About Me


Pemenang Akan Mengambil Semua Sumber Kekuasaan


Oleh: Sudono Syueb

(Dosen Fikom-Unitomo, Surabaya)

Harianindonesiapost.com Dalam permainan politik (political games) maka tradisinya,  yang menang akan mengambil semua sumber kekuasaan baik eksekutif, legislatif, yudikatif, keuangan, militer, polisi, sumber daya manusia dan alam dll.
Apalagi kemenangan itu mayoritas, tak tersisa, tak tergoyahkan dalam politik.
Seperti lirik lagu the winner take it all yang ditulis Benny Goran Bror Andersson/Bjoern K Ulvaeus dan dinyanyikan grup ABBA tahun 1980an berikut ini:

I don't want to talk
About the things we've gone through
Though it's hurting me
Now it's history
I've played all my cards
And that's what you've done too
Nothing more to say
No more ace to play
The winner takes it all
The loser standing small
Beside the victory
That's her destiny
I was in your arms
Thinking I belonged there
I figured it made sense
Building me a fence
Building me a home
Thinking I'd be strong there
But I was a fool
Playing by the rules
The gods may throw a dice
Their minds as cold as ice
And someone way down here
Loses someone dear
The winner takes it all
The loser has to fall
It's simple and it's plain
Why should I complain
But tell me does she kiss
Like I used to kiss you?
Does it feel the same
When she calls your name?
Somewhere deep inside
You must know I miss you
But what can I say
Rules must be obeyed
The judges will decide
The likes of me abide
Spectators of the show
Always staying low
The game is on again
A lover or a friend
A big thing or a small
The winner takes it all
I don't want to talk
If it makes you feel sad
And I understand
You've come to shake my hand
I apologize
If it makes you feel bad
Seeing me so tense
No self-confidence
But you see
The winner takes it all
The winner takes it all
So the winner takes it all
And the the loser has to fall

(Saya tidak mau bicara
Tentang hal-hal yang telah kita lalui
Meskipun itu menyakitiku
Sekarang ini sejarah
Saya telah memainkan semua kartu saya
Dan itulah yang telah Anda lakukan juga
Tidak ada lagi yang bisa dikatakan
Tidak ada lagi kartu as untuk dimainkan
Pemenang mengambil semua
Yang kalah berdiri kecil
Di samping kemenangan
Itu takdirnya
aku ada di tanganmu
Mengira saya milik di sana
Saya pikir itu masuk akal
Buatkan saya pagar
Bangun aku rumah
Berpikir aku akan kuat di sana
Tapi aku bodoh
Bermain sesuai aturan
Para dewa dapat melempar dadu
Pikiran mereka sedingin es
Dan seseorang di sini
Kehilangan seseorang sayang
Pemenang mengambil semua
yang kalah harus  jatuh، 'tersungkur jadi duli'/pen)

Jika kemudian ada kebijakan para pemenang politik itu menyimpang, yang kalah hanya bisa ngelus dada dan, kalau berani, beri masukan atau mwngkritik dan atau demo. 
Beri masukan dan kritik tentu gunakan bahasa santun n etis agar didengar dan dipertimbangkan. Kalau bahasanya kasar, apa lagi menghujat dan mengolok olok, jelas diabaikan dan atau jadi kasus pidana.
Kurang apa kekuasaan Firaun, absolut dan sangat dhalim, bahkan mengaku Tuhan, sudah kelewat batas makhluk (thagha), tapi  Allah menyuruh Nabi Musa as 
dan Nabi Harun as diperintahkan Allah menasehatinya.
Manusia yang paling durhaka kepada Allah adalah Fir’aun. Diantara kedurhakannya adalah memusuhi Nabi Musa, membunuh semua bayi laki laki. Puncaknya adalah dia mengaku sebagai tuhan dengan berkata : Ana rabbakumul a’la. Aku adalah tuhanmu yang paling tinggi. 

