About Me


Yang lstiqamah l'tikaf dan Tahajjud di Masjid Baitul Mahmud


Oleh: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Biasanya umat lslam selalu menanti hadirnya bulan ramadlan. Karena bulan ramadlan merupakan bulan yang penuh barakah, rahmat, maghfirah dan peluang besar untuk masuk surga, dan juga sarana pembetuk karakter taqwa. Allah menyatakan bulan ramadhan bisa membentuk karakter taqwa. Sebagaimana firman Allah SWT berikut ini:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَا مُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ ۙ 
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,"
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 183)

Bulan ramadhan juga bisa melipat gandakan pahala
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)


Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan, “Sebagaimana pahala amalan puasa akan berlipat-lipat dibanding amalan lainnya, maka puasa di bulan Ramadhan lebih berlipat pahalanya dibanding puasa di bulan lainnya. Ini semua bisa terjadi karena mulianya bulan Ramadhan dan puasa yang dilakukan adalah puasa yang diwajibkan oleh Allah pada hamba-Nya. Allah pun menjadikan puasa di bulan Ramadhan sebagai bagian dari rukun Islam, tiang penegak Islam.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 271)

Amalan di malam Lailatul Qadar juga akan dilipatgandakan pahalanya sampai seribu bulan sebagaimana disebutkan dalam ayat,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3). Maksudnya adalah ibadah di malam Lailatul Qadar lebih baik dari ibadah di seribu bulan lamanya.

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah menyatakan, “Amalan yang dilakukan di malam Lailatul Qadar lebih baik daripada amalan yang dilakukan di seribu bulan yang tidak terdapat Lailatul Qadar. Itulah yang membuat akal dan pikiran menjadi tercengang. Sungguh menakjubkan, Allah memberi karunia pada umat yang lemah bisa beribadah dengan nilai seperti itu. Amalan di malam tersebut sama dan melebihi ibadah pada seribu bulan. Lihatlah, umur manusia seakan-akan dibuat begitu lama hingga delapan puluh tahunan.” (Tafsir As-Sa’di, hlm. 977)

Tetapi bulan ramadlan 2020M/1441H yang barusan berlau dasambut umat lslam dengan penuh harap dan cemas karena tiba dalam waktu wabah pandemi covid 19. 
Masjid tidak seramai ramadhan tahun tahun lalu. Apa lagi banyak masjid yang dututup. Waktu qiyamul lail juga sepi. Apa lagi waktu i'tikaf tambah sepi. Biasanya kalau waktu iktikaf di malam ke 21 sampai dengan akhir ramadhan ramai umat lslam ke masjid pada jam 12.00-04.45 untuk memburu lailatul qadar, tapi kali ini sepi, paling banyak hanya ada  sekitar 10 jamaah.

Kini setelah ramadhan, orang pergi ke masjid di malam hari untuk salat tahajjud semakin sepi. Pada jam 03.00 belum ada yang datang ke masjid, baru sekitar jam 03.30 ada 1-3 orang datang. Jam 03.45 tambah lagi 2 orang. Jam 04.15, ketika adzan subuh berkumandang tambah lagi 2-3 orang. Setelah adzan subuh berkumandang tambah lagi 2-3 orang. Setelah adzan subuh mulai berdatangan hingga sekitar 75- 100 jamaah hampir memenuhi masjid dengan shaf berjarak sekitat l meter
Suasana seperti ini mulai terasa sejak 1 Syawal 1441 H sampai dengan sekarang.


Pandemi covid 19 ini betul betul telah berhasil mengendalikan umat lslam dalam ghirah beribadah. 
Tetapi di masjid Baitul Mahmud Griya Bhayangkara, Masangan Kulon, ada 3-5 orang yang istiqamah tahajjud di masjid pada jam 03.30-04.00
Semoga 5 orang tersebut bisa istiqamah tahanjjud di masjid dan dapat ridla dari Allah Azza wa Jalla.

Post a Comment

0 Comments