About Me


MUHASABAH 74 HAKIKAT BERIMAN KEPADA HARI AKHIR _(Bagian 8)_


Oleh : Amrozi Mufida 

Harianindonesiapost.com 
7.2.2. Tanda-Tanda Besar Hari Kiamat

Pada suatu kesempatan ketika Rasulullah SAW menjelaskan kepada para sahabat, khususnya Hudzaifah bin Asid Al-Ghifari RA, yang sedang membicarakan tentang Hari Kiamat, beliau bersabda, *"Kiamat tidak akan terjadi sebelum muncul sepuluh tanda, yaitu keluarnya asap (dukhan), keluarnya sejenis binatang yang aneh bentuknya (dabbah), munculnya dajjal, terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa Putra Maryam, munculnya Ya'juj dan Ma'juj, terjadinya gerhana di timur, gerhana di barat, gerhana di Jazirah Arab, dan keluarnya api dari Yaman."* HR Muslim 

Tanda-tanda kiamat yang disebutkan Rasulullah SAW tersebut ada yang bisa dipahami secara harfiah dan ada yang harus dipahami secara simbolis. Jika ia harus dipahami secara simbolis apa hakikat makna yang terkandung di dalamnya, maka ia tentu memerlukan pengkajian dan penelitian yang seksama dan teliti. Tetapi yang jelas di setiap tanda yang disebutkan, kita dapat mengambil pelajaran yang berharga untuk kehidupan dan mengingatkan kita untuk selalu bersiap-siap menuju kehidupan yang abadi di akhirat kelak. 

*7.2.3. Peristiwa Kiamat*

Bapak KH. Bey Arifin, seorang ulama dari Surabaya, menggambarkan tentang bagaimana terjadinya peristiwa hari kiamat sebagai berikut, "Di kala keadaan manusia di puncak kebobrokan, kerusakan, kekufuran, dan kekejaman, kemudian Allah SWT memerintahkan kepada Malaikat Israfil AS meniup sangkakala atau terompet. Terompet besar yang berbunyi terdengar dari timur sampai barat, bahkan sampai ke ruang angkasa luar sekalipun. 

Di saat itu bumi lalu bergoncang sehebat-hebatnya, gunung-gunung beterbangan meletus menjadi abu, dan air lautan bergulung-gulung tidak teratur lagi jalannya. Terjadi letusan demi letusan, di bumi, di langit, dan di mana saja. Terjadi kilat yang luar biasa tajamnya sehingga membutakan semua mata. Hati dan jantung berdebar dan remuk, mata terpejam ketakutan. 

Terjadilah kematian total serentak bagi semua makhluk hidup dan makhluk seluruhnya. Mati semua manusia, mati semua Malaikat, mati semua jin dan iblis, mati semua binatang dan tumbuhan. Mati (tidak beredar lagi) semua bintang dan planet, mati (tidak berhembus lagi) semua angin, mati semua air dan lautan, tidak ada riak dan gelombang lagi. Mati semuanya segala-galanya. Yang tetap hidup hanya Dzat Allah Yang Maha Hidup dan Tidak Akan Mati-mati Selamanya. Dan yang terakhir mati adalah Malaikat Israfil AS yang meniup terompet dan kemudian itu Malaikat Maut AS." (Bey Arifin, *Hidup Sesudah Mati*, 1987, hlm 121-122)

Tentang kehancuran alam semesta, kematian semua makhluk, dan tiupan terompet Malaikat Israfil AS, Al-Qur'an menyebutkan antara lain: QS Al-Zalzalah (99): 1-3, Al-Qari'ah (101): 1-5, Az-Zumar (39): 68 (Sudono Syueb/ed)

_Wallahu a'lam_

Penulis adalah :
Wakil Ketua PCM Babat 
Anggota MPK PDM Lamongan 
Sekretaris MUI Kecamatan Babat 
Penyuluh Agama Islam Kecamatan Babat 
Perwakilan Travel Umroh & Haji Plus PT *Tursina* _(Tur Silaturrahim Nabi)_

Ahad, 14 Dzulqa'dah 1441 H 
5 Juli 2020 M 

http://t.me/kajianAmrozi

Post a Comment

0 Comments