About Me


Serambi Masjid Baitul Mahmud: Rasulullah Selalu Menghormati Tamu


Oleh: Sudono (Syueb
Pembina Yayasan Masjid Baitul Mahmud & Humas DDII Jatim)

Sidoarjo,harianindonesiapost.com-Sering kali kita merasa terganggu jika ada tamu, baik yang kita kenal maupun yang tidak kita kenal. Karena merasa terganggu Itu, maka sikap kita dalam menerima mereka cendrung ogah ogahan dan sinis. Padahal nenghormati tamu itu bagian dari tanda tanda keimanan seseorang pada Allah dan Hari Kiamat.
Sebagaimana sabda Rasulullah:

ومن كان يؤمن بالله واليوم الاخر فاليكرم ضيفه

"Dan barang siapa beriman jepada Allah dan Hari Kiamat maka hormatilah tamunya" (HR. Bukhori dan Muslim).

Banyak contoh dari kehidupan Rasulullah bahwa beliau sangat menghormati tamu yang berkunjung ke rumahnya. Sehingga banyak tamu Rasulullah merasa terkesan dengan akhlak Rasullah dalam menerima tamu.
Salah satunya adalah Adi bin Hatim. Ia terkesan dengan akhlak Rasulullah sebelum memeluk Islam.

Dilansir dari laman republika.co.id Alkisah, Adi pernah berkunjung ke rumah Muhammad. Ia memperoleh pelayanan yang baik walaupun non- Muslim. Rasulullah mengambil sebuah bantal agar Adi bin Hatim duduk nyaman.
Dengan penuh rasa hormat, ia dipersilakan duduk di atas bantal itu. Adi semula menolak dan menanyakan bagaimana dengan Rasul sendiri. Menurut dia, sang tuan rumah lebih berhak duduk di bantal dibandingkan dirinya. Namun, Rasul menegaskan, tamunya lebih utama. Hati Adi tersentuh dan kagum dengan sikap ayah Fatimah itu.
Padahal, saat itu Muhammad telah menjadi pemimpin di Madinah yang sangat dihormati oleh siapa pun. Pada akhirnya, Adi bin Hatim memutuskan mengucapkan syahadat. Menghormati orang lain, dapat pula diungkapkan dalam hal yang mungkin dianggap sepele, di antaranya dengan bersikap ramah.
Lewat sikap ramah ini, melahirkan persatuan yang kuat di dalam tubuh umat. Rasul pun menyatakan agar Muslim tak menganggap remeh kebaikan walaupun hanya dengan menampakkan wajah ramah. Aam Amiruddin melalui bukunya, Bedah Masalah Kontemporer, menguraikan kesan Jarir bin Abdullah selama bergaul dengan Rasul.
“Sejak masuk Islam, saya melihat wajah Rasul selalu tersenyum ramah. Demikian terungkap dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Shaleh Ahmad Asy-Syaami, menyampaikan penjelasan lain mengenai sikap menghormati orang. Jika diberi hadiah, Rasul akan menerimanya dan membalasnya dengan yang lebih baik.
Sebaliknya, saat menolak sebuah pemberian, dia akan menyampaikan permintaan maaf kepada orang yang ingin memberinya hadiah tersebut. Seperti yang ia katakan kepada sahabatnya Sha’b bin Jatstsamah. Waktu itu, Sha’b mau agar Rasul menerima pemberian daging hasil buruannya, namun ditolaknya.
Rasul menjelaskan, ia tak bersedia menerima bukan karena tidak suka Sha’b, tetapi karena sedang berihram. Selain itu, utusan Allah ini selalu mendoakan orang yang berbuat baik kepadanya sesuai dengan kondisi orang bersangkutan. Dikisahkan, Ibnu Abbas membantunya dengan memberikan air wudhu.
Kemudian, Rasul mendoakan agar Ibnu Abbas menjadi orang yang ahli dalam agama dan menguasai tafsir Alquran. Pada waktu lain, Abu Qatadah pernah menjaga tubuh Rasul yang sedikit miring dari tunggangannya pada malam hari agar tak jatuh. Rasul mendoakan agar Allah menjaga Abu Qatadah seperti Dia menjaga nabi-Nya.

Sumber: republika.co.id

Post a Comment

0 Comments