About Me


M. Murtadlo Hs. Alumni Pon Pes YTP dan SMAM 2 Kertosono HUKUM MAKAN DAN MINUM DENGAN TANGAN KIRI



Oleh: M Murtadlo Hs

(Alumni Pon Pes YTP dan SMAM2, Kertosono)

Editor: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Dalam kehidupan sehari-hari  mungkin kita pernah makan atau minum dengan tangan kiri padahal tidak ada sesuatu yang menghalangi ketika makan atau minum dengan tangan kanan. 

Dalam Islam, diantara adab yang diajarkan ketika makan atau minum adalah makan atau minum dengan tangan kanan. Dan Islam melarang makan atau minum dengan tangan kiri. Hal inipun sesuai dengan adat kita sebagai orang timur terutama di negeri kita yang mayoritas umat muslim. Sangat disayangkan sekali apabila kita sebagai kaum muslimin tidak mengindahkan adab yang indah ini. 

Suatu ketika saya pernah ada suatu kegiatan makan bersama dengan beberapa sahabat, pada saat itu saya jumpai salah seorang sahabat makan dengan tangan kirinya, selanjutnya saya menasehati agar memindah tangan kirinya ketika makan dengan tangan kanannya, akan tetapi sahabat saya menjawab: "saya sudah terlanjur terbiasa makan atau minum dengan tangan kiri". Selanjutnya saya sampaikan: "Rosulullah shollallohu alaihi wasallam menyuruh kita sebagai umatnya untuk makan dengan mengucap Basmallah dan makan atau minum dengan tangan kanan". Itulah cerita singkat yang pernah saya alami.

Berikut ini berapa hadits yang berkaitan dengan mendahulukan yang kanan di dalam mengerjakan sesuatu pekerjaan dan makan atau minum dengan tangan kanan.

1. Nabi Muhammad Shollallohu 'alaihi wasallam dalam mengerjakan sebagian urusannya yang baik-baik mendahulukan yang kanan atas yang kiri. Sebagaimana diriwayatkan oleh 'Aisyah rodhiyallohu 'anha: 
اَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِيْ تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطَهُوْرِهِ فِيْ شَأْنِ كُلِّهِ. رواه البخارى
Anna-nabiyya shollollohu 'alaihi wasallama kaana yu'jibuhut-tayammunu fii  tana'ulihi wataroj-julihi wathohuurihi fii sya'nihi kullihi
Artinya: "Adalah Nabi Shollallohu 'alaihi wasallam membiasakan diri mendahulukan yang kanan dalam memakai sandal, menyisir, bersuci dan dalam setiap urusannya". HR. Bukhori

2. Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam dalam urusan makan atau minum dengan tangan kanannya. Sebagaimana diceritakan oleh sahabat umar bin abi salamah yang di riwayatkan oleh Bukhori dan Muslim.
كُنْتُ غُلَامًا فِيْ حِجْرِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَكَانَتْ يَدِيْ تَطِيْشُ فِيْ الصَّحْفَةِ، فَقَالَ لِيْ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَاغُلَامُ سَمَّ اللهَ، وَكُلْ بِيَمِيْنِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيْكَ. رواه البخارى و مسلم
Kuntu ghulaaman fii khijri Rosuulillahi shollallohu 'alaihi wasallama, wa kaanat yadii tatiisyu fis-shokhfati, fa qoola lii Rasulullohi shollallohu 'alaihi wasallama: yaa ghulaamu sammalloha, wa kul biyamiinika, wa kul mim-maa yaliika. Rowaahul-Bukhori wa Muslim.
Artinya: "Sewaktu aku kecil, saat berada dalam suhan Rosululloh Shollallohu 'alaihi wasallam, pernah suatu ketika tanganku ke sana ke mari (saat mengambil makanan) di nampan, lalu Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda kepadaku: "wahai bocah, ucapkan bismillah dan makan dengan tangan kananmu, dan ambil makanan yang berada di dekatmu". HR. Bukhori dan Muslim