Karena sudah melampaui batas maka Allah mengutus Nabi Musa dan Harun mendatangi Fir’aun untuk memberi nasehat. Allah berfirman : “Idzhaba ila fir’auna innahu thagha. Faqula lahu qaulan laiyina, la’allahum yatadzakkaru au yakhsya” Pergilah kalian (Musa dan Harun) kepada Fir’aun (untuk memberi peringatan atau nasehat), sesungguhnya dia telah melampaui batas. Berbicaralah kepadanya dengan lemah lembut. Mudah-mudah dia sadar (atas kesalahannya) atau takut (kepada Allah) Q.S Thaaha 43-44).

Wajiblah bagi kita mengambil pelajaran  berharga dari ayat yang mulia ini,  bahwa terhadap manusia yang paling durhaka seperti Fir’aun, Allah mengutus Nabi Musa dan Harun  dan diperintahkan  untuk berbicara dengan lemah lembut.

Ketahuilah bahwa saudara saudara kita yang dengannya kita bergaul,  bermuamalah dan kadang kadang perlu saling menasehati maka tentulah mereka lebih pantas untuk mendapatkan kelemah lembutan dari kita.
Insya Allah, tidak ada saudara saudara atau teman kita saat ini yang lebih buruk dari Fir’aun dan kitapun tidak lebih mulia dari Nabi Musa. Oleh karena itu sekali lagi mari kita jaga kelemah lembutan kita dalam bergaul dengan mereka. Ingatlah  bahwa jika kita berlaku kasar terhadap saudara kita itu berarti dia dianggap sebagai manusia yang lebih buruk dari Fir’aun dan kita merasa lebih baik dari Musa dan Harun.

Keutamaan lemah lembut.
Sungguh sangatlah banyak manfaat dan keutamaan dari sifat lemah lembut, diantaranya adalah :

Pertama : Akan menghiasi pribadi seseorang.
Pada suatu kali ada orang Yahudi mengucapkan salam kepada Rasulullah, tapi diplesetkan yaitu dengan ucapan assamu ‘alaikum bukan assalamu ‘alaikum. Assamu ‘alaikum bermakna matilah engkau. A’isyah yang ada disitu jadi tersinggung dan berkata  kepada Yahudi itu : Matilah engkau dan laknat Allah bagi para keturunan babi dan monyet.
Rasulullah tetap tenang dan mengingatkan A’isyah agar tetap berlemah lembut. Lalu beliau bersabda : “Inna rifqa la yakuunu fi syai-in illa zanalu, wala yunza’u min syai-in illa syanah”  Sesungguhnya lemah lembut itu tidaklah ada pada sesuatu kecuali menghiasinya dan tidaklah dia dicabut dari sesuatu kecuali dia akan memburukkannya. (H.R Muslim)

Kedua : Allah mencintai kelemah lembutan.
Seorang hamba haruslah senantiasa mencari cinta dan ridha Allah baginya yaitu dengan selalu menjaga ketaatan kepadaNya. Kelemah lembutan merupakan salah satu perangai  yang  Allah cintai.
Rasulullah bersabda : “Innallaha yuhibbu rifqa fii amri kullih” Sesungguhnya Allah mencintai lemah lembut di segala perkara (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Ketiga : Jauh dari penyesalan.
Seorang hamba yang suka berbicara atau berlaku kasar biasanya dia sering menyesalinya. Merasa terlanjur dan menyesal.
Syaikh Shalih bin Abdul Aziz berkata : Maka wajib bagi kalian untuk berle
 Maka wajib bagi kalian untuk berlemah lembut dan berhati hati. Jangan cepat marah dan berlaku kasar. Kalian tidak akan menyesal selama lamanya bila berlemah lembut.

Kita bermohon kepada Allah agar diberi kekuatan untuk senantiasa berlemah lembut dalam bermuamalah.

Post a Comment

0 Comments