About Me


DAMPAK VIRUS CORONA: (Bagian 7)


By Bunda Siswi

(Guru di SDN Mekarwangi  01, Cikarang Barat, Bekasi)

Editor: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Karena sesuatu hal yang sangat penting, hari ini Selasa 24 Maret 2020, sekitar jam 10.45 WIB, aku harus keluar rumah menuju sebuah Bank. Setelah pamit pada si bungsu, minta di doakan agar semua urusan lancar,  setelah membaca doa keluar rumah dan memohon pada Allah,agar urusanku cepat selesai dan di mudahkan.. Bismillahirrahmanirrahim.. ku kendarai kuda besi setiaku.. berangkatlah.. sepanjang jalan yang kulalui sepi, bagaikan libur mudik lebaran. Tak begitu lama sampai lah aku di sana. Ku parkir di halaman Bank tersebut. Aku pun melangkah menuju pintu masuk. Disana sudah di sambut securiti ramah, di buka pintu kaca nya,sambil bertanya.. ada keperluan apa, aku pun sampaikan akan bertemu Customer Service dan teller, kemudian securiti nya mengambil nomor antrian sambil mengarahkan termometer digital yang di arahkan ke dahi ku,sambil berkata.. silahkan ibu menunggu di luar ya, nanti di panggil. Akupun segera mencari lantai kosong yang tak terlalu banyak orang lalu lalang. Sekitar 15 menit, barulah nomorku di panggil. Akupun berjalan cepat menuju petugas Customer Service nya,sambil memperbaiki letak masker. Ternyata di dalam ruangan pun aku masih harus.menunggu. terlihat hanya ada 4 orang yang duduk saling berjauhan. Bangku tunggu yang tersusun hanya 3 buah,di isi hanya 2 orang, karena bangku tengah di beri tempelan lakban menandakan tak boleh di duduki. Luar biasa dampak Virus Corona, semua orang yang ada, baik pegawai bank, nasabah,dan siapapun yang berada di kantor tersebut, semua memakai Masker, malah petugas Teller dan Sekuriti memakai sarung tangan. Pasti terasa panas dan tak nyaman, Ya harus bagaimana lagi, demi ke amanan, dan pencegahan terpapar nya Virus Corona yang mematikan. Tak lama kemudian nomorku di panggil. Akupun segera.menghadap dan menyampaikan keperluanku, dengan cekatan petugas menangani keperluanku. Dan setelah selesai, ku datangi ke bagian Teller. Terakhir bergegas ku pulang ke rumah, segera ganti.baju, jaket, dan hijab, semua ku letakkan di bak cuci baju, cuci tangan dengan sabun, Alhamdulillah ku bersyukur semua urusan hari ini lancar dan mudah
Nikmat Allah manakah yang engkau dustakan


*#Tantangan 14 hari  KPPBR*
Hari ke 7
24/03/2020
16.25 WIB

Penjelasan

Tulisan ini bagian dari kumpulan tulisannya Bunda Siswi, seorang guru SDN Mekarwangi 01, Cikarang Barat, Bekasi, yang dibuat saat mengikuti tantangan kepenulisan selama 14 hari dalam grup KPPBR (Kmunitas Pendidik Penulis Bekasi Raya) dan terpilih sebagai karya tulis unggulan dalam grup tersebut. Rencana awal kumpulan karya tulis ini akan diterbitkan jadi Buku Antologi. Nah sebelum terbit Buku Antologinya, mulai sekarang akan dimuat bersambung secara online di web harianindonesiapost.com yang bermarkas di Surabaya. 

Sekilas riwayat hidup penulis;

Di lahirkan bernama Siswi Astuti, biasa di panggil bunda Siswi. Saat itu ayahnya seorang Polisi sedang persiapan untuk pendidikan dari    Tamtama lulus ke tingkat Bintara, oleh sebab itu diberi nama Siswi. Kelak saat dewasa nama tersebut menjadi motivasi diri, untuk terus belajar dan menuntut ilmu tiada batas, dimanapun dan kapanpun. Menuntaskan sekolah SD Kane Kecil ,SMPN 94, pernah sekolah SMP kelas 1 di SMPN 2  Kertosono. SMAN 17 Jakarta. Melanjutkan ke UPN Veteran jurusan Akuntansi, Institut Darul Qolam jurusan PGTK, dan PGSD di Universitas Terbuka. Saat ini bergabung di grup KPPBR (Komunitas Pendidik Penulis Bekasi Raya), lndonesia Menulis, Grup Penulis2 hebat (para kyai Alumni YTP Kertosono), dan Grup Manajemen SaSyuIk (Sabar,Syukur,Ikhlas), sebuah grup yang fokus pada pembelajaran kehidupan, yang memotivasi, Inspirasi, konsultasi,dan solusi. Tulisannya sudah di muat menjadi beberapa buku Antologi, Majalah Swara Bekasi, Media online harianindonesiapost.com Surabaya(Sudono Syueb/ed)




Untuk pemesanan bisa hubungi no whatsapp dibawah ini:


Post a Comment

0 Comments