About Me


IN MEMORIAM DUA SERANGKAI (Ustadz H. Syamsul Arifin dan ustadz Yatim Rahmat)


By     : Ihsanuddin 
            Alumni YTP Kertosono.

Editor: Sudono

Harianindonesiapost.com Hidup memang penuh dinamika , ada suka, duka, ada mewah dan ada susah.
Semua lnsan pasti merasakan itu, dan semua akan tampak indah seindah pelangi di pagi hari manakala warna-warni bersanding secara harmoni.
Begitulah kehidupan.

Disekitar tahun 1976  akhir, hingga  1980.
Suka duka berorganisasi
Pelajar Islam Indonesia PII Komisariat Kertosono yang selalu mengalami pasang surut  .
Kondisi seperti itu memang bukan hal yang aneh lagi.
Ketika PII Komisariat Kertosono di nakodai  oleh Drs. *Budianto* , Kertosono bagaikan induk PII di kabupaten Nganjuk.  
Anggotanya mulai dari kecamatan Ngronggot,   Patihanrowo,  dan Baron.
Periode selanjutnya 1979 - 1980, PII Kertosono di nakodai oleh *Ihsanuddin* . 
Pada periode ini PII Komisariat Kertosono mengalami sedikit goncangan, karena kepengurusan baru berjalan kurang dari tiga bulan, personilnya yang senior- senior ditarik ke daerah termasuk *Sudono syueb*.
Untung ada *Dua serangkai* yang setia membantu ikut mendayung bahtera PII yang hampir saja kandas...


*Dua serangkai yang tak terpisahkan*
Adalah *Syamsul Arifin* dan *Yatim Rahmat*.

Keduanya adalah alumni Pondok pesantren Yayasan Taman Pengetahuan (YTP) Kertosono.
Bahkan keduanya jadi santri di YTP sejak masih kecil-kecil (mulai tingkat dasar) hingga tamat Aliyah/Nihaiyah.

Keduanya ini punya keunikan, meskipun sering selisih pendapat,  namun tak pernah mau berpisah.
Keduanya sama-sama ulet, baik dalam ikut menggerakkan jalannya organisasi, hingga dalam hal usaha.
Mengingat *Syamsul Arifin* jauh dari orang tua (orang tua di luar pulau) , dan *Yatim Rahmat* memang sudah yatim sejak masih usia 21 hari.
Buat memenuhi kebutuhan , mereka berdua tak malu-malu menjajakan es di bus-bus .

Karena yang menjajakan es semakin banyak, maka mereka berdua bersepakat menggoreng kacang asin sendiri dan buah segar untuk dijajakan di bus-bus.
Istimewanya mereka berdua, selelah apapun  , tak pernah absen ikut mengajar mengaji untuk anak-anak  disekretariat PII.

Disamping dua serangkai beserta ketua komisariat yang mengajar mengaji di kantor / komisariat, ada juga dari PII Wati  yang ikut membantu mengajar yaitu *Lilik Juwariyah*, yang pada akhirnya Allah menyatukan antara *Syamsul Arifin dan *Lilik Juwariyah* menjadi suami istri.
Begitu pula Allah juga menemukan *Yatim Rahmat* dengan *Sukarti* juga dari PII Wati.

Dua serangkai itu meskipun sama-sama sudah berkeluarga, mereka tak pernah meninggalkan dakwah .

Ustadz *H.Syamsul Arifin* makin giat berdakwah baik secara lesan maupun membelamjakan  harta bendanya untuk perjuangan Islam.

Ustadz *H. Syamsul Arifin* termasuk orang yang dikaruniai keberhasilan dalam usahanya oleh Allah SWT. 
Dari menjajakan es, kacang asin dan buah dari bus ke bus,  sampai berhasil memiliki toko jajanan dan tahu PO yang lumayan  besar.

Begitu pula ustadz *Yatim Rahmat*, meskipun sebagai  petani , beliau tetap berdakwah.

Rupanya Allah menyayangi mereka berdua, bahkan bertiga.

Ustadz *H. Syamsul Arifin*  di panggil ke hadlirat Nya pada tanggal 29 Agustus 2020, padahal pada 1 muharram  1442 H. masih memberi ceramah  di masjid.

Ustadz *Yatim Rahmat* 6 bulan yang lalu di beri kesempatan mengunjungi Baitullah, dan pada Idul Adha 1441 H. Masih memberikan khotbah,  pada tanggal 1 September 2020 Allah juga memanggilnya untuk datang ke Hadlirat Nya.

Hjh. *Lilik Juwariyah* yang selalu setia mendampingi ustaz *H. Syamsul Arifin*, sebagai seorang istri,   pada tanggal 3 September 2020 di panggil pula oleh Allah SWT ke Hadlirat Nya....

انالله وانااليه راجعون

اللهم اغفر لهم وارحمهم وعافهم واعف عنهم، واكرم نزولهم، ووسع مدخلهم، واغسلهم بالماء والثلج والبرد، ونقهم من الخطاياكما ينقى الثوب الأبيض من الدنس

Semoga Allah memuliakan mereka semua , dengan mengampuni segala dosanya dan menerima amal kebaikannya , serta menempatkan mereka semua kedalam surgaNya.

Aamiin...

LA06112020.

Post a Comment

0 Comments