About Me


In Memoriam: Prof. Malik Fajar "RADIKAL"


Oleh: Ahmad Darojul Ali

(Alumni YTP, Kertosono)

Editor: Sudono

Jakarta,harianindonesiapost.com-Sekitar tahun 1993, saya mahasiswa F Hukum menghadiri  simposiom di UII jogjakarta, pola pendidikan Perguruan Tinggi Islam Swasta se indonesia sebagai pemateri.
Dari jakarta diwakili UIC , UMJ dan Asyafi'iyah.
Hadir pejabat Negara waktu itu mentri Agama Dr.Tarmidzi Tahir.

Pada esoknya ( sesi ke 2 ). Peserta di ajak ke hotel Kali urang, di bukit sangat dingin, maka hadirlah pemateri Prof.Malik Fajar, bersama 2 pembicara mewakili Pemerintah
Prof.Malik Fajar pakai baju putih lengan pendek tanpa peci, sementara dua pemateri dari pemerintah berpakaian dinas.

Dalam pemaparannya, Malik Fajar menyinggung soal IAIN dan IKIP mau di jadikan Universitas, bilau bilang, baik aja, asal jangan karna proyek dan intinya dalam rangka semangat perubahan pendidikan di tanah air yang lebih baik.
Perlu diingat, perubahan disini harus menyentuh akar masalah, jangan perubahan yang tambal sulam, perubahan yang RADIKAL itu jawabannya.

Para peserta simposium dibuat terpesona dan terbelalak, hingga sesi pertanyaan Malik Fajar di hujani pertanyaan bertubi - tubi dan beliau jawab tenang berkuwalitas sebagai ilmuan.

Selamat jalan Prof.H.Malik Fajar, kami merasa kehilangan Rektor yang menjabat 2 Perguruan Tinggi sekaligus, yang cerdas, sederhana dan humanis.


Jakarta, 8 september 2020.
Oleh, ADA.

Post a Comment

0 Comments