About Me


Dr. Adian Husaini: DDII Akan Membuat Ensiklopedi Pemikiran Muhammad Natsir


Laporan: Sudono Syueb

Surabaya,harianindpnesiapost.com-"Pemikiran pemikiran Pak Natsir tentang Agama, Sosial, Pendidikan, politik, negara dan bangda dll itu luar biasa sekali. Karena itu kita (DDII) akan  membuat Esiklopedi Pemikiran Muhammad Natsir. Berkaitan dengan, kita juga akam membangun Muhammad Natsir Center untuk mrngkaji pemikiran pemikiran Pak Natsir dan mengimplementasikannya dalam kehidupan berbangsa dan berneagara", demikian kata Dr. Adian Husaini, Ketum PP DDII (Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia), 2020-2025, di hadapan ratusan Pengurus Wilayah DDII Jawa Timur dan para aktivis Pengurus Daerah DDII se Jawan Timur, Sabtu 24/10/2020, jam 19.30 di Markas Dakwah Al Hilal, Jln Purwodadi no 86-88. Surabaya

Lebih lanjut, Adian Husaini yang asli putra Bojonegoro, Jatim, ini katakan, setelah kita teliti, bukunya Pak Natsir itu ada 74 judul. Kita akan minta putranya Pak Natsir, Pak Fauzi Natsir, untuk mengumpulkan pemikiran pemikiran Pak Natsir untuk dihimpun jadi Ensiklopedi Pemikiran Pemikiran M. Natsir dan akan diterbitkan oleh DDII. Demikian juga buku buku beliau akan kita terbitkan lagi

"Tadi di mobil saya membuat kata pengantar bukunya pak Natsir judulnya Di Bawah Naungan Risalah. Judul kata pengantar saya itu adalah
Panduan Praktis Dakwah Penuh Hikmah. Kalau sudah jadi akan saya kirim ke Pak Fauzi Natsir untuk diterbitkan", kata Adian Husaini yang juga seorang penulis dan pakar pendidikan lslam ini.

Bagi DDII menerbitkan buku mungkin tidak begitu kesulitan karena DDII sudah punya mesin percetakan seharga 15 milyard dan ketepatan direkturnya adalah Pak Fauzi Natsir itu sendiri.
 
Di bagian lain, Adian katakan, di samping kita  fokus ke penerbitan, kita juga akan lebih fokus pada pesantren. Ternyata setelah kita data, keluarga besar DDII banyak yang punya pesantren. Selama ini kader kadernya Pak Natsir mengembangkan pesantren sendiri sendiri tanpa koordisasi dengan DDII. Pesantren keluarga besar DDII ternyata banyak sekali, mulai Aceh dll.
Jadi kita ini ingin merakit apa yang telah dikerjakan oleh kader kader Pak Natsir untuk melahirkan dai dai baru.

"Dai kita juga banyak, selama ini laporannya hanya ada sekitar 600 dai, setelah kita data ternyata banyak sekali, ada ribuan dan tersebar di seluruh lndonesia. Jadi DDII ini organisasi yang sangat dahsyat, sangat besar. Tapi kalau kita lihat di pemberitaan seolah olah tidak ada dan tidak sebesar yang lain. Saya sampaikan pada pembina, in syaa Allah DDII jadi besar dan baik", tandas Adian Husaini pendiri Pondok At Taqwa, Depok, Jabar ini.

Sementara itu, Ust. Sudarno Hadi, Ketum DDII Wilayah Jawa Timur katakan, saya selalu teringat pesan Pak Natsir, sebagai Dai harus tahu sekarang jam berapa. Artinya, sebagai dai harus tahu apa yang terjadi sekarang ini  agar menguasai medan dakwah.

Acara kunjungan kerja DDII Pusat ini dipandu oleh Kiai Muda yang fenomenal، pendiri pondok lslamic Center eLKISI, Mojokerto, KH Fathur Rohman.

Post a Comment

0 Comments