About Me


Serangan atas Orang Asia di AS: Diludahi, Dipukul dan Dikata-katai (3)

Serangan atas Orang Asia di AS: Diludahi, Dipukul dan Dikata-katai (3)

 Editor: Sudono Syueb 

Harianindonesiapost.com Database STOP AAPI HATE didasarkan pada pelaporan mandiri online. Analisis wawancara BBC yang terpisah dan laporan media AS mendapati liputan lebih dari 100 dugaan insiden sejak Januari yang tampaknya menargetkan orang-orang Asia.

Sekitar 70?ri insiden itu memiliki kaitan yang jelas dengan pandemi, dan sekitar 40% kasus dilaporkan ke polisi.

Beberapa insiden mencapai batas kejahatan rasial. Polisi Kota New York mengatakan mereka telah menyelidiki 14 kejahatan rasial terkait Covid-19, yang melibatkan 15 korban warga Asia. Setidaknya ada sembilan serangan fisik di negara bagian itu.

Di California, seorang lansia dipukul dengan sebatang besi, dan seorang remaja dibawa ke rumah sakit setelah diserang secara fisik.

Di Texas, seorang anak berusia dua tahun dan enam tahun yang berasal dari satu keluarga Asia ditikam di sebuah supermarket.

ABC News yang memperoleh laporan dari FBI mengatakan bahwa "pelaku mengindikasikan bahwa dia menikam keluarga itu karena dia pikir keluarga itu orang China, dan menularkan virus corona kepada orang-orang".

Diketahui keluarga itu berasal dari Asia Tenggara.

Beberapa orang Asia juga melaporkan mereka ditolak dari berbagai layanan seperti kamar hotel, atau naik transportasi Uber, karena etnis mereka.

Matt (bukan nama sebenarnya), seorang dokter keturunan China Amerika yang bertugas di ruang gawat darurat di Connecticut, melihat beberapa pasien minta dirawat di rumah sakit karena mereka mengatakan orang Asia batuk di dekat mereka.

Secara pribadi dia sendiri mengalami bias anti-Asia saat dirinya berupaya merawat seorang pasien yang diduga menderita Covid-19.

"Saya memakai APD, berjalan masuk dan memperkenalkan diri. Begitu mereka mendengar nama keluarga saya, mereka seperti `jangan sentuh mereka, apakah ada dokter pengganti - bisakah Anda tidak mendekati saya`."

Banyak kalangan minoritas lain menghadapi lebih banyak "jenis diskriminasi terang-terangan yang lebih buruk", ujar Matt - namun dia khawatir insiden seperti yang dia alami akan menurunkan moral para pekerja medis.

"Ini adalah kondisi yang membuat stress - jam kerja kami lebih panjang, mengenakan APD sepanjang waktu, dan banyak dari kami yang terpapar Covid-19."

Jika dia terlihat seperti orang China, dia akan diserang`


Virus ini berasal dari Wuhan, Cina, dan sebagian besar retorika Presiden Trump berfokus pada apa yang dia sebut sebagai kegagalan negara itu untuk mengatasi wabah Covid-19.

Awal tahun ini, Trump berulangkali menyebut virus corona sebagai "virus China" - istilah yang menurut para pengamat tidak membedakan antara China, pemerintah China, dan orang-orang dari etnis China.

Dia lantas menyerukan agar orang-orang Asia-Amerika dilindungi, dengan mengatakan "penyebaran virus bukanlah kesalahan mereka dalam bentuk atau bentuk apa pun".

Namun hal itu tidak membuat warga keturunan China Amerika luput dari serangan - mereka ataupun orang-orang dari Asia Timur lainnya tetap menjadi sasaran.


Para anggota Komisi Asia Amerika berkumpul di Massachusetts mengecam segala bentuk rasisme.

Prof Jeung mengatakan sekitar 40% dari laporan yang dia terima berasal dari etnis China - tetapi sebagian besar kasus berasal dari etnis Asia Timur lainnya.

"Itu adalah contoh profil rasial - bahwa `jika dia terlihat seperti orang China, dia akan diserang`."

Mengapa orang Amerika keturunan Asia masih dipandang sebagai orang luar?

Orang Asia di AS berasal dari beragam etnis, negara, dan latar belakang, dan sering kali memiliki keyakinan dan identitas politik yang berbeda.

Sekitar 20 juta penduduk AS - atau sekitar 6?ri populasi AS - adalah orang Asia, menurut data sensus. Angka tersebut termasuk orang Amerika-Asia, serta orang-orang dari Asia Selatan dan Timur yang tinggal, belajar atau bekerja di AS.

Beberapa penduduk Asia, seperti orang Amerika Bhutan, lebih cenderung menjadi imigran yang lahir di luar negeri, sementara yang lain, seperti orang Jepang-Amerika, kemungkinan besar berasal dari keluarga yang telah tinggal di AS selama beberapa generasi.

Sekitar tiga juta wisatawan yang mengunjungi AS setiap tahun berasal dari China.

Tapi prasangka berbasis ras terhadap orang Asia di AS tidak pandang bulu, apakah seseorang mengidentifikasi diri sebagai orang Asia-Amerika, berharap menjadi orang Amerika, atau hanya berkunjung.

Orang-orang Asia Amerika menggambarkan beberapa pengalaman yang lazim terjadi - termasuk bahwa mereka dilihat sebagai "selamanya menjadi orang asing" bahkan sebelum pandemi.

Ras, seperti banyak kategori sosial, (adalah) hal yang mengatakan Anda adalah bagian dari kategori ini (yang) jelas terlihat oleh semua orang," kata Debbie Ma, seorang profesor psikologi di California State University, Northridge.

"Karena itu," tambahnya, "sangat mudah melabeli dan menetapkan stereotip dan asosiasi dengan kategori-kategori itu" - bahwa orang Asia Timur adalah orang asing.

Suumber: vivanews.com

Post a Comment

0 Comments