About Me


BAPER CORONA (Bagian 3)


By Bunda Siswi

(Guru di SDN Mekarwangi 01, Cikarang Barat, Bekasi)

Editor: Sudono Syueb

Pengantar

Harianindonesiapost.com Berikut ini bagian dari kumpulan tulisannya Bunda Siswi, seorang guru SDN Mekarwangi 1, Cikarang Barat, Bekasi, yang dibuat saat mengikuti tantangan kepenulisan selama 14 hari dalam grup KPPBR (Kmunitas Pendidik Penulis Bekasi Raya) dan terpilih sebagai karya tulis unggulan dalam grup tersebut. Rencana awal kumpulan karya tulis ini akan diterbitkan jadi Buku Antologi. Nah sebelum terbit Buku Antologinya, mulai sekarang akan dimuat bersambung secara online di web harianindonesiapost.com yang bermarkas di Surabaya. 

Sekilas riwayat hidup penulis;

Di lahirkan bernama Siswi Astuti, biasa di panggil bunda Siswi. Saat itu ayahnya seorang Polisi sedang persiapan untuk pendidikan dari    Tamtama lulus ke tingkat Bintara, oleh sebab itu diberi nama Siswi. Kelak saat dewasa nama tersebut menjadi motivasi diri, untuk terus belajar dan menuntut ilmu tiada batas, dimanapun dan kapanpun. Menuntaskan sekolah SD Kane Kecil ,SMPN 94, pernah sekolah SMP kelas 1 di SMPN 2  Kertosono. SMAN 17 Jakarta. Melanjutkan ke UPN Veteran jurusan Akuntansi, Institut Darul Qolam jurusan PGTK, dan PGSD di Universitas Terbuka. Saat ini bergabung di grup KPPBR (Komunitas Pendidik Penulis Bekasi Raya), lndonesia Menulis, Grup Penulis2 hebat (para kyai Alumni YTP Kertosono), dan Grup Manajemen SaSyuIk (Sabar,Syukur,Ikhlas), sebuah grup yang fokus pada pembelajaran kehidupan, yang memotivasi, Inspirasi, konsultasi,dan solusi. Tulisannya sudah di muat menjadi beberapa buku Antologi, Majalah Swara Bekasi, Media online harianindonesiapost.com Surabaya

*BAPER KORONA*

*By Bunda Siswi*

Guru di SDN Mekarwangi 1, Cikarang Barat, Bekasi)

Editor: Sudono Syueb

*Hari ini Jumat tanggal 20* *Maret 2020, adalah hari ke 3, dimana kondisiku  belum ada perubahan yang  berarti, masih sesekali batuk, lemas dan sering demam jelang sore, maka kuputuskan untuk berobat ke Puskesmas dekat rumah. Setelah mengambil nomor antrian urut 3 .Sekitar jam 08.00 WIB aku langsung mendatangi bagian pendaftaran sambil membawa kartu berobat dan BPJS, Alhamdulillah di terima dengan baik,sambil menanyakan apa* *keluhanku. Setelah kusampaikan bahwa aku batuk,pilek,dan demam,ia menunjukkan agar aku menunggu di depan kolam ikan. Disana sudah di sediakan bangku panjang ber deret deret. Ku lihat semua petugas,karyawan,dokter menggunakan masker,dan beberapa yang ber sarung tangan. Aku memaklumi,karena petugas kesehatan yang berada di Puskesmas sebagai garda terdepan,yang paling rentan tertular virus* *Korona. Setelah di ukur suhu dan di tensi,ternyata normal akhirnya aku di arahkan menunggu panggilan dokter di luar ruangan. Tak menunggu lama, namaku dipanggil untuk di periksa dokter. Saat aku berada di dekatnya ku majukan kursi, dengan maksud agar lebih jelas pemeriksaannya.* *Perawatnya yang berada disamping dokter  berkata, maaf Bu tolong kursinya di mundurkan beri jarak 1 meter dari dokter. Hatiku mulai baper.. se begitu kah. Kemudian aku di suruh membuka mulut,dan dokter segera menulis* *resep obat sebanyak 4 jenis,dan harus diambil di apotik dalam Puskesmas. Diagnosa ku menurut dokter adalah radang,dan alergi. Seperti.biasa jika mengambil obat langsung masuk ke* *dalam Puskesmas sambil menyerahkan resep. Belum sampai apotik,aku sudah di tegur  petugasnya. "Ibu kan sakit batuk,ambil obatnya dari loket luar” segeralah ku bawa resep dan menyerahkan nya pada perugas.. MaSyaAllah sedikit Baper juga, karena Korona. Pasien batuk pilek di sendirikan, terasing bagaikan anak terbuang. Ya Allah, semoga Wabah Virus Korona segera berakhir.*

*#Tantangan 14 hari KPPBR, hari ke 3*
20/03/2020
20.08 WIB




Untuk pemesanan bisa hubungi no whatsapp dibawah ini:


Post a Comment

1 Comments