About Me


PENUNDAAN IBADAH HAJI PATUT DISYUKURI


Oleh Murib Ilham

(Calon Jama'ah Haji tahun 2020 dan Alumni Pon-Pes YTP, Kertosono)

Editor: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Keputusan Pemerintan menunda penyelenggaraan ibdah haji tahun 2020 dinilai tepat dan cepat "tepat" mengingat kondisi pandemi di Arab Saudi masih cukup tinggi, dikhawatir akan membayakan keselamatan dan kenyamanan calon jamah haji.
"cepat" karena sebagai jawaban atas keresahan calon jamaah haji yang lama menunggu kepastian keberangkatan dengan harap harap cemas.

Setidaknya ada tiga alasan yang bisa dikemukakan:
Pertama, tidak memenuhi syarat istitho'ah.
Istitho'ah bukan hanya sebatas kemampuan finansial, mampu membayar BIPIH  (beaya perjalanan ibadah haji), mempunyai bekal hidup di tanah suci, ada bekal untuk keluarga yang ditinggal di tanah air dan juga bukan hanya sekedar kemampuan fisik dan mental yang memang menjadi syarat ibadah haji yang merupakan ibadah fisik, harus sehat secara fisik dan mental, tetapi lebih dari pada itu harus ada jaminan keamanan dan keselamatan dalam perjalanan dan pelaksanaan ibadah haji.

Di musim pandemi corona virus desease 2019 (covid 19) keamanan dan keselamatan jamaah haji terancam, mereka rawan terpapar yang menyebabkan kematian, hampir 80% usia tua (60 tahun keatas) belum lagi penyakit bawaan dan daya tahan tubuh yang menurun akibat kelelahan, dalam kondisi normal saja mudah terpapar penyakit menular seperti inflenza, batuk pilek dll. karena pola makan yang kurang teratur dan banyaknya kegiatan yang menguras tenaga.

Oleh karena tidak terpanuhi istitho'ah sebagai syarat kewajiban haji, maka calon jamaah haji Indonesia tidak berkewajiban menunaikan ibadah haji di tahun 1441/ 2020

Kedua, kondisi pandemi yang belum terkendali Pemerintah Arab Saudi kembali melockdown Jeddah dua pekan kedepan(6 juni 2020) menyebabkan belum dapat mengumumkan ada tidaknya penyelenggaraan ibadah haji, hal ini menjadikan Pemerintah Indonesia tidak mempunyai banyak waktu untuk melakukan persiapan dan pelaksanaan pembinaan, pelayanan dan perlindungan bagi jamaah haji secara aman, nyaman dan tertib sesuai yang diharapkan.
Oleh karenanya sangat tepat Pemerentah memutuskan untuk menunda keberangkatan calon jamah haji tahun 1441/2020

Jika dipaksakan berangkat dengan menerapkan protokol kesehatan, dikarantina selama 14 hari sebelum berangkat, 14 hari setelah tiba di Arab Saudi dan 14 hari setelah tiba kembali di tanah air, akan terjadi rentang waktu yang cukup lama sementara kloter pertama tanggal 16 juni 2020, mengakibatkan kekurangan waktu untuk bisa memberikan pelayanan yang terbaik, malah kloter terahir tanggal 25 juli 2020/4 dzulhijjah 1441 bisa terlambat, wukuf tanggal 30 juli 2020.

Ketiga, pelaksanaan ibadah haji terberat sepanjang sejarah.
Sebelum ibadah haji, jamaah menjalani karantina 28 hari di tanah air dan setelah tiba di tanah suci, sangat melelahkan, jenuh dan tidak nyaman.

Pengaturan secara ketat keluar masuk masjidil haram dibatasi, jamaah baru boleh masuk 20 menit sebelum adzan dan harus neninggalkan masjid 20 menit setelah sholat, bisa dibayangkan masuk masjid secara bersamaan dan keluar masjid secara bersaman dalam jumlah jamaah yang sangat besar, akan terjadi rebutan dan berdesak desakan

Di terminal bus akan terjadi penumpukan jamaah, berapapun jumlah bus disediakan tidak cukup mengangkut dalam waktu yang singkat, lagi lagi akan terjadi rebutan dan berdesak desakan bisa mengancam keselamatan.

Bandingkan dalam kondisi normal, msjidil haram dibuka 24 jam kapan saja jamaah bisa keluar masuk masjid, jamaah juga bisa memilih waktu yang tepat dan tidak terlalu padat, itupun masih terjadi antrian di terminal bus untuk bisa diangkut.

