About Me


Shamsi Ali: Jangan Terjebak Formalitas

Syamsi Ali

Laporan: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Karena sering terpaku dengan teks maka kita sering abai pada kontek. Jadinya kita sering terjebak pada formalisme, termasuk berbangsa dan bernegara. "Berbangsa dan bernegara jangan terjebak pada formalisme. Formal Oriented. Ini bisa berakibat mengaku berpancasila tapi tidak mengamalkan Pancasila. Beragama namun sebenarnya tidak beragama", demikian kata Syamsi Ali, Director of Jamaica Muslim Center, USA, dalam Webinar dengan tema: Siapa Diuntungkan dalam Mengelola Kebhinekaan dan Merawat Keindonesiaan, Sabtu 1/8 2020, jam 09.00-12.00, di Yogyakarta, yang diselenggarakan oleh LeSPK, Yogyakarta. 

Di bagian lain, Shamsi Ali jelaskan, dalam pergaulan internasional Indonesia pun harus memiliki sikap keberpihakan yang jelas dengan tetap berlandaskab keadilan dan Keikut sertakan dalam menjaga ketertiban dunia.

Sementara itu, In'AM el Mustafa, direktur LeSPK, katakan, memang persoalan Indonesia, utamanya dalam mengelola kebhinekaan tidaklah mudah. Dikatakan Pesimis, tidak juga tepat",  

In'AM el Mustafa

Untuk itu ln'am el Mustofa menyarankan agar pemerintah harus memiliki peta dan RoadMap yang jelas menuju pada kebhinekaan yang memampukan Indonesia sebagai bangsa yang kompetitif dan berdaya saing. Dengan demikian kita optimis memandang dan menjalani langkah ke depan.
Lebih lanjut ln'am  el Mustofa katakan, 
jika hal diatas tak dapat dilakukan jelas Siapa Diuntungkan dalam Mengelola Kebhinekaan dan merawat Kelndonesiaan. Rakyat dan pemerintah akan dirugikan. Yang untung hanya beberapa gelintir orang pengendali Indonesia yang keberadaannya gelap.
Jika pemerintah memiliki RoadMap yang jelas, LeSPK yang memiliki visi
Menjadi  lembaga studi dengan focus pada bidang pendidikan dan Kebangsaan yang terkemuka di Indonesia baik dalam pengembangan gagasan  dan konsepsi melalui kajian dan riset yang bisa dipublikasikan untuk kepentingan regional dan nasional. LeSPK siap untuk bersinergi.

Webinar seri 2 ini terselenggara berkat kerjasama antara Lembaga Studi Pendidikan dan Kebangsaan ( LeSPK), ICMI Orwil DIY, KAHMI DIY, & KB PII Jogbes

Nara Sumber yang lain adalah Dr. Hidayat Nur Wahid (Wakil Ketua MPR RI), Dr. Imam Shamsi Ali (Director of Jamaica Muslim Centre, New York, USA), KRMT Roy Suryo (Pakar Telematika), Dr. Zuly Qadir (Dosen Pasca Sarjana UMY) sebagai pemantik, Dr. Titi Savitri Prihatiningsih (Anggota BNSP 2014--2019), Prof. Dr. Siti Zuhro (Majelis Nasional  Presidium KAHMI)

Post a Comment

0 Comments