About Me


MUHASABAH 63



HAKIKAT BERIMAN KEPADA NABI DAN RASUL ALLAH SWT
(Bagian 16)

Oleh: Amrozi Mufida

Harianindonesiapost.com 
 27. Nabi Muhammad SAW Sebagai Pemimpin Hukum

Pembentukan suatu peradaban membutuhkan waktu yang sangat lama. Dalam kurun waktu tersebut diperlukan suatu pranata undang-undang dan ketentuan yang mengatur pola hubungan, hak dan kewajiban, serta resolusi konflik sesama anggota masyarakat.

Misi Nabi Muhammad SAW tidak hanya terbatas untuk meluruskan masalah aqidah, ibadah, dan akhlak umat manusia, tetapi juga masalah syariah (muamalah). Karena ajaran Islam meliputi seluruh aspek kehidupan umat manusia. Dalam berbagai literatur kajian keislaman sering disebutkan bahwa ajaran Islam mencakup empat pokok ajaran, yaitu aqidah, ibadah, akhlak, dan syariah (muamalah). 

Dalam ajaran Islam, perbuatan yang timbul dari aqidah (iman) disebut amal shaleh. Banyak ayat Al-Qur'an menyebutkan secara beriringan antara iman dan amal shaleh. Ini menunjukkan bahwa iman tidak dapat terlepas dari amal shaleh. Iman tidak akan ada manfaatnya tanpa amal shaleh. Begitu juga sebaliknya, amal shaleh juga menjadi tidak ada faedahnya tanpa adanya keimanan. 

Amal shaleh dapat dirumuskan secara sistematis dalam bentuk sistem peraturan yang disebut syariah. Terminologi syariah mengacu pada ajaran Islam secara keseluruhan, termasuk aqidah, ibadah, dan akhlak. 

Dan salah satu warisan Nabi Muhammad SAW yang sangat berharga adalah syariat hukum Islam. Pada zamannya, Nabi Muhammad SAW telah meletakkan dasar-dasar hukum modern di tengah-tengah masyarakat Arab yang belum mengenal sistem hukum yang tertib. Beliau meletakkan dasar karakteristik hukum Islam yang bersifat rabbaniyyah (bersumber dari Allah SWT), tadarruj (bertahap), general (umum), ideal dan realistis, wasathiyah (moderat, tengahan), murunah (fleksibel), 'adalah (adil), raf'ul haraj (tidak sukar), qillatut taklif (meminimalisasi kewajiban hukum), jalbul mashalih (berorientasi kemaslahatan), dan  syumuliyyah (komprehensif, menyeluruh). 

Oleh karena itu, maka salah satu aspek kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang menonjol adalah peranan beliau sebagai peletak dasar-dasar hukum modern.(Sudono Syueb/ed)

Penulis adalah :
1) Wakil Ketua PCM Babat 
2) Anggota MPK PDM Lamongan 
3) Sekretaris MUI Kecamatan Babat 
4) Penyuluh Agama Islam Kecamatan Babat 
5) Perwakilan Travel Umroh & Haji Plus PT Tursina (Tur Silaturrahim Nabi) 

Rabu, 3 Dzulqa'dah 1441 H 
24 Juni 2020 M 

http://t.me/kajianAmrozi

Post a Comment

0 Comments