Ada sebuah info (Wallahu A'lam bish showab) bahwa jika ibadah haji dilaksanakan tahun ini maka skenarionya, jumlah jamaah dibatasi, rentang waktu pelaksanaanya hanya10 s.d 13 hari setelah menjalani karantina dan yang lebih kren lagi mungkin mabit di muzdalifah dan di mina ditiadakan karena hanya wajib haji saja yang bisa diganti dengan membayar dam, melontar jamarat dilaksanakan langsung naik bus dari hotel menuju mina, tetapi yang paling menyedihkan tanggal 14 Dzulhijjah 1441 harus sudah pulang ke tanah air.

Katimbang pak kaji Kersu pilih pak kaji Rasid
Dari pada haji kesusu mending haji Rasid (haji rasido)

Keputusan Pemerintah, mari kita terima dengan lapang dada, sabar dan tawakal bahkan patut kita bersyukur sebab penundaan ini taqdir Allah, Allah belum mengundang kita  hadir di Baitullah tahun ini, setiap keputusan Allah pasti keputusan yang terbaik buat kita, banyak hikmah yang bisa diambil antara lain:

1. Mungkin selama ini manasik kita belum sempurna, karena kesibukan sering tidak mengikuti pelajaran manasik, saat ini diberi kesempatan waktu setahun untuk menyempunakan manasik, agar sesuai dengan sunnah Rasulullah sehingga memperoleh haji yang mabrur.

2. Do'a dan bacaan haji banyak yang belum hafal, sekarang ada kempatan panjang untuk menghafal, boleh ibadah haji do'a sambil membaca tetapi berdo'a tanpa membaca lebih khusyu' bahkan boleh saja ibadah haji tanpa do'a sama sejakali, hajinya sah karena haji ibadah fisik, tetapi eman haji yang cuman sekali seumur hidup, menunggu antrian panjang hanya ibadah fisik tidak ada do'a, tidak ada bacaan, talbiyahpun tidak hafal.

Dalam setiap putaran thowaf maupun setiap perjalan sa'i dari shofa ke marwa dan sebaliknya, tidak ada do'a dan bacaan tertentu bebas mau berdo'a dan membaca apa saja, tetapi alangkah baiknya kita mengikuti do'a dan bacaan yang di susun oleh Imam Ghozali yang tertera di buku saku (bisa dikalungkan) yang dibagikan oleh Kemenag, mari kita hafalkan, kita diberi kesempatan setahun jangan sia siakan.

3. Andai kita haji tahun 2020 ini, ada proses dan tahapan perjalanan haji yang dilewatkan, kita belum melakukan manasik haji massal  dua kali tatap muka yang dilaksanakan oleh Kankemenag kab/ko dan manasik haji kelompok enam kali tatap muka yang dilaksanakan oleh KUA

Terkait dengan manasik haji tersebut, selain mendapatkan ilmu manasik haji agar menjadi jamaah haji mandiri, yang terpenting lagi para calon jamaah haji mengetahui regu dan rombonganya yang disusun berdasarkan zonasi, saling mengenal masing masing anggota regu dan rombongan, saling mengenal antara karom dan karu untuk nantinya  memudahkan koordinsi dalam pelaksanaan ibadah haji.

Untuk pemantapan manasik, diahiri dengan praktek manasik massal yang dikelompokkan berdasarkan regu dan rombonganya masing masing agar saling mengenal semakin akrab.

4. Latihan fisik jika kemaren belum maksimal baru dimulai setelah ada pembinaan dari dinas kesehatan, sekarang saatnya ada kesempatan panjang latihan fisik, minimal dua kali seminggu di hari libur, sebab ibadah haji memerlukan fisik yang prima, sehat dan bugar.

5.  Akibat pandemi kita tidak bisa kontrol kesehatan ke rumah sakit (memang tidak beleh kalau tidak emergensi) ternyata saat akan berangkat di cek kesehatan di asrama haji , kolesterol tinggi, gula darah tinggi, jatung bermasalah, ahirya gagal berangkat, inilah hikmahnya kita diberi kesempatan yang lama untuk memeriksakan kesehatan secara rutin sehingga di tahun depan kita benar benar sehat dan insya Allah kita semua berangkat.

Kepada semua calon jamaah yang sepuh tidak perlu mengeluh tertundanya haji tahun ini, berarti usia bertambah setahun, bertambah sepuh, menurut kata orang bijak:

UMUR ITU BUKAN KALENDER
TETAPI UMUR ITU SEMANGAT

Artosipun:

walaupun umur 40 tahun tetapi tidak punya semangat tidak pernah bergerak, diam, itulah orang tua

Kosok wangsulipun:

Walaupun umur 80 tahun tetapi tetap semangat terus bergerak tidak pernah diam, itulah orang muda

Semoga kita semua diberikan kesehatan panjang umur tahun depan 1442/2021 dapat bersama sama menunaikan ibadah haji di tanah suci.   Aamiin ya Rabbal 'Alamiin


Probolinggo, 9 Juni 2020

Post a Comment

0 Comments