About Me


OH..IBUKU SAYANG (Bagian 12)


By Bunda Siswi

(Guru di SDN Mekarwangi 01, Cakarang Barat, Bekasi)

Editor: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Melihat video kiriman adikku di WA Grup Keluarga per tanggal 27 Maret 2020, yang isinya Gubernur DKI Jakarta, di dampingi Pangdam jaya dan Kapolda, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tentang Perkembangan yang ada di Ibukota. Intinya menyiapkan langkah-langkah mengantisipasi semua kemungkinan kemungkinan yang bisa terjadi di Ibukota. Pembatasan tetap berjalan dengan status Tanggap Darurat, di Jakarta akan diperpanjang, sebelumnya hanya sampai tanggal 5 April, di  perpanjang hingga tanggal 19 April 2020, semua bekerja dari rumah, tempat Wisata, Kegiatan Belajar Mengajar, diperpanjang mengikuti Status Tanggap Darurat. 
Adikku memasang poster menangis.. dan menangis.. gak bisa nengok Eyang Putri katanya.. aku pun merasakan kesedihan mendalam yang sama, mengingat ibuku tinggal di Kota Jakarta,tepatnya di wilayah Jakarta Barat.. berdekatan rumahnya dengan kakak sulung kami. Sebagai anak ke dua, aku memotivasi adik adik yang tinggal di Rawa Lumbu dan Tambun. Ku bilang, menangis tidak menyelesaikan masalah, mari kita doakan untuk kesehatan ibu kita, dan hanya beliau orang tua satu2nya, semoga di sehatkan dan senantiasa  dalam lindungan Allah SWT, Aamiin. Ku tambahkan agar kita semua, secara rutin menelpon ibu, sehingga hatinya bisa terhibur, walaupun kita belum bisa berkunjung ke sana. Yang terakhir, kita memohon dengan sangat, agar kakak sulung yang tinggal berdekatan, untuk sering sering menengok ibu. 
Akhirnya kami
Saling meyakinkan
Diri, bahwa dengan adanya Wabah Covid 19, tak mengurangi   rasa sayang kita, sebagai anak kepada orang tua, hanya mungkin kunjungan untuk menjenguk, sementara ini di tiadakan, sampai semua wabah virus Covid 19 benar benar menghilang. Oh ibuku sayang, tetaplah sehat,dan berbahagia.. Doa doa terbaik kami untukmu terus mengalir dari hati kami terdalam, setiap saat,di setiap kesempatan.. 

#Tantangan 14 hari KPPBR, hari ke 12
29/03/2020
22.25 WIB

 Penjelasan

Tulisan ini bagian dari kumpulan tulisannya Bunda Siswi, seorang guru SDN Mekarwangi 01, Cikarang Barat, Bekasi, yang dibuat saat mengikuti tantangan kepenulisan selama 14 hari dalam grup KPPBR (Kmunitas Pendidik Penulis Bekasi Raya) dan terpilih sebagai karya tulis unggulan dalam grup tersebut. Rencana awal kumpulan karya tulis ini akan diterbitkan jadi Buku Antologi. Nah sebelum terbit Buku Antologinya, mulai sekarang akan dimuat bersambung secara online di web harianindonesiapost.com yang bermarkas di Surabaya. 

Sekilas riwayat hidup penulis;

Di lahirkan bernama Siswi Astuti, biasa di panggil bunda Siswi. Saat itu ayahnya seorang Polisi sedang persiapan untuk pendidikan dari    Tamtama lulus ke tingkat Bintara, oleh sebab itu diberi nama Siswi. Kelak saat dewasa nama tersebut menjadi motivasi diri, untuk terus belajar dan menuntut ilmu tiada batas, dimanapun dan kapanpun. Menuntaskan sekolah SD Kane Kecil ,SMPN 94, pernah sekolah SMP kelas 1 di SMPN 2  Kertosono. SMAN 17 Jakarta. Melanjutkan ke UPN Veteran jurusan Akuntansi, Institut Darul Qolam jurusan PGTK, dan PGSD di Universitas Terbuka. Saat ini bergabung di grup KPPBR (Komunitas Pendidik Penulis Bekasi Raya), lndonesia Menulis, Grup Penulis2 hebat (para kyai Alumni YTP Kertosono), dan Grup Manajemen SaSyuIk (Sabar,Syukur,Ikhlas), sebuah grup yang fokus pada pembelajaran kehidupan, yang memotivasi, Inspirasi, konsultasi,dan solusi. Tulisannya sudah di muat menjadi beberapa buku Antologi, Majalah Swara Bekasi, Media online harianindonesiapost.com Surabaya(Sudono Syueb/ed)




Untuk pemesanan bisa hubungi no whatsapp dibawah ini:




Post a Comment

0 Comments