About Me


Wahai Pemuda, Cintailah Rasul bukan sekedar momentum Maulid


Oleh : Achmad Hartono Adi Prabowo

Ketua Umum PW PII Jatim

Editor: Sudono Syueb
Humas DDII Jatim

Harianindonesiapost.com Kegembiraan Maulid Nabi
“Weh,asik bener dah Maulid Nabi gini! Makan gratis terus dan dapat berkatan lagi , ya gak Bro?..”
Itulah ungkapan Iqbal pada temanya Zaka,saat menerima surat undangan dari tetangganya yang merayakan maulid Nabi,Masyarakat menyambut gegap gempita  masuknya bulan Rabiul Awal yang tentu saja dibarengi dengan momen kelahiran Nabi Muhammad Saw. Pada umumnya bulan Rabiul awal, masyarakat kita terkhusus di pulau Madura akan melaksanakan syukuran atas kelahiran nabi Muhammad.
Bentuk Syukur Tuan Rumah
Acara Maulid Nabi ditujukan sang tuan rumah yang mengundang sebagai bentuk syukur,karena Allah telah memberikan anugerah terbesar, yakni nikmat Islam sebagai agama satu-satunya yang paling sempurna, dan  Nabi Muhammad telah sebarkan ajaran ini ke seluruh Dunia. Momen seperti ini juga sebagai sebuah bentuk silaturrahim masyarakat sekitar.Terlepas mungkin dari adanya pro dan kontra di masyarakat,tetapi itu bukanlah sebuah permasalahan yang besar. 
 Niat masyarakat dalam menyambut momen Maulid nabi ini sangat baik dan perlu kita apresiasi.Namun kemudian saya ingat ceramah pak Kiai yang mengisi setelah solawatan dan membaca doa.Dengan wibawa seorang ulama’ beliau menyampaikan materi ceramahnya dengan nada yang tegas dan berwibawa.

Jangan Hanya Simbolis
Dalam ceramahnya,pak kiai merasa senang bahwa masyarakat begitu antusias dengan datangnya Rabiul Awal yang menandakan akan lahirnya Rasulullah Sallalohu Alaihi Wa Sallam. Akan tetapi kiai tersebut juga sangat merasa sangat prihatin dengan masyarakat yang justru dalam keseharianya sering lupa dan jauh dari tuntunan Rasulullah. 
Maulid nabi jangan hanya sekedar menjadi simbol bahwa kita mencintai Rasulullah,Tapi juga perlu diikuti ibadah lain secara konsisten dan istiqonmah. Jangan sampai kita mengaku paling cinta dengan nabi Muhammad tapi solat kita sering bolong,jangan sampai kita hanya membaca Qur’an hanya ketika Ramadhan saja.begitupun juga dengan sedeqah.Apalagi berdzikir sering sekali kita lupa untuk berdzikir pada Allah.Swt.
Fenomena yang terjadi dalam masyarakat memang seperti itu, saat kita ke masjid,banyak masjid sepi saat solat berjama’ah. Bahkan saya s tidak sampai satu shaf,sering juga saya jumpa dengan masyarakat yang dengan tenangnya tidak melaksanakan solat 5 waktu .Al-Quran yang baru dikeluarkan dari lemari hanya setahun sekali dan masih banyak sekali fenomena lainya.Lebih parahnya lagi dalam masyarakat, sering kita jumpai perkataan dusta  bahkan fitnah adalah kejadian umum yang bisa ditemukan setiap hari pada masyarakat kita. Dusta dan fitnah pula yang menyebabkan sesama saudara tidak akur dan bahkan bertengkar.
Tunjukkan Jika Memang Cinta
Memang lupa dan lalai adalah bagian dari hidup manusia.Namun kita tidak bisa terus-menerus membiarkan hal itu terus terjadi.Kita harus tunjukkan bahwa Allah, jika kecintaan kita pada agama ini benar-benar nyata. Bukan sekedar simbol.Jangan kita menipu Allah,seolah-olah kita cinta tapi dalam keseharian ,kita lalai akan perintahnya.
Para pemuda Islam,harus mempertahnkan kebiasaan baik dan meningkatkan kecintaan kepada Allah dan Rasulnya.Beribadah yang giat dan memiliki sikap yang baik sesuai ajaran nabi.Harus diingat, momentum seperti maulid nabi adalah pengingat dan penyemangat untuk istiqomah beribadah.Maka tunjukanlah bahwa kita cinta Rasulullah setiap waktu.

Post a Comment

0 Comments