About Me


Syari'at Islam : Antara "Ifrath" dan "Tafrith"


Oleh: KH Sudarno Hadi, MPd.l

Ketua DDII JawabTimur

Editor: Sudono Syueb

Humas DDII Jatim

Harianindonesiapost.com _*Ifrath (افراط)*_ adalah berlebihan dalam melaksanakan perintah agama. Seperti misalnya puasa sunnah setiap hari atau shaumuddahri dilarang oleh Islam, shalat malam semalam suntuk tanpa tidur juga dilarang demikian pula membujang tanpa menikah dengan alasan khawatir jika menikah ibadahnya akan terganggu, pada hal menikah termasuk ibadah. 
Sebaliknya _*tafrith (تفريط)*_ yaitu meremehkan  perintah agama juga tidak boleh. Seperti misalnya menganggap shalat sunnah tidak penting yang penting shalat fardlu, puasa sunnah tidak penting, yang penting puasa wajib , shadaqah  sunnah tidak penting, yang penting zakat dst. Sikap tafrith tidak dibenarkan demikian pula sikap ifrath juga tidak dibenarkan. Itulah syariat Islam. Demikian pula dalam menyikapi maraknya virus corona (Covid 19) yang makin merajalela. Kita sebagai muslim tidak boleh bersikap ifrath maupun tafrith. Bersikap _*ifrath*_ misalnya takut berlebihan sehingga *tidak berani shalat berjama'ah di masjid termasuk shalat Jumu'ah,* merenggangkan shaf dalam shalat berjamaah, akibatnya syaithan masuk dalam shaf, sehingga akibat takut berlebihan terhadap covid 19 setan senang. Sebaliknya bersikap u_*tafrith yaitu meremehkan covid 19 dengan tetap mengadakan aktifitas mengumpulkan orang banyak, mengadakan rekreasi, tidak menjaga kebersihan diri maupun lingkungan, tidak menjaga makanan dengan alasan bahwa semua yang terjadi dan akan terjadi adalah masuk dalam qadha dan qadar Allah.*_  Manusia wajib ikhtiyar baru kemudian bertawakkal kepada Allah. Untuk daerah yang sudah dinyatakan lock down dalam rangka kehati-hatian maka tinggal di rumah sangat direkomendasikan. Tapi untuk daerah yang tidak dalam katagori lock down ataupun zona merah, tidak apa-apa keluar rumah untuk sholat berjama'ah  maupun shalat Jumu'ah, tapi yang sakit seperti flu, sering bersin, batuk, sebaiknya tidak keluar rumah agar tidak menular ke yang lain. Wallahu a'lam bisshawab.

Post a Comment

0 Comments