About Me


Umar Bin Katthab: Saya Bersyukur Pembunuh Saya Bukan Orang Islam


Diupload: Sudono Syueb

Surabaya,harianindonesiapost.com-Amr bin Maimun merupakan saksi sejarah kejadian ini. Imam Bukhari dalam shahihnya menyebutkan pengakuan Amr bin Maimun ketika menceritakan peristiwa itu,

“Pada hari tertusuknya Umar, ketika jamaah shalat subuh itu, aku berada di shaf kedua, sementara di depanku ada Abdullah bin Abbas. Subuh itu, Umar memimpin shalat dengan melewati barisan shaf dan memerintahkan, “Luruskanlah shaf.”

Ketika dia sudah tidak melihat lagi celah-celah dalam barisan shaf tersebut, maka Umar maju lalu bertabir. Sepertinya beliau membaca surat Yusuf atau An-Nahl pada raka’at pertama, sehingga memungkinkan semua orang bergabung dalam shalat jamaah.

Sesaat ketika aku tidak mendengar bacaan takbir intiqal Umar, tiba-tiba terdengar dia berteriak, “Ada orang yang telah membunuhku, seekor anjing telah menerkamku.”

Abu Lukluk berusaha lari sambil menyabet-nyabetkan belatinya. Hingga ada sekitar 13 orang yang terkena tusukan belatinya, 7 diantaranya meninggal dunia.

Ada salah satu jamaah yang melihat ini, dia langsung melemparkan baju mantelnya dan tepat mengenai si majusi itu. Ketika dia menyadari bahwa dia tak lagi bisa menghindar, dia bunuh diri.

Umar memegang tangan Abdur Rahman bin ‘Auf lalu menariknya ke depan. Siapa saja orang yang berada dekat dengan Umar pasti dapat meilihat apa yang aku lihat. Adapun orang-orang yang berda di sudut-sudut masjid, mereka tidak mengetahui peristiwa yang terjadi, selain hanya kehilangan suara Umar. Mereka berseru, “Subhanallah, Subhanallah.” Mereka menyangka imam shalat lupa.

Kemudian Abdurrahman bin Auf melanjutkan shalat jamaah subuh dengan ringan (beliau membaca surat yang pendek). Setelah shalat selesai, Umar bertanya, “Wahai Ibnu Abbas, lihatlah siapa yang telah menikamku.”

Ibnu Abbas berkeliling sesaat lalu kembali, “Budaknya Mughirah.”

Umar bertanya, “Budak yang pandai membuat senjata itu?”

Ibnu Abbas menjawab, “Ya, benar.”

Mendengar jawaban ini, Umar bersyukur, beliau memuji Allah, doanya dikabulkan. Karena beliau dibunuh orang majusi, bukan orang islam.

Umar Radhiyallahu ‘anhu mengatakan dalam sebuah kalimat yang dicatat para ahli sejarah,

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى لَمْ يَجْعَلْ مَنِيَّتِى بِيَدِ رَجُلٍ يَدَّعِى الإِسْلاَمَ

Segala puji bagi Allah, yang tidak meletakkan kematianku di tangan orang yang menyatakan muslim. (Dengan kata lain, saya bersyukur pembunuh daya bukan orang lslam)

Selanjutnya, Umar dibawa pulang. Saat itu, masyarakat madinah seakan tidak pernah mengalami musibah seperti hari itu sebelumnya. Amirul Mukminin Umar bin Khatab Radhiyallahu ‘anhu menderita luka menganga karena bekas tusukan itu. Ketika diberi minuman rendaman kurma, minuman itu keluar melalui  perutnya. Kemudian diberi susu namun susu itu keluar melalui lukanya.

Akhirnya orang-orang menyadari bahwa nyawa Umar tidak bisa lagi terselamatkan…

(Shahih Bukhari no. 3700)

Kuburan Abu Lukluk
Bagi orang Syiah Iran dan seantero dunia, Abu Lukluk dianggap pahlawan. Namanya harum di tengah mereka. Dia dianggap pahlawan karena secara pengecut ‘berani’ membunuh Umar. Karena itulah, dia digelari Abu Lukluah Baba Syuja ad-Din, artinya Abu Lukluk sang pemberani dalam agama. Sebagai lambang permusuhan dengan Umar bin Khatab Radhiyallahu ‘anhu yang telah menaklukkan Persia.

Banyak orang syiah yang main ke kuburannya untuk berdoa di sana. Kuburannya di kota Kasyan di Iran. Sebenarnya sebagian orang syiah sendiri tidak yakin kuburan Abu Lukluk ada di Iran, sementara dia mati di madinah.

Tapi ada satu tempat yang mereka klaim sebagai kuburan Abu Lukluk.

Sumber: https://konsultasisyariah.com/24558-umar-bin-khatab-dibunuh-orang-iran.html

Post a Comment

0 Comments