About Me


5 HARI BERMALAM DI RUMAH SAKIT (Bagian 1)


Bunda Siswi Astutik

Ahad, 6 Des 2020

Harianindonesiapost.com Setelah seminggu merasakan terkadang  menggigil jelang sore, sesekali mual muntah, maka aku pun diantar anakku ke Rumah Sakit jam 20.00 WIB, masuk ruangan UGD. Saat berangkat, aku sudah siapkan, membawa baju 2 helai, selimut, peralatan sholat, dan obat-obatan. 

Di UGD, dokter Jaga menanyakan  apa yang dirasa kan, dan awal muasal sakitnya. Setelah ku jelasan, langsung dokter Jaga,  menginstruksikan pada perawat untuk mengukur suhu tubuh, cek darah, urine, dan tekanan darah. Setelah semua di laksanakan, dokter memeriksa dadaku dengan stetoskop, ada kemungkinan aku akan di rawat inap. Untuk prosedurnya, aku di wajibkan menjalankan Rapid Tes berbayar karena tidak di jamin BPJS. Dengan gejala yang kualami, aku merasa tak ada kemungkinan menderita Covid-19, namun karena itu adalah salah satu persyaratan Rawat Inap, maka wajib  dijalani. Alhamdulillah hasilnya negatif. Aku segera di pasang alat infus. 

Tak lama kemudian, datang pasien baru masuk UGD, di sebelahku mengalami batuk, demam. ia juga harus jalani Rapid tes, hasilnya negatif. 
Karena tak  ada  gejala penyakit lain nya, ia pun di perbolehkan pulang. 
Tiba tiba ada pasien baru lagi datang, yang mengalami sesak nafas dan perut mual, menurut dokter  tubuhnya sudah agak membiru, akhirnya di masuk kan ke ruang Isolasi/kaca..dengan dugaan kena Covid-19. Terlihat sedikit gaduh. ia pun langsung di pasang selang oksigen, semua perawat mulai menggunakan baju APD, ku bilang mirip astronot. Dan Ia pun harus jalani Rapid tes. 

Sekitar pukul 22.00 WIB dokter memerintahkan aku di Rontgen di Rumah Sakit lain, karena di sini tidak ada kegiatan Rontgent, jika sudah larut malam. 
Aku, anak ku, perawat dan supir berangkat dengan ambulan menuju Rumah Sakit lain, untuk di Rontgen. Aku duduk di depan bersama supir. Sampai di sana, aku di layani petugas dengan gesit dari mulai cek: suhu dahi, ketiak, tensi dan pendaftaran Rontgen.Tak berapa lama, aku pun masuk Ruang Radiologi, sudah tersedia peralatan canggih untuk Rontgen, aku di suruh berdiri menghadap ke depan,sambil menempelkan dada,dan menggigit resleting terbuat dari logam, karena khawatir  mempengaruhi hasil rontgent  dada. Setelah itu menurut petugasnya hasil rontgent bisa diambil besok pagi, dan perawat di berikan hasil basahnya untuk laporan ke dokter.

Tak lama aku pun kembali ke UGD lagi. Sempat heran, kenapa aku tak langsung masuk rawat inap. Setelah ku bertanya, didapat jawaban menunggu hasil rontgen nya keluar. Ya Allah, harus menunggu sampai pagi, ku bilang pada anak ku agar, pulang saja. Ia tak mau, karena sudah larut malam, kasihan harus meninggalkan ku sendirian. Ku perbanyak doa, mohon diberikan yang terbaik untuk kesembuhanku.

Jam dinding ku lihat, lambat sekali berdetak. Akhirnya tiba juga waktu subuh. Aku ber wudhu tayamum dan sholat subuh di Bed sambil berbaring.(Sudono Syue/Ed)

Post a Comment

0 Comments