About Me


1442H : Menolong Pancasila Dengan Islam


Oleh. Prof. Dr. Daniel Mohammad Rosyid

Editor: Sudono Syueb


Surabaya, harianindonesiapost.com - Akhir-akhir ini banyak narasi arus utama yang memposisikan Islam _vis-a-vis_ Pancasila, bahkan agama adalah musuh terbesar Pancasila. Narasi ini ahistoris, sesat dan menyesatkan yang dikumandangkan oleh kaum sekuler radikal, termasuk kaum neokolib (komunis dan liberalis baru). Film Jejak Khilafah di Nusantara yg perdana tayang 1 Muharam 1442H hari ini menunjukkan dengan tuntas bahwa memang nilai-nilai Pancasila yang ditemukan Soekarno justru tumbuh subur jauh sebelum proklamasi kemerdekaan. *Kekuatan Islam adalah kekuatan paling menonjol dalam upaya melawan kolonialisme di Nusantara*. 

Banyak narasi yang menutup-nutupi fakta sejarah bahwa justru *setelah proklamasi itulah, nilai-nilai Pancasila semakin jauh dari praktek kehidupan berbangsa dan bernegara hingga hari ini*. Kelima prinsip Pancasila yang tertulis dalam paragraf keempat Pembukaan UUD1945 serta elaborasinya dalam batang tubuh UUD1945 justru gagal dipraktekkan oleh kaum elite Republik ini. Kekuatan-kekuatan asing nekolimik berhasil memaksakan tafsir liberal, nasakom, dan neoliberal hingga 75 tahun kemerdekaan yg dirayakan beberapa hari lalu. Bahkan sejak Reformasi 1998, tafsir otoritatif berupa batang tubuh konstitusi itu sudah dirombak secara mendasar melalui serangkaian amandemen serampangam sehingga bangsa ini kini hidup di atas konstitusi palsu UUD2002. 

Sejarah menunjukkan dengan sangat jelas bahwa ummat Islam dari berbagai suku adalah pemegang saham terbesar Republik ini. *Tugas-tugas demokratik ummat Islam yang selama ini dikerdilkan oleh narasi nekolib harus disegarkan kembali* dengan penuh percaya diri untuk memastikan Pancasila benar-benar menjadi dasar negara Republik Indonesia.  *Proyek makar konstitusi kaum sekuler nekolib radikal harus dilawan*. Situasi saat ini, kurang banyak disadari masyarakat, sudah sangat genting. 

Memperingati Tahun Baru Hijrah 1442H ini di tengah pandemi covid-19, *ummat Islam perlu bangkit memimpin perubahan*, _taghyir_, *untuk menyelamatkan Pancasila* dari tangan-tangan kotor dan licik kaum sekuler neokolib radikal. Waktunya adalah sekarang. Kalau bukan ummat Islam yang memimpin, lalu siapa ? Kalau bukan Islam yang menyelamatkan Pancasila, lalu apa ?

*Rosyid College of Arts*, 
Gunung Anyar, Surabaya
20/8/2020

Post a Comment

0 Comments