About Me


Serangan atas Orang Asia di AS: Diludahi, Dipukul dan Dikata-katai (2)


Editor: Sudono Syueb

Seberapa seriuskah prasangka anti-Asia di AS?

Harianindonesiapost.com Banyak warga keturunan Asia Amerika dan orang-orang Asia di Amerika mengutarakan perubahan drastis yang mereka alami setelah wabah melanda.

Kimberly Ha
Warga Kanada keturunan China Kimberly Ha (tengah) disuruh meninggalkan AS.

Kimberly Ha misalnya, perempuan berusia 38 tahun, mengatakan dia merasakan perbedaan itu pada bulan Februari, setelah ada orang asing yang mulai meneriakinya saat dia berjalan dengan anjingnya di New York.

"Dia berteriak: `Saya tidak taku
[3/6 19.48] sudonosyueb: "Dia berteriak: `Saya tidak takut pada orang-orang Cina yang radioaktif` dan mulai menunjuk ke arah saya, lalu dia berteriak lagi `kalian tidak boleh berada di sini, keluar dari negara ini, saya tidak takut dengan virus ini yang kalian bawa," perempuan keturunan China Kanada yang sudah tinggal di New York selama lebih dari 15 tahun itu menuturkan.

Pada minggu-minggu berikutnya, dia juga memperhatikan ada "satu dari 10" orang yang dia temui di depan umum tampak marah saat menatapnya. "Saya belum pernah merasakan tingkat permusuhan seperti itu sebelumnya," katanya.

Sementara Madison Pfrimmer, 23, yang tinggal di California, sudah mendengar tentang berbagai serangan anti-Asia.

Warga Kanada keturunan China Kimberly Ha (tengah) disuruh meninggalkan AS

Bulan April lalu, dia membantu pasangan lansia China di sebuah supermarket di Los Angeles. Madison menerjemahkan ketika mereka berhadapan dengan seorang perempuan yang marah-marah sembari melontarkan sumpah serapah dan melemparkan botol air mineral ke mereka dan menyemprotkan disinfektan.

"Dia berteriak, `beraninya kalian datang ke toko tempat keluarga saya berbelanja, beraninya kalian datang dan merusak negara saya. Kalian adalah alasan mengapa keluarga saya tidak dapat menghasilkan uang,`" kenang Madison yang memiliki keturunan China.

Madison mengatakan dia mencoba berdamai dengan perempuan yang memarahinya karena membantu menerjemahkan untuk pasangan lansia itu dan melemparkan botol minuman ke arahnya, hingga membasahi kakinya.

Perempuan itu lalu melintas lagi ketika mereka tengah antre di kasir, sambil menyemprotkan sesuatu yang tampak seperti pengharum ruangan atau disinfektan ke arah tubuh mereka, tak cukup sampai di situ dia juga mengejar pasangan lansia itu sampai naik ke mobilnya.

Di sana dia mengambil foto mereka sambil berteriak "itu salahmu" , dan melontarkan kata-kata kasar seperti "China", "semua orang-orang kotor" dan "komunisme".

"Saya berlari menghampiri pasangan itu, memberi tahu mereka dalam bahasa Mandarin untuk masuk ke dalam mobil mereka, dan memasukkan barang-barang belanjaannya - saya menyodorkan telur lewat kaca mobilnya," kata Pfrimmer.

Perempuan itu terus mengikutinya sambil mengemudi - sampai akhirnya Pfrimmer sengaja mengarahkan kendaraannya mendekati sebuah kantor polisi.

Madison Pfrimmer membantu pasangan lansia keturunan China yang diteriaki di supermarket di Los Angeles

Kelompok-kelompok HAM Asia dan San Francisco State University bekerja sama untuk memulai database bernama STOP AAPI HATE, yang mencatat laporan diskriminasi Covid-19 yang diarahkan pada orang-orang Asia Amerika dan Kepulauan Pasifik di AS.

Mereka menerima berbagai laporan dari 45 negara bagian, di mana sebagian besar kasus-kasus tersebut terjadi di California dan New York.

Insiden yang tercatat sejauh ini yang paling umum terjadi berupa pelecehan secara verbal. Namun penyerangan fisik, diskriminasi di tempat kerja, dan vandalisme muncul juga dalam database - kaum perempuan lebih banyak menjadi sasaran ketimbang laki-laki.

Russell Jeung, seorang profesor studi Asia-Amerika di San Francisco State University yang sudah menjalankan database tersebut, mengatakan dia menemukan begitu banyak insiden orang-orang yang "terkena batuk atau diludahi" sehingga dia menambahkannya sebagai kategori terkena batuk atau diludahi" sehingga dia menambahkannya sebagai kategori tambahan.

Ted Nghiem, warga Amerika keturunan Vietnam diludahi seorang pria saat berjalan di tempat umum

Itulah yang terjadi pada Ted Nghiem, seorang warga Amerika keturunan Vietnam di Philadelphia. Dia mengatakan pada bulan Maret, seorang pria menyumpahinya sembari berteriak "keluar dari sini, Anda menyebabkan virus corona" - tetapi itu tidak terlalu mengganggunya.

Namun, setelahnya di bulan yang sama seorang pria meludahinya ketika dia berjalan melintasinya, insiden itu "benar-benar membuatnya terpuruk selama satu atau dua hari".

"Saya memang melapor pada polisi tetapi saya tidak tahu apakah ada sesuatu yang terjadi, beruntung saya tidak tertular," kata Nghiem.

Sumber: Vivanews.com

Post a Comment

0 Comments