About Me


Fenomena Ustadz


Oleh: Ahmad Darojul Ali

Ed: Sudono Syueb


Harianindonesiapost.com Ada beberapa figur ustadz yang hadir disekitar kita dengan pola dan gaya yang tentu dipengaruhi pengalaman sosiologis dan sejauhmana dan dimana sang ustadz menuntut ilmu.
Ustadz konserfatif,
Sejak kecil dididik dalam alam agama, keluarga dan tentu berada di pesantren sampai tamat pendidikan Aliyah ( SMU ).
Masalah2 keagamaan sudah asupan tiap hari, fiqih, usul fiqih, Hadist, Al Qur'an.
Ilmu alat juga tak asing baginya, Nahwu, shorof, balaghoh, Ma'ani dll.
Ustadz yang lahir dari rahim pola pendidikan ini kadang ia jadi ustadz yang konserfatif kadang mewakili ustadz yang moderat, dan ustadz yang lahir dari pola pendidikan ini banyak yang moderat.
Tapi kadang2 ada yang radikal.

Ustadz Moderat..
Ketika dia lahir dari pola pendidikan pesantren, lalu dia masuk di perguruan tinggi, bacaannya luas, sahabatnya luas, tidak menjauh dari arena2 diskusi, bahkan dia termasuk Muharrik / penggerak ramainya alam diskusi dan seminar2.
Hampir dipastikan ustadz ini semakin mumpuni dan terwajahkan ustdaz yang Moderat juga progresif.

Ustadz yang radikal.
Ia lahir dari rahim pola pendidikan pesantren, tapi gak melanjutkan pendidikan selanjutnya seperti masuk Perguruan Tinggi. Tapi Ustad model ini gak banyak, sahabat ustadz model radikal ini bisa dikatakan dia lahir bukan dari rahim pesantren, tamat SLTA lalu ia kajian agama intensif, bisa melalui ustadz, Medsos , buku2 dll.
Kajian ustadz ini kebanyakan atau maaf menurut saya ada yang kurang tepat hanya dengan satu guru, satu arah.
Sehingga seakan ustadz atau guru yang lain kurang dianggap sebagai bagian sumber mencari ilmu, bacaan bukunya juga dibatasi.
Bahkan nonton TV pun seperti diharamkan .
Pola2 ceramah dan nasehatnya dipadatkan urusan Neraka, surga.
Kafir, toghut, Hizbullah, Hisbu Syaithon dll.


Waullahu'alam.


Jakarta, 14 Nov 2020.
ADA.

Post a Comment

0 Comments