About Me


Pengkritik FPI dan HTI di Medsos Itu Ditangkap Polisi Karena Nyabu

HS saat di Mapolsek Batang-Batang.
(foto matamaduranews.com)

Laporan: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Aktivis pemuda Batang Batang, Sumenep, Madura,  yang rajin mengkritik FPI dan HTI itu ditangkap Polisi karena nyabu.

Dilansir dari laman matamaduranews.com, HS,46, salah satu aktivis asal Batang-Batang Sumenep, Madura diringkus Reskrim Polsek Batang-Batang saat menghisap sabu, Selasa malam (23/6/2020).

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti mengatakan, penangkapan HS berawal dari informasi masyarakat bawah ada pesta Naroba jenis sabu.

Dari informasi itu, petugas Polsek Batang-Batang langsung melakukan penyelidikan yang dipimpin Kanit Reskrim Petugas Polsek Batang Batang.

“HS sedang menghisap sabu. Dari tangannya, didapati sabu seberat 0,33 gram lengkap beserta alat hisapnya. HS tak berkutik saat digrebek di gubuk milik Adi Kusnadi,” terang AKP Widi saat rilis, Kamis (25/6/2020).

Kata Widi, barang bukti yang berhasil disita berupa, dua Pocket plastik klip kecil, yakni 1 pocket plastik kecil berisi sabu sabu, 1 pocket satunya juga plastik klip kecil sisa, dua buah potongan sedotan. Serta seperangkat alat hisap terdiri dari, sebuah bong yang terbuat dari botol plastik bekas, pada tutupnya terdapat dua lubang. Masing-masing lubang tersambung dengan sedotan plastik berwarna putih dan pipet kaca yang terdapat sisa narkotika jenis sabu.

Atas perbuatannya, HS dikenakan pasal 114 ayat (1) sub. Pasal 112 ayat (1) subs pasal 127 ayat (1) huruf a, UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun.

“HS dan barang bukti langsung kami amankan guna dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Bagi kalangan aktivis Sumenep, HS salah satu tokoh pemuda Kecamatan Batang-Batang. Dia begitu kritis menyikapi kebijakan pemerintah daerah dan pemerintah desa.

Di dunia media sosial, HS kerap mengkritik kelompok FPI dan HTI. Dia sering memuja sosok Presiden Jokowi dan mengkritisi kelompok yang kerap ‘nyinyir’ terhadap Presiden Jokowi.

Dalam keseharian, HS bergelut di bidang usaha bubuk daun kelor yang dikirim ke Jakarta untuk ekspor. Di lahan milik dirinya dan petani setempat, Heri mampu menyulap daun kering daun kelor serta bubuknya menjadi dolar.(Ibad, Mata Madura)

Sumber: matamaduranews.com

Post a Comment

0 Comments