About Me


Kakek-Nenek: Boleh Ujang ke Kota Asal Jangan Tinggalkan Sholat & Baca Al Qur'an


Oleh: Sudono Syueb

Alumni Ponpes YTP, Kertosono dan KBPII Jatim

Keinginan anak itu untuk kerja ke kota Bandung diizinkan oleh Kakek dan Neneknya. 
Pergilah dia ke Bandung dengan sedikit uang dan al Qur'an kecil dari Kakek-Neneknya jalan kaki sepanjang 50 km dari Desanya Garut dengan mimpi dapat kerjaan di kota, bisa nabung dan nanti pulang bisa kasih uang pada Kakek dan Nenek  kesayangannya yang selama ini mengasuhnya dengan penuh kasih sayang selepas orang tuanya bercerai.

Tiba di Bandung, berusaha cari kerja ikut orang tapi tidak ada yang mau menampung, musim pandemi, kerjaan lagi sepi. Sementara uang pemberian kakek neneknya yang tidak seberapa itu sudah habis untuk beli makanan sehari hari. Akhirnya, demi bisa bertahan hidup di kota, dia putuskan jadi pemulung.
Pesan Kakek Neneknya agar tidak tinggalkan sholat dia tunaikan tepat waktu dan baca al Qur'an selalu dia lakukan ketika sedang istirahat.

Waktu itu sedang turun hujan, dia ngiyup di emperan orang tepi jalan sambil baca al Qur'an. Tanpa dia sadari ada orang yang memotretnya lalu diupload ke medsos. Banyak yang lihat dan ada juga yang mengunggahnya ke grup grup WA. Salah satunya Cak Akbar Muzakki, teman saya dengan dibumbui narasi berikut ini:

Siapa pun yang memotretnya, terimakasih. 

Ia mungkin tak dikenal penduduk bumi, tapi dikenal dan didengar Penghuni Langit. 

Di suatu sore, disuatu lokasi yang basah oleh hujan.
*****
Siapa pun orang lslam, baik perorangan maupun lembaga, yang melihat fotonya sedang baca al Qur'an di tepi jalan saat hujan pasti terenyuh dan berusaha menolongnya.
Adalah pihak  pesantren Al Hilal, Bandung, melacak jejaknya. Tidak mudah memang, karena anak ini mulungnya mobile dan tidak punya tempat tinggal tetap. Dia ditemukan di Lembang, 20 km dari Bandung. Berikut ini penuturan tim ustadz dari pesantren Al Hilah:

"Alhamdulillah.
Akhirnya ketemu.
Kemarin tim Al Hilal mencari di braga dan sekitarnya. Tidak ketemu. Ternyata dia sudah pindah jauh. Ketemu di Lembang. 
20 Km dari tempat foto pertama".

Lebih lanjut tim Al Hilal katakan, Anak ini berasal dari Garut. Bapak dan ibunya sudah bercerai. Meninggalkan anak ini. Di Garut tinggal dengan kakek neneknya. Dia ke Bandung untuk cari kerja. Garut Bandung 50 km. Jalan kaki. Luar biasa.
Kakek neneknya mengizinkan dengan syarat. Tidak boleh lepas sholat dan harus selalu baca Qur'an. Keren !

Dijelaskan lebih, Tentu saja dalam kondisi ini dia sulit dapat kerja. Akhirnya jadi pemulung.
Tidak punya tempat tinggal. Tinggal di jalanan. Sepertinya ada yang kasih baju.
Malam ini akan menginap di Pesantren Al Hilal. Insya Allah akan diantar besok ke rumahnya di Garut. 
Kakek neneknya akan diberikan sembako baju Qur'an baru dan biaya hidup

Pesantren Al Hilal
Jln. Gegerkalong hilir no 155 Bandung.

Kabarnya pesantren Al Huseniyah, Bandung, milik KBPII, Mang Dadang Dania, juga bersedia menampung gratis selama belajar di pondok.

Demikian, semoga kelak anak yang luar biasa ini bisa jadi orang sukses, taat beribadah dan selalu baca al Qur'an hingga hafal 30 juz. Aamin.

Post a Comment

0 Comments