About Me


Gaya Berbelanja


Oleh: Yekti Pitoyo

Editor: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Dulu kalau mau berjualan makanan,  agar laku  laris pasti memilih lokasi membuka lapak yang ramai yang banyak dilihat orang :   di pingir jalan, depan sekolahan atau dekat pasar.

Jaman sudah berubah, terlebih dengan adanya pandemi Covid 19, berjualan makanan cukup buka lapak di Handphone.

Pun emak emak Aisyiyah, sejak adanya pasar online Aisyiyah Mart Candi, untuk kebutuhan harian apapun tinggal buka Handphone, ketik barang yang diinginkan sudah dikirim di depan pintu.

Dulu transaksi jual beli beginian hanya dikenal oleh anak millineal, sekarang emak emak kolonial pun sudah terbiasa dengan transaksi layan antar.

Pagi ini saya sarapan bubur ayam produksi bu Restu Martini,  salah satu anggota Aisyiyah ranting Wedoroklurak, Candi, yang aktif berjualan bubur ayam lewat Aisyiyah Mart Candi.

Sebetulnya cukup jauh jangkauannya untuk ukuran sekedar membeli bubur ayam, toh di sekitar komplek juga ada beberapa yang jualan. 

Ini tidak sekedar urusan membeli bubur ayam, selain  saya suka aroma daun salam di bubur ayamnya yang khas,  ada misi  pemberdayaan ekonomi  sesama anggota Aisyiyah.

Mutiara Citra Asri
09-09-2020

*Yekti Pitoyo

Post a Comment

0 Comments