About Me


Sedekah Membuat Hati Jadi Lapang


Oleh : Dra. Nur Hidayah
          
( Penyuluh Fungsional Kemenag Kota Mojokerto)

Ed: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Syukuri apa yang ada. Hidup adalah anugerah. Tetap jalani hidup ini. Melakukan yang terbaik

Syair lagu dari D'Masiv ini menjadi motivasi untuk berbuat sesuatu yang terbaik dalam menjalani hidup ini. Melakukan kebaikan, termasuk dalam perbuatan yang dapat mendatangkan kebahagiaan dan menghilangkan keresahan. Melakukan kebaikan di sini bisa berupa sedekah, berbuat baik, dan memberikan sesuatu yang baik kepada sesama. Semua ini merupakan satu dari sekian banyak hal yang mampu menciptakan kedamaian di dalam dada. Allah swt. berfirman : "Wahai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Alloh) sebagian dari rejeki yang telah Kami berikan kepadamu". (QS. Al-Baqarah : 254)🙏

✍️ Rasulullah saw menggambarkan orang yang kikir dan orang yang dermawan itu dengan dua orang yang masing masing memiliki jubah. Orang yang dermawan terus menerus memberi dan menginfakkan hartanya, sehingga jubah yang ia pakai terus melebar. Demikian pula dengan baju perangnya yang terbuat dari besi, sehingga bekas bekas telapak kakinya terhapus. Sementara itu orang yang kikir terlalu kuat memegang hartanya dan semakin hari semakin berkurang sehingga menjepit dan semakin menyempit hingga jiwanya tersendat. Allah swt, berfirman : "Dan perumpamaan orang orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Alloh dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak didataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka gerimis (pun memadai). Dan Alloh Maha Melihat apa yang kamu perbuat." (QS. Al Baqarah : 265)🙏

👉 Sedangkan orang kikir akan selalu berpikir bahwa dengan mengeluarkan harta, maka akan semakin berkurang hartanya sehingga tanggannya selalu menggenggam terbelenggu di atas pundaknya seperti orang yang kalah perang. "Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu." (QS. Al Israa : 29).

👉 Belenggu yang mengikat jiwa adalah bagian dari belenggu yang mengikat tangan. Orang orang kikir adalah orang orang yang paling sesak dadanya dan sempit akhlaknya. Mereka adalah orang orang yang kikir atas karunia Alloh. Seandainya mereka sadar bahwa apa yang mereka berikan kepada orang lain akan mendatangkan kebahagiaan, niscaya mereka akan berebut untuk melakukan kebaikan ini. "Jika kamu meminjamkan kepada Alloh pinjaman yang baik, niscaya Alloh akan melipatgandakan (pembalasannya) kepada kamu dan mengampuni kamu." (QS. At Taghaabun : 17)🙏

✍️ Allah telah memberikan anugerah kepadamu maka keluarkanlah anugerah-Nya. Harta itu akan sirna dan umur akan berakhir pula. Harta itu laksana air, jika kau simpan akan bau dan jika kau alirkan akan senantiasa segar. Demi Dzat Yang Mengetahui yang ghoib, dan Yang Menghidupkan tulang belulang yang berantakan. Aku telah mengikat perutku, padahal aku sangat ingin pada makanan itu, khawatir suatu saat aku dipanggil orang kikir.🌿

👉 Kikir merupakan penyakit hati yang merata, semua manusia tidak akan terhindar darinya kecuali seorang Muslim, dikarenakan keimanan dan amal shalihnya, seperti dengan zakat dan shalat, Allah menjaganya dari penyakit buruk yang berbahaya ini untuk disediakan baginya kebahagiaan dan keberuntungan di akhirat. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,
 
إِنَّ ٱلۡإِنسَـٰنَ خُلِقَ هَلُوعًا * إِذَا مَسَّهُ ٱلشَّرُّ جَزُوعً۬ا * وَإِذَا مَسَّهُ ٱلۡخَيۡرُ مَنُوعًا * إِلَّا ٱلۡمُصَلِّينَ * ٱلَّذِينَ هُمۡ عَلَىٰ صَلَاتِہِمۡ دَآٮِٕمُونَ *وَٱلَّذِينَ فِىٓ أَمۡوَٲلِهِمۡ حَقٌّ۬ مَّعۡلُومٌ۬ * لِّلسَّآٮِٕلِ وَٱلۡمَحۡرُومِ

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta).”(Al-Ma’arij:19-25)🙏

✍️ Orang dermawan yang dimaksud adalah yang memerintahkan istrinya untuk menyuruh seseorang untuk mengundang tamu-tamu dan menunggu sampai si pesuruh itu datang serta makan bersama sama dengannya, hingga hubungannya dengan mereka menjadi lebih akrab, semua itu dilakukannya agar dadanya menjadi lapang. Kata dia kepada istrinya : "Jika membuat makanan, carilah orang yang ingin makan Aku tidak mungkin makan sendiri." Dia berkata kepadanya menjelaskan falsafah hidupnya yang cukup jelas itu, satu perbandingan yang sangat terbuka: "Perlihatkanlah kepadaku seorang dermawan yang mati sebelum waktunya agar hatiku tenang, atau seorang kikir yang kekal abadi." Apakah menimbun harta akan membuat si penimbunnya menjadi kekal? Apakah menginfakkannya akan mendekatkannya kepada ajal? Tidak. Semua itu tidak benar. 
Wallahu'alam bish showab.

Semoga bermanfaat

Post a Comment

0 Comments