About Me


Ada Bekas Purnama di Pipinya


Oleh: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com 
Mawar biru mendengarkan rintih Emaknya
Dia pandangi wajah  Emaknya
Ada tetesan air mata
Dia berkata
Mak, jangan menangis
Calon suamiku akan datang ke sini
Malam purnama ini
Melamarku dan membawa aku pergi 
Menikmati bulan madu bersamanya

Tak kuasa melihat derita anak gadisnya
Hilang ingatan selama 25 tahun
Tangis Emak meledek
Sambil memeluk erat erat Mawar Biru
Emak merintih
Ya Rab....
Berilah kesabaran
Merawat gadisku
Yang tidak lagi sadar waktu
Selama 25 tahun berlalu

Mawar Biru kaget
Kenapa dia dipeluk erat Emaknya 
sambil menangis lagi

Mak.. Emak..
Ada apa ini?
Kenapa Emak memelukku sambil menangis?
Kenapa gaun usang ini saya pakai?

Mawar... 
Kaukah Mawar Biru
Anakku yang cantik?
Bisik Emak

Kalau kau sudah tahu bahwa gaun kesayanganmu itu sudah usang
Berarti kau sudah sadar waktu anakku
Alhamdu lillaah ya Rab...

Bersamaan dengan sadarnya Mawar
Di luar ada orang uluk salam 
Assalamu'alaikum...

Wa'alaikum Salaam
Siapa ya?
Tanya Mawar

Saya Sandy Mawar
Jawab lelaki itu

Sandy? Mas Sandy?
Ada apa kau ke sini?
Kenapa kau ingkar janji selama 25 tahun
Bentak Mawar

Ceritanya panjang
Mawar
Waktu aku berangkat ke sini 
Mau melamarmu dulu 
Aku kecelakaan dan gegar otak
Aku tak ingat apa apa lagi 
Selama 25 tahun

Tadi sore ada keajaiban
Aku pulih ingatan
Lalu aku  bergegas ke sini
Tuk penuhi janjiku
Melamarmu

Maaak...
Mawar dilamar mas Sandy

Post a Comment

0 Comments