3. Rosululloh Shollallohu 'alaihi wasallam memerintah umatnya ketika makan atau minum dengan tangan kanan. Sebagaimana hadits Ibnu Umar sebagai berikut:
اِذَا اَكَلَ اَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِيْنِهِ. فَأِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ. رواه مسلم
Idzaa akala ahadukum fal yak-kul biyamiinihi. Fa-innasy-syaithoona yak-kulu bisyimaalihi wayasyrobu bisyimaalihi. Rowaahu Muslim.
Artinya: "Jika seorang dari kalian makan, maka makanlah dengan tangan kanannya. Karena sesungguhnya syetan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya. HR. Muslim.

Dalam hadits nomor 2 di atas terdapat kalimat perintah yang berbunyi: "كُلْ بِيَمِيْنِكَ (kul biyamiinika) = makanlah dengan tangan kananmu", serta dalam hadits nomor 3 di atas terdapat kalimat perintah yang berbunyi: "فَلْيَأْكُلْ بِيَمِيْنِهِ (fal yak kul biyamiinihi) = maka hendaklah makan dengan tangan kanannya. 


Dalam kaidah ushul dinyatakan sebagai berikut: 
اَلْاَصْلُ فِيْ الْأَمْرِ لِلْوُجُوْبِ
Al-ashlu fil amri lil wujuub
Artinya: "Asal dalam perintah itu hukumnya wajib"
اِلَّا مَادَلَّ الْدَّلِيْلُ عَلَى خِلَافِهِ
Illa maa dallad-daliilu 'alaa khilaafihi
Artinya: "Kecuali ada dalil (bukti) yang memalingkannya".

Dari penjelasan kaidah ushul fiqih di atas maka hukum makan dengan tangan kanan hukumnya wajib bagi setiap kaum muslimin. 

Namun demikian, jika ada dalil (bukti) yang memalingkan berupa udzur (halangan) semisal sakit, luka, cacat sementara atau permanen yang tidak memungkinkan untuk makan atau minum dengan tangan kanannya maka tidaklah mengapa makan atau minum dengan tangan kirinya.

Perhatikan penjelasan ulama berikut:
1. Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin mengatakan:
اَلْاَكْلُ بِلْيَدِ الْيُسْرَى بِعُذْرٍ لَا بَأْسَ بِهِ، اَمَّا لِغَيْرِ عُدْرٍ فَهُوَ حَرَامٌ
Al aklu bil-yadil yusro bi'udrin laa bak sa bihi, ammaa lighoiri 'udrin fahuwa haroomun
Artinya: "Makan dan minum dengan tangan kiri ketika ada udzur (halangan) hukumnya tidak mengapa, adapun jika tanpa udzur (halangan) maka hukumnya harom".


2. Dalam Al-mausu'ah Al-fiqhiyah Al-Kuwaitiyah juga di sebutkan: 
فَأِنْ كَانَ عُذْرَ يَمْنَعُ الْاَكْلَ اَوِ الشَّرْبَ بِالْيَمِيْنِ مِنْ مَرَضٍ اَوْ جِرَاحَةٍ اَوْ غَيْرِ ذَالِكَ فَلَا كَرَاهَةَ فِيْ الشِّمَالِ
Faing-kaana udzro yamna'ul akla awis-syarba bil yamiini mim-marodhin au jiroohatin au ghoiri dzaalika falaa karoohata fiis-syimaali
Artinya: "Jika ada udzur (halangan) yang menghalangi seseorang untuk makan atau minum dengan tangan kanan, semisal karena sakit atau luka atau semisalnya maka tidak makruh menggunakan tangan kiri".

Dan kami tidak mengetahui adanya khilaf diantara para ulama mengenai hal ini.

Semoga bermanfaat.

Wallohu 'a'lam bis-showab.

Enrekang, 6 Juni 2020


Post a Comment

0 Comments