About Me


MENGUKIR KENANGAN SEBELUM MENINGGAL (PART 5)


Oleh Murib Ilham

Editor: Sudono Syueb
Redaksi: Misbah

Harianindonesiapost.com
Tiga hari sudah di kota Madinah
Terukir sejuta kenangan indah
Kenangan yang tak pernah terlupakan
Selama hayat dikandung badan
Hasrat hati ingin mengulang kembali
Namun apa daya waktu membatasi.

Hari ini bukan hari kemaren
Hari esok bukan hari ini
Kesempatan hanya terjadi sekali
Dan...tak pernah terulang lagi
Kami hanya punya kemauan
Allah yang menentukan
Kami tak kan bisa melakukan  apapun tanpa seizin yang Maha Rahman

Kami manusia lemah tak berdaya
Allah perkasa Maha Kuasa
Hanya kepada Mu  kami berlindung, menengadahkan tangan, memohon dan berdo'a
Kiranya engkau mudahkan perjalanan kami, menuju Bait Mu
Engkau lancarkan kami, memenuhi undangan Mu menunaikan umrah sembari mengharap ridlo Mu dan kesembuhan jiwa raga kami.


Selamat tinggal Madinah kota Nabi
Kami mohon undur diri wahai  Rasulullah junjungan kami
Kholifah Abu Bakat Ash Shiddiq, penyantun rendah hati
Kholifah Umar bin Khottob, tegas berwibawa, bijaksana penuh simpati
Kholifah Usman bin Affan, yang kaya raya, dermawan, kepada dlu'afa' sangat peduli
Kami selalu rindu untuk kembali, semoga kita bertemu lagi.

Kami meneruskan perjalan ke Makkah dengan jarak tempuh kurang lebih 450 km lewat jalan darat menggunakan bus, tetapi terlebih dahulu singgah di dzil khulaifah (Bir Ali) untuk mengambil miqot, niat umrah, mengenakan kain ihram dan sholat sunah ihram di Masjid Bir Ali

Selamat tinggal Madinah kota Nabi
Kami mohon undur diri wahai  Rasulullah junjungan kami
Kholifah Abu Bakat Ash Shiddiq, penyantun rendah hati
Kholifah Umar bin Khottob, tegas berwibawa, bijaksana penuh simpati
Kholifah Usman bin Affan, yang kaya raya, dermawan, kepada dlu'afa' sangat peduli
Kami selalu rindu untuk kembali, semoga kita bertemu lagi.

Kami meneruskan perjalan ke Makkah dengan jarak tempuh kurang lebih 450 km lewat jalan darat menggunakan bus, tetapi terlebih dahulu singgah di dzil khulaifah (Bir Ali) untuk mengambil miqot, niat umrah, mengenakan kain ihram dan sholat sunah ihram di Masjid Bir Ali


Sepanjang perjalanan di kanan kiri jalan hanya tetlihat hamparan gurun bebatuan yang luas sejauh mata memandang dengan latar belakang gunung gunung batu padas yang panas, tidak ada pepohonan yang menyejukkan apalagi mata air yang mengalir, tapi anehnya ada komoni kera yang hidup disana, entah makan dan minum dari mana

Di rest Area Wadi Qudaid kami beristirahat untuk sholat maghrib dan isya' dengan jamak qoshor ta'hir, karena saat berangkat dari Madinah kami terlambat, sedianya berangkat pagi setelah sarapan, ternyata ada kendala bus, kami baru bisa  berangkat menjelang sholat ashar


Rest area Wadi Qudaid, konon menyimpan sejarah petilasan Rasulullah, dahulu setiap kali Rasulullah melakukan perjalanan dari Madinah ke Makkah dan sebaliknya beliau beristirahat di tempat ini, beliau juga sering janjian dengan para sahabat yang pulang dari Makkah untuk bertemu di Wadi Qudaid ini dan meneruskan perjalanan bersama sama.

Sekarang menjadi tempat yang favorit bagi jama'ah umrah Indonesia untuk beristirat di tempat ini, bisa nenikmati bakso, mie instan dan ayam al baik makanan spesial orang Arab yang digemari oleh jama'ah haji dan umrah Indonesia, kebetulan aku bersama interi ditraktir muthowwif teman sendiri, ayam al baik    satu paket yang terdiri dari 4 potong ayam, 2 roti burger, kentang goreng, garlic sauce dan 2 soft drink untuk ukuran orang Indonesia cukup kenyang karena porsinya besar.

Aku terhentak oleh alunan talbiyah para jama'ah, terbangun dari tidur pulas sejak meninggalkan rest area Wadi qudaid tadi hingga memasuki kota Makkah, tower Zam Zam telah terlihat dekat, kami akan segera tiba.


Di tower zam zam kami nenginap, tower tertinggi ketiga di dunia setelah Burj Khalifa di Dubai dan Shanghai Tower di Cina, tinggi tower zam zam mencapai 601 meter, dengan 76 lantai dan jumlah kamar 858 buah, di bagian atas terdapat jam terbesar di dunia, besarnya 35 kali lipat dari jam Big Ben di Lobdon Inggris, jam yang bentuknya persegi empat itu dari sudut ke sudut masing masing berukuran 43 meter dan berat sekitar 36 ribu ton, luar biasa.

Isteri bercerita dengan ceria, saat memasuki gerbang kota Makkah, dia sangat bahagia dapat berkesempatan menikmati keindahan kota Makkah di malam hari, yang bermandikan cahaya lampu hias warna warni, berornamen bunga bunga yang cantik sekali dan pohon pohon kurma yang tertata rapi.

Post a Comment

0 Comments