About Me


UMUR MANUSIA


Oleh: KH. HANIF ADZHAR

(WAFAT 24 OKTOBER 2019)

Ditulis ulang: Indah Hanifah Hanif (Putrinya)

Harianindonesiapost.com Umur itu adalah jarak antara kehidupan,  kesempatan beramal dan kematian

Angan-angan, cita-cita dan keinginan manusia itu jauh melampaui batas umurnya

Umur manusia tak diketahui batas akhirnya.  Andai diketahui, apa yang akan diperbuatnya? 

Umur itu bagaikan sebatang cerutu, sekali kenikmatan menghisap,  berarti akan mengarahkan ke puntung cerutu

Umur manusia itu tak pernah bertambah, karena bila bertambah jumlah angkanya berarti pengurangan yang terus berjalan
Mengapa Allaah merahasiakan jumlah umur manusia? 
Apabila diberitahukan akan membawa keburukan? 
Atau akan menambah kebingungan? 

Umur adalah rahmat Allaah,  tinggal bagaimana manusia mengisinya

Jika anda di beri umur seratus tahun dalam keadaan sehat tanpa sakit yang berat, apa yang hendak anda lakukan? 

Umur, waktu, ruang gerak dan kesempatan adalah rahmat Allaah yang tak ternilai harganya tetapi kebanyakan manusia tidak memahaminya

Jatah umur pada diri manusia itu tidak ada orang yang mengetahuinya

Tahukah anda mengisi umur dengan membaca "Subhaanallaah", Maha Suci Allaah, dalam satu menit mencapai lebih seratus kali bacaan? 

Setiap orang menginginkan umur panjang dan hidup bahagia. 
Jalan apakah yang seharusnya ditempuh  untuk mencapainya?

Para dokter atheis di Rusia berusaha memperpanjang umur manusia hingga lebih seratus tahun namun sampai hari ini usahanya tidak berhasil

Adapun usaha manusia untuk memperpanjang umur tidak ada suatu larangan asalkan usahanya tidak bertentangan dengan syari'at Allaah dan kehidupan

Pergunakan umur secermat mungkin dan maksimal sehingga menjadi sejarah kehidupan berharga maka berapapun angka umur,  itulah umur panjang

Para dokter di Australia pernah mengadakan seminar tentang definisi "kematian", namun sayang belum disepakati apa sebenarnya "kematian" itu

Bila umur seseorang bertambah hitungan berarti ia mendekat ke batas perjalanan.
Bagai sebatang rokok yang dihisap terus.
Namun manusia bukan puntung rokok bila telah mendekati habis dicampakkan

Angan-angan dan cita-cita manusia jauh melampaui kekuatan jasmani dan umurnya. 
Semisal ia mampu membangun istana yang megah namun tak berkesempatan untuk menempatinya dan menimbun harta hanya untuk kebanggaan saja tidak berkesempatan untuk menikmatinya pula

Umur dan waktu adalah mediator menuju kematian. 
Bila manusia berusaha menghindari kematian maka kematian akan menjemputnya

Siapa yang mengingat mati ia akan berhati-hati.
Ia akan berusaha mempersiapkan diri berbudi untuk mengukir kebajikan dan prestasi pribadi

Seorang penyair menguntaikan kata-kata puitis:
"ANALHU WA AYYAMUNA TADZHABU WA NAL'ABU WAL MAUTU LAA YAL'ABU"
"Apakah kita bercanda ria,  sedang hari-hari kita berlalu dan kita bermain-main sedang maut tak bermain-main? 

Seorang penyair bersenandung:
"WAMAN LAM YAMUUT BISSAIFI MAATA BI GHAIRIHI TA'ADDATIL ASBAABU WALMAUTU WAAHIDUN"

Siapa yang tidak mati karena pedang ia akan mati dengan cara yang lainnya bermacam-macam sebab, sedang kematian itu hanyalah satu.(Sudono Syueb/ed) 

Post a Comment

0 Comments