni Ponpes YTP, Kertosono)

Harianindonesiapost.com Di Muhammadiyah dari ranting sampai pusat, mengapa sekolahan Muhammadiyah maju dan muridnya terus bertambah? Salah satunya karna militansi anggota Muhammadiyah, yaitu, kader kader Muhammadiyah tidak akan menyekolahkan anaknya kecuali di pendidikan yang dikelola Muhammadiyah.

Bila salah satu cabang atau ranting, ingin mendirikan sekolahan, maka di indentifikasi berapa anggota muhammadiyah yang bisa menyumbangkan calon muridnya, ini modal awal murid2 dilembaga pendidikan Muhammadiyah, setelah itu baru menyebar ke masyarakat umum.

Sekolahan yang maju di cabang tertentu, akan mensubsidi dana pada sekolahan cabang lain yang kurang stabil keuangannya.
Dan setiap kecamatan hampir bisa dipastikan ada perguruan Muhammadiyah.

Kader kader Muhammadiyah jarang yang kaya raya atau jadi konglomerat, rata rata mereka terjun didunia pendidikan, jadi guru, dosen dll. Sifat waro' dan mendahulukan kepentingan islam / organisasi sungguh mewarnai ormas ini.

Seorang ibu punya tanah 3 hektar, dia rela mewakafkan tanah 3 hektar itu ke Muhammadiyah, dan dia hanya ambil beberapa meter untuk bangun rumah tempat tinggalnya.

Seorang kakek punya tanah cukup luas, satu masuk kedalam, satu tanah lagi di pinggir jalan raya, dia milih tinggal di tanah yang didalam, sementara tanah yang luas dijalan raya di wakafkan ke sekolahan Muhammadiyah.

Hidup - hidupi Muhammadiyah, jangan cari hidup di Muhammadiyah.
Kata kata ini seakan jadi doktrin di Muhammadiyah.

Maka, ada sekolahan yang masih penuh perjuangan, sehingga guru guru gajinya masih rendah dalam sebuah cabang tertentu, dan guru guru itu gak ada yang mengeluh, karna sejak awal mereka tidak cari penghidupan di Muhammadiyah.

Bahwa ada yang merarasa tidak betah itu wajar, mungkin itu guru yang belum punya militansi seperti kader muhammadiyah pada umumnya.

Dalam suasana seperti ini, lalu kekayaan Muhammadiyah seluruh indonesia terkonfirmasi di pubilk, cukup fantastis sehingga organisasi Muhammadiyah di juluki organisasi kaya raya ( konglomerat ).
Sungguh jadi kebanggaan warga Muhammadiyah yang warganya rata rata bukan orang kaya.
Dan terkonfirmasinya kekayaan Muhammadiyah yang fantastis itu saya yakin bukan kibijakan Humas PP Muhammadiyah, mungkin diberitakan wartawan atau komunitas lainnya.

WaAllahua'lam.

Jakarta, 28 Desember 2020.
Oleh, ADA.(sudono syueb/ed)

Post a Comment

0 Comments