About Me


Virus nCap-com2020


Prof. Dr. Daniel Mohammad Rosyid

Laporan: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Banyak hal penting dalam kehidupan ini bukan benda yang nilanya dilihat dari besar atau beratnya seperti emas. Surat perjanjian dan UUD1945 sebagai kesepakatan para pendiri bangsa adalah dua contohnya. Sebagian lagi hal yang penting itu justru tidak bisa disentuh atau _intangible_. Indonesia dan bangsanya adalah dua contohnya. Rocky Gerung menyebutnya fiksi. Sebagian orang mengatakan hal2 penting tersebut _ghaib_. 

Manusia memang bukan sekedar satuan biokimiafisika yang rumit. Manusia tidak hanya hidup di dunia nyata tapi juga hidup di dunia simbol. Manusia adalah _homo symbolicum_. Nama seseorang adalah bukti bahwa manusia adalah makhluq simbolik. Tanpa nama, manusia tidak layak membuat perjanjian, tidak bisa dimintai tanggungjawab dan oleh karenanya tidak bisa menjabat apapun. Tanpa nama, manusia adalah binatang. 

Adalah Tuhan yang mengajarkan nama-nama pada manusia. Tuhan mengajarkan bahasa sebagai instrumen manipulasi simbolik. Bahasa bukan kesepakatan antar manusia tapi soal penaklukan sebuah eksistensi yang lebih tinggi atas eksistensi yang lebih rendah. Kita tidak pernah nego dengan ibu kita soal nama-nama benda di sekitar kita. Kita menerima begitu saja nama-nama itu. WHO menamakan virus yang menghancurkan ekonomi global itu nCov2019. 

Begitulah manusia kemudian bahkan memberi nama-nama, termasuk nama benda-benda tak terlihat dengan mata telanjang. Nama tikus Mickey Mouse, kelinci Bugs Bunny atau Kyai Slamet kerbau albino kraton Solo. Untuk makhluq renik virus yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop elektron, manusia menamainya novel corona virus disingkat nCov2019.  

Paham seperti kapitalisme atau komunisme adalah nama yang diberikan manusia untuk dua kompleks gagasan yang oleh sekelompok manusia dinilai sebagai postulat atau kebenaran tertinggi. Kita tidak bisa melihat virus corona, paham kapitalisme, atau komunisme. Butuh pengetahuan mikroskopis tertentu untuk "melihat" keberadaannya. 

Sejak reformasi Republik ini diserang oleh virus kapitalisme liberal sehingga *UUD1945 mengalami deformasi besar menjadi UUD2002 melalui amandemen ugal-ugalan*. Melalui UUD2002 ini berbagai birus baru tumbuh subur seperti sentralisme, dinastisme, dunguisme termasuk komunisme juga tumbuh subur. Varian virus kapitalisme dan komunisme ini lebih canggih sehingga layak disebut _novel capitalism-communism_ disingkat _nCap-com2020_. Gejalanya adalah demam OmnibusLaw, Minerba, HIP dan BPIP. Praktis UUD1945 sudah masuk ICU dan hidup dengan bantuan ventilator. Jika ini dibiarkan terus, maka Republik ini bakal mengalami _multiple organ failure_. Gejalanya sudah makin jelas. Banyak institusi negara sudah lumpuh dan tidak berfungsi lagi. 

Untuk menyelamatkan Republik ini, perlu segera dilakukan vaksinasi. Ini berarti menyuntikkan virus kapitalisme dan komunisme yang sudah dilemahkan yaitu dengan membuka kedok dan agenda jahatnya atas Republik ini. Pada saat yang sama bangsa ini harus diingatkan kembali atas cita-cita proklamasi agar imunitas bangsa ini meningkat. UUD1945 harus disuntikkan kembali ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Jika vaksinasi ini tidak segera dilaksanakan, saya khawatir Republik ini akan segera mati dan harus dikubur dengan protokol virus. Saya tidak rela ini terjadi.  

Rosyid Q0College of Arts
Gunung Anyar, Surabaya 
1/8/2020

Post a Comment

0 Comments