About Me


MUHASABAH 77 HAKIKAT BERIMAN KEPADA HARI AKHIR _(Bagian 11)_


Oleh: Amrozi Mufida 

7.2.4. Berkumpul di Mahsyar

Harianindonesiapost.com Setelah hari berbangkit, semua umat manusia akan berkumpul di *Padang Mahsyar* (tempat berkumpul untuk menghadapi pengadilan Ilahi Rabbi, Allah SWT), menunggu perhitungan *(hisab)* amal perbuatan mereka di dunia, *"Setiap jiwa datang dengan satu penggiring dan satu penyaksi."* QS Qaf (50): 21

Penggiring adalah Malaikat, sedangkan penyaksi adalah diri manusia sendiri yang tidak dapat mengelak dari hisab, atau amal perbuatan manusia sendiri-sendiri. Begitulah penafsiran para ahli tafsir. 

Dan ketika itu, terjadilah pengadilan agung, *"Pada hari itu yang menjadi saksi atas mereka adalah lidah, tangan, dan kaki mereka, terhadap apa pun yang telah mereka lakukan."* QS An-Nur (24): 24 

Bahkan ketika itu, *"Pada hari ini, Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka, serta memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan."* QS Yasin (36): 65 

Pada hari itu, tidak ada siapa pun yang dapat mengelak dan juga tidak ada siapa pun yang dapat menyembunyikan apa pun di hadapan pengadilan yang mahaagung tersebut, *"Siapa pun yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun (sekecil apa pun), niscaya dia akan melihat (balasan pahala)nya. Dan siapa pun yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun (sekecil apa pun), niscaya dia akan melihat (balasan dosa)nya."* QS Al-Zalzalah (99): 7-8

Pengadilan Ilahi Rabbi itu akan dilakukan terhadap setiap pribadi orang yang sudah mukallaf, *"Tidak ada siapa pun yang ada di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai seorang hamba. Sesungguhnya Dia (Allah) telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti. Dan setiap mereka akan datang kepadaNya (Allah) pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri."* QS Maryam (19): 93-95 

Pengadilan yang mahaagung itu menggunakan timbangan yang hak sehingga tidak ada yang teraniaya, karena meskipun sekecil apa pun yang dilakukan oleh seseorang, baik perbuatan yang baik maupun perbuatan yang jahat, Allah SWT akan mendatangkan balasannya, *"Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tidak ada seorang pun yang dirugikan barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun, pasti Kami akan mendatangkan (balasan)nya. Dan cukuplah bagi Kami sebagai Pembuat Perhitungan."* QS Al-Anbiya' (21): 47

Apakah timbangan itu sesuatu yang bersifat material atau hanya kiasan tentang keadilan mutlak, tidak ada pengaruhnya dalam aqidah dan keimanan, selama diyakini bahwa saat itu tidak ada lagi sedikit pun penganiayaan. Yang pasti adalah, *"Timbangan pada hari itu adalah kebenaran (keadilan). Maka siapa pun yang berat timbangan kebaikannya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan siapa pun yang ringan timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami."* QS Al-A'raf (7): 8-9(Sudono Syueb/ed)

_Wallahu a'lam_

Penulis adalah :
Wakil Ketua PCM Babat 
Anggota MPK PDM Lamongan 
Sekretaris MUI Kecamatan Babat 
Penyuluh Agama Islam Kecamatan Babat 
Perwakilan Travel Umroh & Haji Plus PT *Tursina* _(Tur Silaturrahim Nabi)_

Kamis, 18 Dzulqa'dah 1441 H 
9 Juli 2020 M 

http://t.me/kajianAmrozi

Post a Comment

0 Comments