About Me


Ust. Sam'un: Cerdas Dalam Memaknai Laa Ilaaha IllAllah


Laporan: Sudono Syueb

Harianindonesipost.com Sejak Pemerintah memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Bersekalah Besar) delapan bulan lalu karena pandemi covid-19, maka selama itu pula kajian rutim dua pekan sekali setiap Ahad malam setelah sholat magrib sampai isya' yang diadakan takmir masjid Baitul Mahmud libur. Demikian pula kajian bulanan An Nisa', organisasi sayap ibu ibu takmir masjid Baitul Mahmud, juga libur. Tapi dua bulan terakhir ini, kajian An Nisa'  sudah mulai lagi.
Ahad 9/11 2020 malam ini kajian rutin masjid Baitul Mahmud dimulai lagi, nara sumbernya adalah ustad Drs. Sam'un, M.Ag., yang selama ini sebagai narsum tetap.

Dalam kajian malam ini, ust. Sam'un menjelaskan pengertian kalimah Tauhid Laa llaaha llAllah. 
Mengawali ceramahnya, ust. Sam'un membaca firman Allah SWT dalam QS  Muhammad ayat 19:

فَا عْلَمْ اَنَّهٗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَا سْتَغْفِرْ لِذَنْبِۢكَ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنٰتِ  ۗ وَا للّٰهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوٰٮكُمْ
"Maka ketahuilah, bahwa tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah, dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat usaha dan tempat tinggalmu."
(QS. Muhammad Ayat 19)

Makna Laa ilaaha illallah [ لآإِلَهَ إِلاَّ الله ] yang benar, kata ust. Sam'un, adalah [ لآ معبود بحق إِلاَّ اللهُ ] ) ( Laa ma’buuda bi haqqin illallah ), artinya tidak ada sesembahan yang benar dan berhak untuk disembah kecuali hanya Allah saja. Semua sesembahan yang disembah oleh manusia berupa malaikat, jin, matahari, bulan, bintang, kuburan, berhala, dan sesembahan lainnya dalah sesembahan yang batil, tidak bisa memberikan manfaat dan tidak pula bisa menolak bahaya.

Pada kalimat [ لآإِلَهَ إِلاَّ الله ] terdapat empat kata yaitu:

Kata Laa ( لآُ) berarti menafikan, yakni meniadakan semua jenis sesembahan.

Kata ilaah ( إِلَهَ) berarti sesuatu yang disembah.

Kata illa (إِلاَّ ) berarti pengecualian.

Kata Allah (الله ) maksudnya bahwa Allah adalah ilaah/sesembahan yang benar.

Dengan demikian makna [لآإِلَهَ إِلاَّ الله ] adalah menafikan segala sesembahan selain Allah dan hanya menetapkan Allah saja sebagai sesembahan yang benar.

Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala :

ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَايَدْعُونَ مِن دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

“(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Al Hajj: 62).

Allah juga berfirman :

وَلاَ تَدْعُ مِن دُونِ اللّهِ مَا لاَ يَنفَعُكَ وَلاَ يَضُرُّكَ فَإِن فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذاً مِّنَ الظَّالِمِينَ

“Dan janganlah kamu menyembah sesuatu yang tidak bisa memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah. sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang zalim“. (Yunus : 106)

Post a Comment

0 Comments