About Me


Suara Baitul Mahmud: Selalu Memanfaatkan Waktu di Jalan Allah


Khotib: Ust. Sukatna
Penulis: Sudono Syueb:

Harianindonesiapost.com
Hadirin rahimakumullah....
Dalam kesempatan yang berbahagia dan mulya ini marilah kita wujudkan rasa sukur kita kepada Allah SWT dengan selalu berada di jalan Allah SWT  dengan terus melaksanakan ibadah kepada Allah. 
Kita harus menyadari bahwa kita disini sedang beribadah kepada Allah SWT. Keberadaan kita di tempat ini sedang beribadah kepada Allah, bukan sedang beristirahat dan tidur. Mari kita berjihad untuk melawan kantuk kita selama 15 menit saja, tidak lama, untuk mendengarkan khutbah jum'at sebagai satu kesatuan dengan shalat Jum'at.
Karena itu apa pun yang mengurangi nilai ibadah kita harus kita tinggalkan, termasuk kebiasaan ngantuk dan atau tudur saat ada khutbah Jum'at.

Mari kita senantiasa menggunakan kesempatan yang telah diberikan Allah pada kita dengan baik, itu makna bersyukur itu.
Pada saat kita bersyukur pada Allah dengan memanfaatkan waktu dengan baik maka Allah akan menambahkan kebaikan kebaikan pada diri kita. Bukankah Allah telah berfirman dalalm QS Ibrahim ayat 7:

وَاِ ذْ تَاَ ذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَ زِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَا بِيْ لَشَدِيْدٌ

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."
(QS. Ibrahim 14: Ayat 7)

Apabila hambaKu bersyukur padaKu dengan nenjalankan printah printahku dan menjauhi larangan laranganKu dengan penuh ikhlas maka akan Aku tambah nikmatKu padanya. Nikmat itu berupa dimudahkannya kita melakukan kebaikan kebaikan di jalan Allah selepas kita melakukan kebaikan kebaikan lainnya. Sehingga detik demi detik kita bisa melakukan kebaikan dengan baik. Kita bisa melewati waktu ini dengan baik. Itulah yang dinamakan bertambahnya nikmat dari Allah SWT. 
Kalaulah Allah SWT memberikan kita rizki, itu merupakan bagian dari ujian, bagian dari fitnah yang diberikan oleh Allah kepada kita, apakah kita mampu bersukur atau kufur kepada Alkah SWT.
Diberi nikmat yang banyak malah bukan aktif beribadah untuk shalat berjamaah tapi malah sebaliknya, kita diberi nikmat yang banyak itu malah sibuk dengan urusan keduniaan.
Tapi sebaliknya, kalau kita diberi nikmat Allah yang banyak itu lantas kita lupa pada Allah, jangan jangan ini merupakan ketidak syukuran kita pada Allah, itu berarti kita telah kufur pada Allah,  jika seperti itu maka Allah akan memberikan siksa pada kita yang sangat pedih. 

Bisa jadi saat kita diberi rizki yang banyak, kita malah jauh dari Allah, dengan alasan mengerjakan ini dan itu.
Jika ini yang terjadi maka rizki dari Allah itu malah mencelakakan kita, betapa tidak, ketika kita jauh dari Allah, ketika kita tidak menjalankan perintah perintah Allah, tidak memanfaatkan waktu dengan baik untuk selalu ingat pada Allah, jika nanti kita dibangkitkan Allah, maka ini berarti kecelakaan besar bagi kita.

Hadirin yang dumulyakan Allah...

Allah tidak melihat bagaimana seseorang itu mati, tapi Allah melihat sebelum kematian itu terjadi, yaitu bagaimana orang itu bisa  memanfaatkan waktunya dengan baik.
Kalau kita tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik untuk berbuat baik guna menuju jalan Allah, maka janganlah menghalang halangi orang lain melakukan kebaikan menuju jalan Allah, sebab itu dosa besar.
Allah SWT berfirman:

يَسْــئَلُوْنَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَـرَا مِ قِتَا لٍ فِيْهِ ۗ قُلْ قِتَا لٌ فِيْهِ كَبِيْرٌ ۗ وَصَدٌّ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَ کُفْرٌ بِۢهٖ وَا لْمَسْجِدِ الْحَـرَا مِ وَاِ خْرَا جُ اَهْلِهٖ مِنْهُ اَكْبَرُ عِنْدَ اللّٰهِ ۚ وَا لْفِتْنَةُ اَکْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَا لُوْنَ يُقَا تِلُوْنَكُمْ حَتّٰى يَرُدُّوْكُمْ عَنْ دِيْـنِکُمْ اِنِ اسْتَطَا عُوْا ۗ وَمَنْ يَّرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِيْـنِهٖ فَيَمُتْ وَهُوَ کَافِرٌ فَاُ ولٰٓئِكَ حَبِطَتْ اَعْمَا لُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَا لْاٰ خِرَةِ ۚ وَاُ ولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّا رِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
"Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Tetapi menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Sedangkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup. Barang siapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 217)

Aqulu qauli hadza fastaghfiruh innahu huwal ghafururrahim.

Sidoarjo, Jum'at 16/10/2020

Post a Comment

0 Comments