About Me


MUHASABAH 68 HAKIKAT BERIMAN KEPADA HARI AKHIR (Bagian 2)


Oleh: Amrozi Mufida 

Harianindonesiapost.com 
6. Hari Akhir adalah kehidupan yang kekal abadi sesudah kehidupan di dunia yang fana ini berakhir, termasuk semua proses dan peristiwa yang terjadi pada Hari itu, mulai dari kehancuran alam semesta dan seluruh isinya serta berakhirnya seluruh kehidupan *(Qiyamah)*, kebangkitan seluruh umat manusia dari alam kubur *(Ba'ats)*, dikumpulkannya seluruh umat manusia di Padang Mahsyar *(Hasyr)*, perhitungan seluruh amal perbuatan manusia di dunia *(Hisab)*, penimbangan amal perbuatan manusia untuk mengetahui perbandingan amal baik dan amal buruk *(Wazn)*, sampai pada pembalasan dengan surga atau neraka *(Jaza')*. 

7. Kronologi proses dan peristiwa yang akan dilalui oleh umat manusia pada Hari Akhir adalah sebagai berikut:

*7.1. Alam Kubur*

7.1.1. Alam Kubur, bukan semata-mata Kuburan, adalah alam yang dimasuki oleh setiap orang yang meninggal dunia, baik yang dikuburkan maupun yang tidak dikuburkan. 

Misalnya, jasad Fir'aun (Ramses II), meskipun sampai sekarang masih utuh sebagai mummi dan disimpan di Museum Tahrir Cairo Mesir, namun masih tetap berada di alam kubur. Karena jasadnya saja yang dijadikan sebagai mummi, sedangkan ruhnya berada di alam kubur. Begitu juga jasad-jasad lainnya, baik yang utuh, yang hancur, yang hilang, yang dikuburkan, maupun yang tidak dikuburkan, mereka tetap memasuki alam kubur. Kita harus bisa membedakan antara Kuburan dan Alam Kubur. Kuburan adalah tempat untuk menguburkan jasad manusia, sedangkan Alam Kubur adalah tempat bersemayamnya ruh manusia. 

7.1.2. Alam Kubur dikenal juga dengan nama dan sebutan Alam Barzakh. Barzakh adalah sesuatu yang membatasi antara dua hal. Sehingga Alam Barzakh adalah alam pembatas antara alam dunia dan alam akhirat. 

7.1.3. Setelah seseorang memasuki alam kubur, dia akan ditanya oleh Malaikat Munkar dan Nakir tentang Tuhannya, Agamanya, dan Nabinya. Orang yang beriman akan menjawab, Tuhanku Allah SWT, Agamaku Islam, dan Nabiku Muhammad SAW. Sedangkan orang yang tidak beriman atau orang yang ragu akan menjawab tidak tahu, kemudian dia akan disiksa. Yang menentukan bisa dan tidaknya seseorang menjawab pertanyaan Malaikat adalah iman dan amal shalehnya selama hidup di dunia. Oleh karena itu, tidak ada persiapan untuk menjawab pertanyaan tersebut, kecuali meningkatkan kualitas iman dan memperbanyak amal shaleh dengan niat ikhlas hanya semata-mata mencari keridhaan Allah SWT pada saat hidup di dunia ini.(Sudono Syueb/ed)

_Wallahu a'lam_

Penulis adalah :
Wakil Ketua PCM Babat 
Anggota MPK PDM Lamongan 
Sekretaris MUI Kecamatan Babat 
Penyuluh Agama Islam Kecamatan Babat 
Perwakilan Travel Umroh & Haji Khusus PT *Tursina* _(Tur Silaturrahim Nabi)_

Senin, 8 Dzulqa'dah 1441 H 
29 Juni 2020 M 

http://t.me/kajianAmrozi

Post a Comment

0 Comments