About Me


5 HARI BERMALAM DI RUMAH SAKIT


Bunda Siswi Astuti

(Rabu, 9 Des 2020)

Harianindonesiapost.com Sejak semalam sudah banyak berita di medsos tentang kegiatan Pilkada Serentak yang di laksanakan hari ini, namun aku tak tertarik..karena ku pikir, pasien yang sakit tak kan di ikutkan dalam pemilihan dengan menggunakan hak pilihnya Kali ini, dan ternyata benar adanya. karena kawatir terpapar virus Corona.

Setelah pemeriksaan rutin oleh perawat, selepas sholat subuh,aku mandi dan keramas, duh.. segarnya.  Merasa sedikit lebih nyaman, tak terbebani karena tangan tidak di infus lagi. Lanjut sarapan pagi dengan menu bubur ayam dan teh tawar. Alhamdulillah.. semenjak awal di rawat,aku berusaha menghabiskan makanan yang di sediakan rumah sakit, agar stamina tetap terjaga, badan sehat, agar cepat pulih, dan boleh pulang.

Selepas makan siang ku lihat salah satu perawat, membersihkan bed sebelah. Ku bilang "mau ada pasien lagi suster?",  "Enggak, ya persiapan saja, selain bersih, nanti kalo ada pasien gak repot" jawabnya.

Benar saja, sekitar jam 14.30 WIB,masuk pasien baru pakai kursi roda,masuk pintu terdengar "Assalamualaikum", aku yang mau tidur siang, gak jadi.."Waalaikum salam" jawabku.. terdengar ia berbincang pada suster.."aku gak nyuci suster,karena kan dari kemarin sudah mulai sakit". Sejenak aku berpikir..apa yang di bilang nyuci, tapi tak terjawab dengan pikiranku. Mataku sudah mulai menyipit karena ngantuk. Berusaha untuk tidur, tapi ya nggak bisa juga.

Tak lama pasien sebelah mengajak aku ngobrol, ternyata senang ngobrol. Biasalah obrolan ringan,tentang sakitku, gejalanya. Setelah ku jawab, ia sudah mulai curhat, mengeluh sedih tentang sakitnya, MaSya Allah, ternyata yang di maksud Nyuci, itu adalah cuci darah atau Hemodialisa (HD) yang sudah di jalaninya selama 4 tahun, seminggu 2x setiap Selasa dan Jumat. Sesekali ku lihat ia me nepuk nepuk perutnya yang agak besar "Aduh, kembung rasanya, soalnya kemarin waktu jadwalnya nyuci (HD), tak di jalani karena sudah mulai terasa sakit dan malamnya masuk UGD".

Luar biasa, aku acung jempol dengan semangat sehatnya. Katanya suaminya sangat baik, selalu sayang dan sabar, mengurusi dan mengantarkan ia ke rumah sakit.
"Ber- syukur lah Bu, Allah kirimkan suami yang baik, yang mau mengurusi keperluannya dalam hal apapun, doakan semoga suaminya di berikan rasa sabar dan ikhlas". Terlihat ia mengangguk angguk.

Tak lama,ia mengeluh sakit perut yang berlebihan sambil meng aduh aduh, ku tekan bel ruangan yang ada di atas bed ku, tak lama kemudian datang perawat memberi bantuan untuk pasien sebelah, bed bagian kepala di tinggikan, sehingga nyaman bernafas dan berbaring, kemudian di berikan oksigen, karena mengalami sesak nafas. Alhamdulillah semua teratasi dengan baik.

Ku lihat ia, sedikit gelisah. Ternyata ia bilang, bahwa pasien HD minum tak boleh lebih dari se botol air mineral ukuran 600 ml, selama 24  jam, terkadang ia suka curi curi kesempatan untuk minum lebih banyak, karena memang rasa hausnya ber- lebihan. Ku bilang ikuti kata dokter, kan itu sudah aturannya,lagi pula jika berlebihan,kan ia sendiri yang merasakan akibatnya.

Tak lama ia berkata, ingin di foto berbaring dengan HPku untuk dikirim ke HP suaminya. Dan ia ingin menelpon suaminya, tapi ia tak bawa Hand phone. Ku tawari pakai punyaku. ia pun menyebutkan nomor suaminya. Setelah ku hubungi, HP ku dekatkan ke bed nya sambil ku besarkan volume,  pakai pengeras suara, Handphone tetap ku pegang. Ternyata ia minta dibelikan nasi Padang, teh manis hangat, dan    makan buat cemilan. Sempat cerita pada suaminya, tentang kejadian tadi, saat terasa sakit. Suaminya mengucapkan banyak terima kasih pada ku,karena bisa komunikasi dengan istri,  menggunakan HP ku. Kukirim foto bu Iin (ternyata pasien tersebut bernama Bu Iin) yang tadi ke nomor suaminya.
Tak lama kemudian,datang pesanannya di bawakan oleh perawat.

Setelah menjalankan sholat magrib dan Isya, sesuai waktunya, aku izin pada Bu Iin untuk tidur lebih cepat, karena terasa agak lelah. Alhamdulillah malam itu aku bisa tidur nyenyak.(sudono/ed)


(Nantikan episode terakhir, kisahku saat dirawat di RS)

Post a Comment

0 Comments