About Me


MUHASABAH 82 HAKIKAT BERIMAN KEPADA HARI AKHIR (Bagian 16)


Oleh: Amrozi Mufida 

7.2.6.2. Keadaan Manusia Ketika Melewati Shirat (Jembatan)

Menurut beberapa Al-Hadits, keadaan manusia ketika melewati shirat dapat dirangkum berikut ini:
1. Ketika manusia melewati shirat, al-amanah dan ar-rahm (amanah dan hubungan silaturrahim) menyaksikan mereka. Ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya menunaikan amanah dan menjalin hubungan silaturrahim. Siapa pun menjaga keduanya, maka dia akan merasa tenang ketika disaksikan al-amanah dan ar-rahm saat melewati shirat. Tetapi, siapa pun melalaikan keduanya, maka dia akan merasa gemetar ketika disaksikan al-amanah dan ar-rahm saat melewati shirat. 
2. Kecepatan manusia ketika melewati shirat yang sangat halus dan tajam tersebut tergantung pada tingkat kecepatan mereka dalam menyambut dan melaksanakan perintah-perintah Allah SWT di dunia. 
3. Di antara manusia ada yang melewati shirat secepat kedipan mata, secepat kilat, secepat angin, secepat larinya kuda yang amat kencang, secepat pengendara, tertatih-tatih, bahkan ada yang merangkak-rangkak. 
4. Di antara manusia ada yang melewati shirat dengan berjalan sambil menggeser pantatnya sedikit demi sedikit, ada juga yang bergelantungan sehingga hampir-hampir jatuh ke dalam neraka, dan ada juga yang langsung dilemparkan ke dalam neraka. 
5. Besi-besi pengait, baik yang ada di shirat maupun yang berasal dari neraka, akan menyambar mereka sesuai dengan keimanan, amal ibadah, dan ketaqwaan mereka masing-masing. 
6. Ketika melewati shirat, setiap Mukmin diberi cahaya sesuai dengan amal ibadahnya masing-masing. Ada yang cahayanya setinggi gunung, setinggi pohon, setinggi orang berdiri, setinggi kaki, dan bahkan ada yang sesekali nyala sesekali padam. 
7. Yang pertama kali melewati shirat adalah Nabi Muhammad SAW dan umatnya. Dan para Nabi dan Rasul menyaksikan umatnya masing-masing ketika melewati shirat dan mendoakan mereka agar selamat dari api neraka. 

Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, *"Dan diutuslah al-amanah dan ar-rahm (amanah dan hubungan silaturrahim). Keduanya berdiri di samping kanan-kiri shirat. Orang yang pertama kali lewat seperti kilat. Aku (Abu Hurairah RA) bertanya, "Dengan bapak dan ibuku (aku korbankan) demi engkau. Adakah sesuatu seperti kilat?" Beliau menjawab, "Bukankah kamu pernah melihat kilat bagaimana ia lewat dalam sekejap mata?" Kemudian ada yang melewatinya seperti angin, lantas seperti burung, dan seperti kuda yang berlari kencang. Mereka berjalan sesuai dengan amal ibadah mereka. Nabi kalian waktu itu berdiri di atas shirat sambil berdoa, "Yaa Allah, selamatkanlah, selamatkanlah!" Sampai orang-orang yang lemah amal ibadahnya, sehingga datang seseorang kemudian dia tidak dapat melewati kecuali dengan merangkak- rangkak. Beliau bersabda lagi, "Di kedua sisi pinggir shirat ada besi pengait yang bergantungan untuk menyambar siapa pun yang diperintahkan untuk disambar." Kemudian ada yang terpeleset namun selamat, dan ada juga yang terjungkir ke dalam neraka."* HR Muslim 

Rasulullah SAW bersabda, *"Orang Mukmin berada di atas shirat ada yang secepat kedipan mata, ada yang secepat kilat, ada yang secepat angin, ada yang secepat larinya kuda yang amat kencang, dan ada yang secepat pengendara. Kemudian ada yang selamat setelah tertatih-tatih dan ada juga yang dilemparkan ke dalam neraka. Sehingga mereka yang paling terakhir merangkak-rangkak secara pelan-pelan."* HR Bukhari dan Muslim 

Rasulullah SAW bersabda, *"Dan dibentangkanlah shirat di atas permukaan neraka jahanam. Kemudian aku dan umatku menjadi orang yang pertama kali melewatinya. Dan tidak ada yang berbicara pada saat itu kecuali para Rasul. Dan doa para Rasul pada saat itu, "Yaa Allah, selamatkanlah, selamatkanlah!" Lantas di antara mereka ada orang Mukmin yang tertinggal karena amal ibadahmya dan di antara mereka ada yang diberi balasan sehingga dia selamat."* HR Muslim

Ibnu Mas'ud RA menafsirkan QS Al-Hadid (57): 12, *"Mereka melewati shirat sesuai dengan tingkat amal ibadah mereka. Di antara mereka ada yang cahayanya setinggi gunung, ada yang cahayanya setinggi pohon, ada yang cahayanya setinggi orang berdiri, yang paling sedikit cahayanya sebatas menerangi mata kaki, sesekali nyala sesekali padam."* HR Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Jarir dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir.(Sudono Syueb/ed)

_Wallahu a'lam_

Penulis adalah :
Wakil Ketua PCM Babat 
Anggota MPK PDM Lamongan 
Sekretaris MUI Kecamatan Babat 
Penyuluh Agama Islam Kecamatan Babat 
Perwakilan Travel Umroh & Haji Plus PT *Tursina* _(Tur Silaturrahim Nabi)_

Selasa, 23 Dzulqa'dah 1441 H 
14 Juli 2020 M 

http://t.me/kajianAmrozi

Post a Comment

0 Comments