About Me


MENGUKIR KENANGAN SEBELUM MENINGGAL (PART 3)


Oleh Murib Ilham

Harianindonesiapost.com 
Sesampai di Bandara Juanda Surabaya
Tiba tiba isteti mengaduh, keringat dingin bercucuran  menahan sakit yang luar biasa.
Aku dan keluarga bingung hampir kehilangan asa, tapi setelah makan bubur bayi sebagai mengganjal perut untuk meminum obat anti nyeri alhamdulillah rasa sakit itu berangsur angsur mereda kembali.

Tepat pukul 00,25 WIB kami take off dengan pesawat Qatar Airways tipe boeng 787 Dreamliner yang sangat canggih, memanjakan penumpang dengan fasilitas mewah, vidio dengan 4000 pilihan film terbaru, audio dengan musik lagu lagu favorit mulai dari irama gurun sahara hingga  murottal Algur'an , aku memilih mendengarkan murottal syeh Abdurrahman Al Ausyi suaranya merdu penyejuk kalbu sambil memonetor pergerakan penerbangan udah sampai mana, sesekali menzoom ada apa di bawah sana.


Penerbangan panjang penuh kesan, dilayani pramugari pramugari cantik tinggi semampai perawakan Arab tulen, dengan ramah selalu menawarkan keperluan kami,
What do you want to drink, sir?
caffee, tea, tomato juice, orange juice or milk?
dengan tergopoh gopoh  aku menjawab, just hot tea miss, bahasa inggris pasaran yang aku terjemahkan dari kata: teh hangat saja non, maklumlah bahasa inggrisnya cekak, itupun hasil belajar dari mas Dono duluuu...dulu sekali saat di pondok YTP, aku dan teman sekelas diajar mas Dono bahasa inggris nahwu shorof bukan muhadatsah qi...qi...qi...


Pramugari menyodorkan dua buah baki kecil berisi teh hangat dan beberapa potong roti bertaburkan keju, strawberi dan coklat yang lezat, kebetulan isteri memesan minuman yang sama dengan aku.
Selang beberapa saat kemudian dengan meja dorong berisi menu masakan yang bermacam macam ada beef, chiken, rice, frech fries and nasi goreng, pramugari menawarkan dinner kepada para penumpang, aku memilih nasi goreng cocoklah untuk makan malam dan Indonesia banget, isteri memilih chiken and frech fries, eh... ternyata nasi gorengnya tidak senendang masakan Indonesia(Sudono & Musbah/ed)

Post a Comment

0 Comments