About Me


Masjid Baitul Mahmud: KETELADANAN PEMIMPIN


Khotib: Dr. Drh. Zainul Muslim
Penulis: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Hadirin Jama'ah jum'at masjid Baitu Mahmud yang dirahmati Allah

Marilah kita bersama-sama berupaya bersungguh sungguh untuk meningkat iman dan takwa kita kepada Allah SWT.

Saudara sekalian, siang ini kita mengambil tema: KETELADABAN PEMIMPIN.
Ketika kita menyebut kalimat Keteladanan Pemimpin ini, umumnya pandangan kita jauh keluar menuju orang lain seperti Presiden, Gubernur, Bupati dll.
Padahal setiap diri adalah pemimpin sedangkan pemimpin kelak akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah.
Karena itu mari kita lihat ke dalam diri kita masing masing.
Sekitar 2 bulan lalu, ada kejadian yang menarik buat saya, ada pembelajaran yang luar biasa. Pagivsaya mengapload foto mobil rescue karena ada acara di Probolinggo. Sore hari ada yang menegur lewat japri saya, isinya, Ustadz, mobil itu sore hari ada di jalan tol ya? 
Saya Jawa ya, memang sore hari saya pulang.
Di mobil itu ada 4 branding besar dari ormas yang menugaskan saya.
Kare pagi kita Probolinggo. Sore hari pulang. Saya jawab ya.
Lalu dia bilang, Ustadz membawa 4 nama besar, tapi ustadz jalannya kenceng sekali, itu di luar batas kecepatan berjalan di jalan tol ustadz. 
Rasanya saya seperti ditampar keras, masak ustadz ngebut. 
Saya sangat berterima kasih ada orang yang  mengingatkan saya, 

Jama'ah yang terhormat...

Di awal saya katakan bahwa setiap diri adalah pemimpin, dimana pemimpin itu harus mempertanggung jawabkan kepemimpinannya itu di hadapan Allah SWA.
Kita semua ini membawa nama besar, membawa branding yang sungguh sangat agung, yaitu IMAN dan ISLAM. 
Sudah begitu banyak orang mengklaim bahwa lslam itu rahmatan Lil 'alamin. Ketika lisan kita mengucapkan bahwa lslam itu rahmatan Lil 'alamin tapi sepak terjang kita tidak menunjukkan sebagai rahmat, dan itu terus kita lakuka  sampai membahayakan orang lain dengan segala atribut kehebatan lslam itu. 
Kehebatan itu akan tertutup, ketinggian lslam itu akan hancur karena prilaku dan akhlak kita yang tidak lslami.
Dalam satu firmanNya, Allah berfirman

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَآ إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَٰلِحًا وَقَالَ إِنَّنِى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?"

Perkataan yang terbaik itu adalah  mengajak  ke jalan Allah, dan kemudian dia mengatakan, sungguh aku adalah seorang muslim.
Keimanan dan keislaman kita ketika muncul dalam karakter keseharian kita, maka sungguh lslam ini akan menjadi jaya, lslam ini akan jadi harum dan dahsyat di muka bumi ini.
Kesaksian kita pada  tauhid atau keesaan Allah, dan kita bersaksi bahwa Muhammad itu Urusan Allah.
Keimanan keimanan kita ketika muncul dalam kehidupan sehari hari maka kita akan jadi orang yang welas asih

Orang itu akan terjauh dari perbuatan keji dan mungkar, karena apa ? Karen nilai, dia punya kebiasaan dan karakter sebagai orang yang beriman  yang selalu mendirikan sholat dan loman/suka berinfak, seperti firman Allah

 إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ ﴿٢﴾ الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ ﴿٣﴾ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَّهُمْ دَرَجَاتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ ﴿٤
“Sesungguhnya orang beriman itu hanyalah mereka yang disebut nama Allah bergetar hatinya, jika dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya ayat itu membuat iman mereka makin bertambah, dan hanya Kepada Rabb mereka bertawakkal . Yaitu orang yang mendirikan shalat dan menginfakkan sebagian (harta) yang Kami rezkikan kepada mereka. Mereka itulah orang beriman yang hakiki, dan mereka akan memperoleh kedudukan (derajat) yang tinggi di sisi Tuhan mereka, ampunan, serta rezki yang mulia” (terj. Qs. Al-Anfal ayat 2-4).

Jadi Karakter utama orang beriman dan berislam adalah dia jadi orang yang selalu mendirikan sholat dan sangat loman ata sangat dermawan.

Bahkan prilaku loman itu telah diberikan contoh oleh Rasulullah SAW.
Prilaku loman dan dermawan itu ketika kalian memasak, Rasulullah menyuruh supaya  memperbanyak kuahnya, karena kita bisa berbagi pada tetangga. 
Contoh yang lain,
Suatu saat Rasulullah disuguhi sempol kambing guling, sebelum dimakan, lalu diberikan kepada sahabatnya,  sahabatnya berikan pada sahabat yang lain terus berputar sampai pada sahabat yang memberi sempol itu lagi.
Jadi dua hal ini: Sholat dan berinfak ini jika kita lakukan maka Allah akan meningkatkan derajat kita. Allah akan menjanjikan pada kita surga.

Hadirin yang terhormat....

Begitu banyak tuntunan akhlak sesama orang beriman agar kita ruhama u bainahum, agar kita saling menyayangi

Tapi karena kepentingan politik dan materi kita mudah saling mencibir dan bermusuhan. 
Tapi dengan orang yang tidak beriman kita bisa bekerja sama. Naudzubillah.

Jadi begitu penting kita menjaga karakter Iman dan Islam dengan akhlak yang mulya sebab lman dan lslam itu akan kita pertanggung jawabkan kepada Allah.

Sidoarjo, Jum'at, 18-12-2020

Post a Comment

0 Comments