About Me


Mengenang Humanisme Malik Fajar


Oleh: Ahmad Darojul Ali

Alumni YTP, Kertosono

Jakarta,harianindonesiapost.com-Dalam pengajian bulanan PP Muhammadiyah di Menteng jakarta, sebagai pemateri tunggal adalah K.H.Hasyim Muzadi.

Pembukaan disampaikan DR.Din Syamsuddin selaku shobibul bait.
Penyampaian materi Kiyai Hasyim  Muzadi sungguh hidupkan suasana jamaah, sesekali jamaah tertawa terbahak.

Maka tibalah saatnya sang Kiyai mengomentari soal hukum rokok.
Bila NU hukum rokok makruh, Muhammadiyah haram.

Sang Kiyai bercerita, 
Anak saya ini semua kuliah di UMMU ( Universitas Muhammadiyah Malang).
Suatu hari saya mau jenguk anak saya di UMMU, tentu saya kontek rektornya Pak Malik Fajar. 
Dengan senang hati Pak Malik Fajar akan menyambut ortu mahasiswanya sekaligus ketua umum NU.

Pak Malik Fajar sudah nunggu di rektorat, maka sang kiyai langsung ke rektorat  UMMU.


Betapa kagetnya sang kiyai lihat di jari2 Malik fajar batang rokok yang sedang menyala.
Sang kiyai langsung menyelak.
Pak Malik Fajar, bukannya Muhammadiyah mengharamkan rokok ?.
Pak Malik Fajar tersenyum, ia Kiyai, tapi kalau merokok didepan ketua umum NU hukumnya makruh.

Sang kiyai ketawa lebar juga P ygak Malik Fajar, keduanya berpelukan akrap.
Jamaah pengajian PP Muhammadiyah riuh ketawanya.

Matraman, 8 september 2020.
Oleh. ADA.

Post a Comment

0 Comments