About Me


PEMBELAJARAN MENYENANGKAN (Bagian 6)


By Bunda Siswi

(Guru di SDN Mekarsari 1, Cikarang Barat, Bekasi)

Editor: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Setelah seminggu belajar secara online di rumah, dan di rasa berhasil dan sukses, aku tak mau siswa merasa bosan mengerjakan tugas yang itu itu saja. Setiap waktu.
Hari ini Senin,24 Maret 2020 sejak pagi, jam 06.51, aku sudah mulai menyapa orangtua di WA..dan mengajak ber diskusi mereka tentang pembelajaran seminggu kemarin. Alhamdulillah di sepakati untuk memberi materi pelajaran yang tidak membuat siswa dan orangtua terbebani. Mereka menyerahkan sepenuhnya padaku, sebagai walikelas nya pasti akan memberi sesuatu yang terbaik oada anak didik ku.
Jam 08.00 WIB, segera ku mulai materi hari ini, yakni mengenal dan dapat memahami tentang Pecahan yang menggunakan alat peraga buatan sendiri. Aku sampaikan bahwa alat peraga ini, bahan bahannya dari benda/kertas yang ada di rumah. Kebetulan di rumah,aku memiliki.banyak karton asturo ber warna warni, jadi segera ku buat alat peraga tersebut, dengan warna yang berbeda beda..untuk pecahan satu perdua atau 1/2 kugunakan warna oranye dan berbentuk bujur sangkar, satu pertiga atau 1/3 pakai bentuk lingkaran berwarna.biru, dan yang satu per empat atau 1/4 kugunakan bentuk segitiga berwarna pink. Alhamdulillah dari benda2 tersebut, ku sampaikan pada walimurid, bahwa kita bisa memperkaya informasi kemampuan anak2, yakni
*Mengenalkan pecahan.
*mengenalkan bentuk geometri.
*Mengenalkan warna.
Memang untuk mengajar kelas rendah (1-3) kita wajib menggunakan benda benda konkrit,karena pemahamannya masih terbatas

#Tantangan 14 hari KPPBR, hari ke 6, 
24032020
15.09 WIB

Pengantar

Berikut ini bagian dari kumpulan tulisannya Bunda Siswi, seorang guru SDN Mekarwangi 1, Cikarang Barat, Bekasi, yang dibuat saat mengikuti tantangan kepenulisan selama 14 hari dalam grup KPPBR (Kmunitas Pendidik Penulis Bekasi Raya) dan terpilih sebagai karya tulis unggulan dalam grup tersebut. Rencana awal kumpulan karya tulis ini akan diterbitkan jadi Buku Antologi. Nah sebelum terbit Buku Antologinya, mulai sekarang akan dimuat bersambung secara online di web harianindonesiapost.com yang bermarkas di Surabaya. 

Sekilas riwayat hidup penulis;

Di lahirkan bernama Siswi Astuti, biasa di panggil bunda Siswi. Saat itu ayahnya seorang Polisi sedang persiapan untuk pendidikan dari    Tamtama lulus ke tingkat Bintara, oleh sebab itu diberi nama Siswi. Kelak saat dewasa nama tersebut menjadi motivasi diri, untuk terus belajar dan menuntut ilmu tiada batas, dimanapun dan kapanpun. Menuntaskan sekolah SD Kane Kecil ,SMPN 94, pernah sekolah SMP kelas 1 di SMPN 2  Kertosono. SMAN 17 Jakarta. Melanjutkan ke UPN Veteran jurusan Akuntansi, Institut Darul Qolam jurusan PGTK, dan PGSD di Universitas Terbuka. Saat ini bergabung di grup KPPBR (Komunitas Pendidik Penulis Bekasi Raya), lndonesia Menulis, Grup Penulis2 hebat (para kyai Alumni YTP Kertosono), dan Grup Manajemen SaSyuIk (Sabar,Syukur,Ikhlas), sebuah grup yang fokus pada pembelajaran kehidupan, yang memotivasi, Inspirasi, konsultasi,dan solusi. Tulisannya sudah di muat menjadi beberapa buku Antologi, Majalah Swara Bekasi, Media online harianindonesiapost.com Surabaya(Sudono Syueb/ed)

Post a Comment

0 Comments